Kejaksaan Tinggi NTT tahan mantan bupati Kupang
Elshinta
Jumat, 03 Desember 2021 - 16:50 WIB |
Kejaksaan Tinggi NTT tahan mantan bupati Kupang
Mantan Bupati Kupang, Ibrahim Agustinus Meda (kanan) saat digiring aparat Kejaksaan Tinggi NTT menuju mobil tahanan menuju Rumah Tahanan Kupang, Jumat. ANTARA FOTO/Benny Jahang

Elshinta.com - Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur menahan mantan Bupati Kupang, Ibrahim Meda, terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset tanah dan bangunan milik Pemerintah Kabupaten Kupang.

"Hari ini Kejaksaan Tinggi NTT melakukan penahanan terhadap tersangka IAM. penahanan dilakukan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk melakukan penetapan tersangka dan penahanan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi NTT, Abdul Hakim, di Kupang, Jumat.

Ia menjelaskan mantan bupati Kupang dua periode itu ditahan di Rumah Tahanan Kupang selama 20 hari ke depan.

Menurut dia, Kejaksaan Tinggi NTT akan mempercepat penuntasan berkasi penyidikan kasus pemindahtanganan aset Pemerintahan Kabupaten Kupang dengan tersangka Meda sehingga bisa segera dilimpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan.

"Untuk saat ini hanya satu tersangka. Kami akan melihat proses persidangan nanti apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus itu," kata Hakim.

Ia menjelaskan kerugian negara dalam kasus yang menyeret mantan ketua DPD I Partai Golongan Karya dan mantan anggota DPD itu mencapai Rp9,6 miliar.

Menurut dia, Meda pada Maret 2009 menerbitkan SK Bupati Kupang tentang persetujuan penjualan rumah dinas golongan III milik Pemerintah Kabupaten Kupang atas nama Meda terhadap aset pemkab Kupang berupa tanah seluas 1.360 meter persegi dan bangunan seluas 210 meter persegi.
 
"Selanjutnya aset tanah dan bangunan itu dialihkan tanpa ada pembayaran ganti rugi atas aset itu tanpa sepengetahuan Pemkab Kupang pada 2016 lalu," kata Hakim.

Meda, kata dia, mengajukan permohonan sertifikat hak milik ke BPN Kupang dan terbitlah SHM atas nama tersangka lalu dijual kepada pihak ketiga berinisial JS pada 2017 senilai Rp8 miliar.

Ia mengatakan, berdasarkan perhitungan penilai dan inspektorat Kabupaten Kupang daerah mengalami kerugian sebesar Rp9,6 miliar. "Aset tanah dan bangunan sudah disita penyidik sebagai barang bukti," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Heru Hidayat divonis nihil dan wajib bayar Rp12,643 triliun
Rabu, 19 Januari 2022 - 07:29 WIB
Majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis nihil kepada Pres...
Unesa nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual
Rabu, 19 Januari 2022 - 06:47 WIB
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan dosen berinisial H selama setahun serta penundaan ...
19 Januari 2011: Gayus Tambunan divonis hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 300.000.000,00
Rabu, 19 Januari 2022 - 06:00 WIB
Hari ini 11 tahun lalu tepatnya 19 Januari 2011, Gayus Halomoan Partahanan Tambunan divonis 7 tahu...
Seorang ibu guru di Sampit ditangkap diduga mengedarkan narkoba
Selasa, 18 Januari 2022 - 23:01 WIB
Satuan Reserse Narkoba Polres Kabupaten Kotawaringin Timur,Kalimantan Tengah, menangkap 10 orang did...
TNI AL Balikpapan amankan 47 ABK pelaku pencurian 31 ton batu bara
Selasa, 18 Januari 2022 - 21:15 WIB
Unsur Patroli Pangkalan TNI AL Balikpapan mengamankan 47 anak buah kapal (ABK) serta barang bukti de...
Polres Bogor tangkap residivis spesialis pencurian mobil pick-up
Selasa, 18 Januari 2022 - 19:45 WIB
Polres Bogor menangkap residivis spesialis pencurian mobil bak terbuka atau pick-up berinisial AB (4...
Mantan direktur keuangan Jasindo divonis empat tahun penjara
Selasa, 18 Januari 2022 - 16:34 WIB
Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasa Indonesia Persero (Jasindo) 2008-2016 Sholihah divo...
Polda - DJBC Sulut tingkatkan sinergitas cegah penyelundupan dan perdagangan ilegal
Selasa, 18 Januari 2022 - 14:56 WIB
Kapolda Sulut, Irjen Pol Mulyatno menerima kunjungan audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direk...
Ardhito jalani asesmen di BNNP
Selasa, 18 Januari 2022 - 14:21 WIB
Tersangka kasus penyalahgunaan narkotika, artis Ardhito Pramono, menjalani asesmen di Badan Narkoti...
Guru ngaji di Tarakan diduga cabuli lima murid laki-laki
Selasa, 18 Januari 2022 - 13:48 WIB
Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tarakan, Kalimantan Utara, mengamankan seorang oknum guru mengaji...
InfodariAnda (IdA)