Petani Maju 4.0 binaan PHM ajak pemuda bertani
Elshinta
Sabtu, 04 Desember 2021 - 10:01 WIB |
Petani Maju 4.0 binaan PHM ajak pemuda bertani
Petani binaan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang sebagian besar anak muda di lahan pertanian Petani Maju 4.0 di Handil Baru Darat, Samboja, Kutai Kartanegara, Kaltim, Sabtu (4/12/2021). ANTARA/Faisal Yunianto.

Elshinta.com - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memperkenalkan program inovasi pertanian pertakultur Petani Maju 4.0 kepada petani binaan di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sebagai cara untuk menarik minat pemuda setempat menghasilkan produk pertanian yang ramah lingkungan dan bekelanjutan.

"Pada dasarnya, program Petani Maju 4.0 adalah mengajak pemuda untuk kembali bertani," kata Yuliantoro, salah seorang petani binaan PHM di Handil Baru Darat, Kutai Kartanegara, Sabtu.

Ia mengatakan kondisi pemuda yang menganggur dan tidak berminat dengan pertanian serta kemampuan yang terbatas selama ini menjadi persoalan. Belakangan setelah PHM memberikan dukungan dan mengirim beberapa petani mengikuti pelatihan ke Jawa, muncul kolaborasi petani tua dan muda sehingga ada perluasan manfaat, yaitu pendampingan pemuda.

“Dari sana muncul inovasi lain, yaitu penggunaan drone dan aplikasi tanam digital,” ujarnya.

Sebanyak 33 pemuda secara berkelompok kemudian kembali bertani dan mengelola lahan di empat zona pertanian milik petani senior H Asnawi. Di sisi lain, Yuliantoro juga membuat inovasi yaitu biotasukei, inovasi dekomposer dari limbah organik sebagai ajang untuk menerapkan pertanian pertakultur.

Petani Maju 4.0 yang dikembangkan PHM bersama mitra binaan memiliki tiga keunikan. Pertama, kolaborasi petani muda dan tua. Kedua, inovasi dekomposer biotasuke dari limbah organik dan integrasi teknologi dan pertanian.

"Sementara masalah sosial yang diselesaikan adalah berkurangnya jumlah pemuda pengangguran sebanyak 13 persen dan pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik,” kata Yuliantoro.

Tak hanya itu, program CSR Petani 4.0 PHM juga memiliki kebaruan berupa pertanian pertakultur dengan pengelolaan lahan ramah lingkungan yang mengadaptasi sistem pertanian permakultur. Selain itu juga mengedepankan aspek kebermanfaatan dan kemandirian bersama.

“Menariknya lagi, kami bertani 100 persen menggunakan bahan-bahan organik,” ujar Yuliantoro.

Shaqil Effendi (23 tahun), pemuda asal Kampung Kamal, Kecamatan Samboja, mengaku awalnya tak berpikir bakal menjadi petani. Meski lahir di tengah keluarga transmigran yang umumnya petani, warga Kelurahan Senipah ini sebelumnya lebih suka bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta. Namun kini dia terpanggil menjadi petani, karena dia melihat tidak ada regenerasi petani di desanya.

Faktor lain yang mendorongnya untuk bertani adalah pengenalan konsep pemanfaatan teknologi untuk pengembangan pertanian yang ditawarkan oleh PHM, yakni program Petani Maju 4.0. Hal itulah yang membuat Shaqil bersama 26 pemuda dari desanya, kini bergiat di bidang pertanian.

Sementara itu, petani mitra binaan PHM lainnya H Asnawi mengatakan dirinya bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Tani Digital telah mengembangkan pengelolaan pertanian pertakultur Petani Maju 4.0 sejak tahun 2018 di lahan miliknya seluas 4 hektare.

“Setelah kami menerapkan di sini dengan metode pertanian yang lebih ramah lingkungan, pertanian kami ada perubahan yang signifikan,” kata Asnawi saat bercerita tentang kelompok tani Petani Maju 4.0 di kebunnya.

Puluhan tanaman buah dan sayuran ditanam di kebun milik Asnawi. Kebun ini terbagi atas 4 zonasi. Ada kelompok sayuran, kelompok buah-buahan, dan juga ada zona perikanan dan pemeliharaan unggas. “Kami juga sediakan zona bagi anggota KWT yang setiap hari, mereka akan ke kebun ini,” ujarnya.

Asnawi mengembangkan kebun dengan konsep Petani Maju 4.0 sesuai dengan program pengembangan masyarakat (CSR) PHM. Sudah tiga tahun lalu PHM membina Asnawi dan kelompoknya. PHM telah mengidentifikasi berbagai persoalan terkait pengelolaan lahan tersebut.

Asnawi menyebutkan bahwa komoditas yang paling menarik hasil produksi lahan taninya adalah pepaya California. Pepaya dari hasil tani mitra binaan PHM di Samboja dipasok untuk katering perusahaan.

Tidak hanya itu, produk pertanian binaan PHM juga dipasarkan melalui aplikasi pemasaran daring (online) yang dilakukan oleh tiga remaja putri.

Fatimah yang bersama dua temannya sebagai pengelola Tani Digital mengatakan dia membantu petani memasarkan produk kepada konsumen melalui sistem online.

"Penjualan secara pre-order buah-buahan dan sayuran organik Petani Maju 4.0 binaan PHM saat ini telah mencapai pusat kota Balikpapan," katanya.

Frans A Hukom, Head Communications, Relations & CID PHM, mengatakan fokus program Petani Maju 4.0 di Samboja saat ini ada pada tahapan penguatan dan pengembangan dimana PHM aktif memberikan pelatihan dan pendampingan kader pemuda dan wanita tani.

“Harapannya pada 2022, program Petani Maju 4.0 dapat menjadi rujukan dan wilayah percontohan agrowisata ramah lingkungan di wilayah Kutai Kartanegara,” katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BMKG ingatkan Palembang waspadai hujan lebat karena tergolong ekstrem
Jumat, 21 Januari 2022 - 10:19 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga Palembang untuk mewaspadai huj...
Luhut minta alur perjalanan jamaah umrah diatur sebaik mungkin
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:57 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar alur keber...
Pelajar SMK di Batam terjatuh ke laut ditemukan meninggal
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:35 WIB
Seorang pelajar SMK Ahmad Suhadi Putra (18) yang dilaporkan terjatuh ke laut saat pelatihan kerja la...
Kejati DKI geledah kantor dinas pertamanan dan hutan kota Jakarta
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menggeledah Kantor Dinas Pertamana...
Pemerintah siapkan triliunan rupiah ganti rugi Tol Yogyakarta-Bawen
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:23 WIB
Pemerintah pusat menyiapkan anggaran hingga triliunan rupiah untuk pembayaran ganti kerugian lahan y...
Puluhan ribu dosis vaksin astrazaneca di Sulteng terancam kedaluwarsa
Jumat, 21 Januari 2022 - 06:59 WIB
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah memperkirakan puluhan ribu lebih dosis vaksin AstraZeneca a...
Tim gabungan tangkap enam imigran Rohingya
Jumat, 21 Januari 2022 - 06:23 WIB
Tim gabungan TNI dan Polri yang sedang berpatroli menangkap dan mengamankan enam imigran Rohingya ya...
KPPU: Sejumlah aturan hambat pemain baru industri minyak goreng
Kamis, 20 Januari 2022 - 23:55 WIB
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkapkan ada sejumlah aturan yang menghambat masuknya p...
Pemerintah izinkan 139 perusahaan tambang ekspor batu bara
Kamis, 20 Januari 2022 - 23:31 WIB
Pemerintah mengizinkan 139 perusahaan tambang batu bara untuk kembali melakukan kegiatan ekspor komo...
KPPU melihat sinyal kartel dari kenaikan harga minyak goreng
Kamis, 20 Januari 2022 - 23:07 WIB
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat ada sinyal kartel dari kenaikan harga minyak goreng ...
InfodariAnda (IdA)