Polda Metro: Polantas memang dibekali senjata api karena tugas
Elshinta
Jumat, 03 Desember 2021 - 23:41 WIB |
Polda Metro: Polantas memang dibekali senjata api karena tugas
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Elshinta.com - Polda Metro Jaya menyebutkan personel polisi lalu lintas (Polantas) saat bertugas memang dibekali dengan senjata api karena kebutuhan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). 

"Polantas yang di lapangan itu dibekali senjata. Dia anggota PJR (patroli jalan raya). Bagaimana kalau PJR tidak pakai senjata, jika di jalan ada yang ditodong atau dirampok? " kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat dikonfirmasi, di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikan Zulpan menanggapi pertanyaan masyarakat tentang mengapa anggota Polantas membawa senjata api saat bertugas.

Pertanyaan itu muncul setelah terjadi peristiwa penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, terhadap dua orang yang dilakukan oleh anggota Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya.

Zulpan menegaskan bahwa setiap anggota kepolisian yang membawa senjata api pasti telah memiliki surat izin untuk membawa dan menggunakan senjata.

Oleh karena itu fokus pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya dan Divisi Propam Mabes Polri adalah prosedur penggunaan senjata oleh Ipda OS.

"Yang jadi persoalan ini bukan layak tidaknya dia, itu kan sudah pasti dia layak. Karena dia memiliki surat penggunaan senjata. Tetapi masalahnya adalah penggunaan itu apakah sudah sesuai dengan SOP atau tidak. Nanti Propam yang akan memeriksa," ujarnya.

Peristiwa penembakan itu diketahui terjadi di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat (26/11), pada sekitar pukul 19.00 WIB.

Polda Metro Jaya mengatakan ada dua orang yang menjadi korban penembakan oleh Ipda OS.

Ada pun jenis senjata api yang digunakan dalam penembakan tersebut adalah pistol semi otomatis jenis HS.

Seorang korban berinisial PP meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit, sedangkan satu orang lainnya berinisial MA masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Zulpan juga memastikan penyelidikan kasus tersebut akan dilakukan secara transparan.

"Akan diterapkan hukum adil bagi semua pihak. Artinya pihak korban dan pelaku, kami akan terapkan hukum yang berlaku. Jadi Polda Metro Jaya akan bertindak transparan, tak ada yang ditutupi dan profesional," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkot Jakut canangkan bangun Polder di Penjaringan dan Pademangan
Rabu, 26 Januari 2022 - 23:51 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Utara mencanangkan pembangunan dan rehabilitasi polder di Kecamatan Penjarin...
Polisi tangkap pelaku pembunuhan terhadap pemuda di Bekasi
Rabu, 26 Januari 2022 - 23:39 WIB
Tim gabungan Polres Metro Kota Bekasi-Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial TAW (21) ka...
Wagub DKI nyatakan akan turunkan PTM 100 persen kalau level PPKM naik
Rabu, 26 Januari 2022 - 21:03 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan akan menurunkan kapasitas pembelajaran tatap...
Tingkat okupansi pasien COVID-19 di Jakarta naik jadi 38 persen
Rabu, 26 Januari 2022 - 19:27 WIB
Pemprov DKI Jakarta mencatat tingkat okupansi atau keterisian tempat tidur untuk isolasi pasien COVI...
Orang tua bisa ajukan surat keberatan PTM 100 persen
Rabu, 26 Januari 2022 - 17:27 WIB
Wakil Wali Kota Depok, Jawa Barat, Imam Budi Hartono menyatakan orang tua murid dapat mengajukan sur...
P2G desak Pemprov DKI Jakarta hentikan PTM 100 persen
Rabu, 26 Januari 2022 - 16:31 WIB
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak Pemprov DKI Jakarta agar menghentikan sementara pembe...
Polisi akui kewalahan halau massa pengeroyok lansia di Cakung
Selasa, 25 Januari 2022 - 16:11 WIB
Kepolisian mengaku kewalahan saat berusaha menghalau massa pengeroyok seorang pria lanjut usia berin...
Pemkot Jakbar perbaiki aspal yang rusak terdampak banjir
Selasa, 25 Januari 2022 - 13:50 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Barat memperbaiki beberapa lokasi jalan aspal yang rusak karena terendam ban...
DKI akan tambah lokasi vaksinasi booster
Selasa, 25 Januari 2022 - 06:01 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan akan menambah lokasi vaksinasi untuk memp...
Polisi ciduk 14 orang terkait pengeroyokan lansia di Jaktim
Senin, 24 Januari 2022 - 22:51 WIB
Kepolisian telah menciduk 14 orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan hingga menewaskan seorang...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI