Kadivhumas Polri: Polri diperintahkan kawal investasi di Indonesia
Elshinta
Jumat, 03 Desember 2021 - 19:59 WIB |
Kadivhumas Polri: Polri diperintahkan kawal investasi di Indonesia
Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo (tengah), didampingi Karopenmas Divhumas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Rusdi Hartono, (kanan) dan Kasubbagberita Ropenmas Divhumas Polri, AKBP Gatot Hendro Hartono (kiri), memberi keterangan pers di Nusa Dua, Bali, Jumat (3/12/2021). ANTARA/Ayu Khania Pranisitha

Elshinta.com - Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, mengatakan, Presiden Joko Widodo dalam Apel Kasatwil Polri 202 di Nusa Dua, Bali, meminta Polri menjaga dan mengawal realisasi investasi di Indonesia.

"Dalam arahannya, presiden menyampaikan dampak daripada pandemi Covid-19 cukup luas, baik pada krisis kesehatan juga dimensi ekonomi yang cukup membawa Indonesia pada level yang cukup sulit. Jadi Presiden menekankan penguatan pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah investasi, oleh karena itu Polri diperintahkan untuk menjaga dan mengawal investasi yang ada di Indonesia," kata Prasetyo saat konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Ia mengatakan, polisi ditugaskan dalam mengawal dan juga mengikuti bagaimana perkembangan investasi karena investasi memiliki daya dukung untuk pertumbuhan ekonomi secara global. 

Hal itu didasari dari situasi sulit terutama di sektor ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada Juli lalu. Sehingga diingatkan kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan jangan sampai Indonesia mengalami gelombang tiga atau empat Covid-19. 

Sebelumnya, Jokowi mengatakan dalam Apel Kasatwil Polri 2021 bahwa penggerak pertumbuhan ekonomi nasional adalah investasi, bukan APBN yang hanya berkontribusi sebesar 15 persen. Untuk karena itu, dia meminta agar jajaran Polri turut mengawal investasi hingga bisa menetas dan direalisasikan. 

Selain itu Prasetyo mengatakan, Jokowi juga meminta Polri menyikapi segala perkembangan dinamis yang ada di Indonesia.

"Ini yang harus dijaga stabilitas keamanan, dalam rangka menghadapi event-event internasional ke depan, salah satunya KTT G20. Acara tersebut merupakan representasi kepercayaan internasional kepada Indonesia. Jadi Polri berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lain harus mampu mengawal G20 secara baik," katanya. 

Beberapa hal lain yang juga jadi bahasan penting dalam Apel Kasatwil Polri 2021 yaitu peran Polri dalam menyikapi masalah penegakan hukum dan kemerdekaan menyampaikan pendapat di masyarakat. 

"Polri harus menyikapi perkembangan yang terjadi di masyarakat terkait dengan masalah penegakan hukum dan kemerdekaan menyampaikan pendapat. Ini penting karena Polri harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan negara hukum RI," ucapnya. 

Prasetyo menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh pandang bulu, siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum harus ditindak tegas. Terutama terhadap masyarakat kecil harus juga diperhatikan. 

"Penegakan hukum itu juga jangan terlalu menekan terutama terhadap masyarakat-masyarakat kecil. Dan bisa mengganggu rasa keadilan. Polri juga membuka diri terhadap kritik, dan juga sudah diaktualisasikan melalui perlombaan mural hingga orasi," kata dia. 

Mereka berharap ke depan Polri bisa lebih berhati-hati dan bisa menjaga kewibawaan serta marwah Polri dalam setiap pelaksanaan tugas. 

"Ini adalah masalah kepercayaan publik dan Polri ada di urutan ketiga, setelah TNI, presiden, lalu Polri jadi urutan ketiga kepercayaan publik terhadap institusi. Jadi Polri harus lebih berhati-hati, dan menjaga wibawa serta marwah Polri saat bertugas," ucapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Buya Syafii Maarif meninggal dunia
Jumat, 27 Mei 2022 - 12:15 WIB
Cendekiawan Muslim yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H. Ahmad Syafii Maarif atau B...
Legislator minta Pemkab Kotim lebih perhatikan korban banjir
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:11 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Darmawati meminta pemerintah kabupaten...
Riset: Merek kecantikan lokal kuasai pasar e-dagang Indonesia
Jumat, 27 Mei 2022 - 09:47 WIB
Perusahaan teknologi Insignia dan MarketHac melalui riset terbarunya menunjukkan bahwa merek kecanti...
KRN ekspor 7 ribu ton limbah inti sawit ke Korea Selatan
Jumat, 27 Mei 2022 - 09:23 WIB
PT Kutai Refinery Nusantara (KRN) mengekspor  tujuh ribu ton Palm Kernel Expeller (PKE) atau limbah...
Pemerintah Sulbar diminta tangani banjir di Majene-Mamuju
Jumat, 27 Mei 2022 - 09:11 WIB
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diminta segera menangani warga korban banjir di Kabupat...
Wagub Riau minta Dinsos urus ODGJ berkeliaran di jalan
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:35 WIB
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution  meminta Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau dan kabupaten/...
36 truk dikerahkan untuk angkut sampah di kompleks Metland Cibitung
Jumat, 27 Mei 2022 - 06:31 WIB
Pemerintah Kabupaten Bekasi di Provinsi Jawa Barat mengerahkan 36 truk untuk mengangkut sampah dari ...
BKD Depok tingkatkan layanan dengan mobil keliling PBB On The Spot
Kamis, 26 Mei 2022 - 22:35 WIB
Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Jawa Barat, memberikan kemudahan pelayanan pembayaran pajak ...
Jokowi sempatkan kunjungi Taman Balekambang saat pulang Solo
Kamis, 26 Mei 2022 - 22:11 WIB
Presiden Joko Widodo menyempatkan waktu untuk mengunjungi Taman Balekambang saat pulang ke Solo, Jaw...
Presiden Jokowi salurkan tambahan modal pelaku usaha di Pasar Gede
Kamis, 26 Mei 2022 - 21:23 WIB
Presiden Joko Widodo menyalurkan bantuan tambahan modal kepada para pedagang dan pelaku usaha kecil ...
InfodariAnda (IdA)