BRIN: Vaksin Merah Putih bisa untuk `booster` dan vaksinasi reguler
Elshinta
Jumat, 03 Desember 2021 - 19:23 WIB |
BRIN: Vaksin Merah Putih bisa untuk `booster` dan vaksinasi reguler
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko. (FOTO ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Elshinta.com - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan vaksin Merah Putih bisa dimanfaatkan sebagai "booster" dan vaksinasi reguler vaksin COVID-19.

"Semua vaksin, apa saja, bisa dipakai untuk booster maupun vaksinasi reguler. Yang penting ada dan tersedia dulu," katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan tantangan periset dalam mengembangkan vaksin secara umum tidak mudah karena diperlukan banyak sekali uji coba untuk mendapatkan formula yang paling optimal dalam mendapatkan bibit vaksin.

Bibit vaksin itu juga harus berstandar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sesuai regulasi.

Menurut dia industri di Tanah Air sudah siap untuk pengembangan dan produksi vaksin baru dengan dua platform, yakni berbasis virus yang dilemahkan/dimatikan (inactivated virus) dan protein rekombinan.

Saat ini, progres pengembangan vaksin Merah Putih yang paling cepat adalah yang dikerjakan oleh tim dari Universitas Airlangga (Unair) Surabatya yang bekerja sama dengan PT Biotis, dan tim dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang bekerja sama dengan PT Bio Farma.

"Eijkman mengembangkan platform bibit vaksin berbasis sub-unit protein rekombinan, sementara Unair mengembangkan bibit vaksin berbasis virus yang dimatikan atau diinaktivasi," katanya. 

Pihaknya menekankan target utama pengembangan vaksin Merah Putih bukan untuk "juara" efikasi, karena selama memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni efikasi di atas 50 persen, maka vaksin sudah bisa digunakan, demikian  Laksana Tri Handoko  .
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menteri Agama: Semua syarat perjalanan haji harus dipenuhi
Selasa, 17 Mei 2022 - 23:53 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menekankan bahwa semua syarat perjalanan haji yang ditetapkan oleh...
Tempat sakral masyarakat adat Kuri dirusak PT WS
Selasa, 17 Mei 2022 - 23:29 WIB
Pembukaan jalan untuk logging dan penebangan kayu oleh PT WS di kawasan hutan Dusner Distrik Kuri ...
Presiden Jokowi: Masyarakat boleh lepas masker di area terbuka
Selasa, 17 Mei 2022 - 23:05 WIB
Presiden  RI Joko Widodo mengatakan bahwa Pemerintah melonggarkan kebijakan pemakaian masker di ar...
Warga terdampak reaktivasi rel Tawang-Tanjung Emas terima santunan
Selasa, 17 Mei 2022 - 22:41 WIB
Sejumlah warga yang terdampak reaktivasi jalur kereta api rute Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas...
Pedagang sapi di Malang manfaatkan media sosial untuk berjualan
Selasa, 17 Mei 2022 - 22:29 WIB
Pedagang sapi yang ada di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur memanfaatkan media sosial untuk menju...
Kadin: Pengusaha mulai persiapkan produksi antisipasi lonjakan inflasi
Selasa, 17 Mei 2022 - 21:19 WIB
Wakil Kepala Badan Moneter Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Aviliani menilai saat ini pen...
Kelompok tani Banyumas optimistis penjualan sapi tidak terdampak PMK
Selasa, 17 Mei 2022 - 21:07 WIB
Kelompok Tani Ternak \"Cablaka\" Desa Datar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, optimistis penjualan t...
Asosiasi pedagang ternak Cianjur jamin hewan ternak bebas PMK
Selasa, 17 Mei 2022 - 20:43 WIB
Asosiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi (Apddas) Cianjur, Jawa Barat, menjamin hewan ternak yan...
Kemenag ingatkan calon haji Mataram segera lunasi BPIH
Selasa, 17 Mei 2022 - 19:31 WIB
Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengingatkan 401 calon haji asa...
Cegah PMK, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa cek hewan ternak warga di Banda Baro
Selasa, 17 Mei 2022 - 16:24 WIB
Cegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa kompak melakukan pengec...
InfodariAnda (IdA)