Sejumlah pedagang protes pembagian lapak Pasar Johar Semarang
Elshinta
Jumat, 03 Desember 2021 - 21:25 WIB |
Sejumlah pedagang protes pembagian lapak Pasar Johar Semarang
Karangan bunga berisi protes yang dikirim pedagang Pasar Johar Semarang ke kantor Dinas Pedagangan di Semarang, Jateng, Jumat (3/12/2021). (FOTO ANTARA/ I.C.Senjaya)

Elshinta.com - Sejumlah pedagang Pasar Johar, Kota Semarang, Jawa Tengah, masih memrotes pembagian lapak di pasar yang telah selesai dibangun dan mulai digunakan tersebut karena dinilai tidak adil.

Protes para pedagang ditunjukkan dengan mengirimkan karangan bunga berisi keberatan terhadap pembagian lapak pasar ke kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang, Jumat.

Salah seorang pedagang, Sri Wahyuni menyampaikan keberatan terhadap lapak yang diperolehnya.

Menurut dia, sebelum Pasar Johar terbakar beberapa tahun lalu, dirinya memiliki lapak di lantai 1.

Namun, lanjut dia, di Pasar Johar yang baru ini justru dirinya mendapat lapak di lantai 2.

"Dulu lima, sekarang hanya dua lapak di lantai 2," katanya.

Keberatan lain, kata dia, pedagang yang dulu lapaknya tidak ikut terbakar justru mendapat lapak di lantai 1.

Sementara itu, kuasa hukum pendamping pedagang Pasar Johar dari LBH Buser Indonesia, Didik Agus, menyebut, terdapat sekitae 400 pedagang yang terlempar dari lokasi awal mereka berdagang dulu.

"Permasalahannya masih ada yang belum dapat lapak serta terlempar dari lapak yang seharusnya mereka dapatkan," katanya.

Menurut dia, data para pedagang bermasalah tersebut diserahkan ke Dinas Perdagangan Jumat  ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pedagangan Kota Semarang Fravarta Sadman menilai wajar jika ada pedagang yang tidak puas dengan pengundian lapak tersebut.

Ia menyebut para pedagang itu tidak puas karena tidak kembali ke lokasi lama mereja berjualan.

Menurut dia, proses penataan pedagang Pasar Johar tersebut akan terus dievaluasi.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menteri Agama: Semua syarat perjalanan haji harus dipenuhi
Selasa, 17 Mei 2022 - 23:53 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menekankan bahwa semua syarat perjalanan haji yang ditetapkan oleh...
Tempat sakral masyarakat adat Kuri dirusak PT WS
Selasa, 17 Mei 2022 - 23:29 WIB
Pembukaan jalan untuk logging dan penebangan kayu oleh PT WS di kawasan hutan Dusner Distrik Kuri ...
Presiden Jokowi: Masyarakat boleh lepas masker di area terbuka
Selasa, 17 Mei 2022 - 23:05 WIB
Presiden  RI Joko Widodo mengatakan bahwa Pemerintah melonggarkan kebijakan pemakaian masker di ar...
Warga terdampak reaktivasi rel Tawang-Tanjung Emas terima santunan
Selasa, 17 Mei 2022 - 22:41 WIB
Sejumlah warga yang terdampak reaktivasi jalur kereta api rute Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas...
Pedagang sapi di Malang manfaatkan media sosial untuk berjualan
Selasa, 17 Mei 2022 - 22:29 WIB
Pedagang sapi yang ada di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur memanfaatkan media sosial untuk menju...
Kadin: Pengusaha mulai persiapkan produksi antisipasi lonjakan inflasi
Selasa, 17 Mei 2022 - 21:19 WIB
Wakil Kepala Badan Moneter Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Aviliani menilai saat ini pen...
Kelompok tani Banyumas optimistis penjualan sapi tidak terdampak PMK
Selasa, 17 Mei 2022 - 21:07 WIB
Kelompok Tani Ternak \"Cablaka\" Desa Datar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, optimistis penjualan t...
Asosiasi pedagang ternak Cianjur jamin hewan ternak bebas PMK
Selasa, 17 Mei 2022 - 20:43 WIB
Asosiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi (Apddas) Cianjur, Jawa Barat, menjamin hewan ternak yan...
Kemenag ingatkan calon haji Mataram segera lunasi BPIH
Selasa, 17 Mei 2022 - 19:31 WIB
Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengingatkan 401 calon haji asa...
Cegah PMK, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa cek hewan ternak warga di Banda Baro
Selasa, 17 Mei 2022 - 16:24 WIB
Cegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa kompak melakukan pengec...
InfodariAnda (IdA)