Megawati ingatkan Repdem tetap jadi banteng pembela rakyat
Elshinta
Jumat, 03 Desember 2021 - 21:55 WIB |
Megawati ingatkan Repdem tetap jadi banteng pembela rakyat
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan sambutan pada perayaan HUT Ke-17 Repdem, di Gedung Sekolah Partai, di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (3/12/2021). ANTARA/HO-PDIP

Elshinta.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan kepada salah satu organisasi sayap PDIP, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), untuk tetap menjadi banteng pembela rakyat.

"Dalam ulang tahun kali ini, Ibu Megawati mengucapkan selamat kepada jajaran Repdem yang selama ini sudah menunjukkan karakternya sebagai banteng-banteng perjuangan membela rakyat, yang menjadi korban kesewenang-wenangan, korban ketidakadilan dan juga penyalahgunaan kekuasaan," kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat upacara perayaan HUT Ke-17 Repdem, di Gedung Sekolah Partai, di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat.

Hasto hadir pada acara itu bersama Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga dan Hamka Haq.

Hasto mengatakan, Megawati juga mendorong agar semangat juang itu dilanjutkan.

Selain itu, perjuangan Repdem harus sejalan dengan PDIP yang berbasis pada ajaran Bung Karno (BK). Sementara ajaran Bung Karno menjadikan rakyat buruh, tani, dan nelayan sebagai orientasi, namun harus didasari keyakinan ideologi serta kedisiplinan.

"Jadi kita semua harus memastikan diri sebagai partai yang disiplin. Kita tidak boleh membela rakyat, tapi dengan melanggar hukum. Semua melakukan aksi membela rakyat, harus disiplin dan taat aturan," kata Hasto dalam siaran persnya.

Dalam membela rakyat, ujar Hasto, tak boleh membedakan suku dan agamanya.

"Ini agamanya apa, ini sukunya apa, itu tidak boleh. Karena ketuhanan sebagaimana disampaikan Soekarno adalah ketuhanan yang berbudi pekerti luhur, ketuhanan yang tidak ada egoisme agama, ketuhanan yang hormat-menghormati, yang seharusnya menebar kebaikan, ketuhanan yang berkebudayaan," katanya pula.

Repdem juga harus bergerak menyatu dengan rakyat. Membangun langkah satu rampak barisan bersama untuk memerangi kemiskinan.

"Ini harus bergelora. Satu langkah barisan menentang kemiskinan. Maka, di Sekolah Partai inilah justru dalam peringatan ulang tahun ke-17 Repdem, kami juga melakukan suatu upaya kritik dan otokritik, agar kami tetap setia pada rel perjuangan, agar sebagai sayap partai betul-betul dapat menggunakan kepakan sayap-sayap untuk menjalankan apa yang menjadi garis ideologi dari PDI Perjuangan, garis ideologi yang seharusnya menyatu dengan kekuatan rakyat," ujar Hasto.

​Ketua Umum DPN Repdem Wanto Sugito menyatakan pihaknya siap menjalankan perintah partai yang disampaikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar Repdem terus fokus menggarap pengorganisasin masyarakat pekerja, kaum buruh, tani, nelayan, dan kaum miskin Marhaen lainnya.

Sebagai buktinya, Repdem membawa perwakilan sejumlah kelompok masyarakat yang selama ini diadvokasi oleh Repdem, antara lain perwakilan pedagang kaki lima (PKL) wilayah Puncak dan Ancol, Jakarta Utara.

Di luar advokasi kerakyatan, Repdem juga akan ikut terlibat dalam pemenangan politik PDIP.

Wanto menegaskan pihaknya akan bekerja keras memastikan kemenangan PDIP pada Pemilu 2024, sehingga menciptakan "hattrick" setelah menang di 2014 dan 2019.

"Kami targetkan tuntas pada Maret 2022, yaitu konsolidasi dalam rangka membuktikan Repdem sebagai sayap partai yang memperkuat kontribusi kemenangan elektoral PDI Perjuangan di 2024," kata Wanto yang biasa disapa Bung Kluthuk itu pula.

Namun, untuk pemenangan Pilpres 2024, pihaknya masih menunggu komando Megawati Soekarnoputri.

"Soal pilpres, kami tunggu komando Ibu Megawati. Saudara-saudara siap?" tanya Wanto kepada para kader Repdem yang hadir pada acara itu.

"Siap," jawab peserta acara dengan serempak sambil mengepalkan dan mengangkat tangan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
27 Januari 2008: Wafatnya Presiden RI ke-2, Soeharto
Kamis, 27 Januari 2022 - 06:00 WIB
Jenderal Besar ini wafat pada 27 Januari 2008 di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan...
Ketua KPU RI pantau PSU Yalimo
Rabu, 26 Januari 2022 - 20:51 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ilham Saputra, memantau langsung Pemungutan Suara Ulang (PSU) ...
DPR: Perjanjian ekstradisi langkah maju Presiden perangi korupsi
Rabu, 26 Januari 2022 - 19:03 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Padjalangi menilai perjanjian ekstradisi Indonesia dan Singapura ...
Menteri Pertahanan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Taruna
Rabu, 26 Januari 2022 - 16:19 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berziarah ke Taman Makam Pahlawan Taruna di Kota Tangerang, Pr...
Kepala Kepolisian Indonesia dan Malaysia bahas PMI
Selasa, 25 Januari 2022 - 23:35 WIB
Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menerima kunjungan Kepala Kepoli...
Indonesia-Singapura sepakat keselamatan rakyat Myanmar jadi yang utama
Selasa, 25 Januari 2022 - 18:44 WIB
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menyepakati penyelesaian mas...
KSP kutuk kabar dugaan praktik perbudakan oleh bupati di Langkat
Selasa, 25 Januari 2022 - 18:27 WIB
Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani menegaskan pihaknya mengutuk keras kabar dug...
Indonesia - Singapura sepakati penyesuaian layanan ruang udara Natuna
Selasa, 25 Januari 2022 - 18:15 WIB
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Singapura telah menyepakati ...
Ade Yasin rombak susunan kepala dinas di Kabupaten Bogor
Selasa, 25 Januari 2022 - 17:19 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin merombak susunan pejabat eselon IIB yang sebagian besar menduduki kursi kepal...
Anggota DPR minta Polri segera tindak hukum Edy Mulyadi
Selasa, 25 Januari 2022 - 17:07 WIB
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Lasarus meminta Polri segera mengambil tindakan hukum terhadap ...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI