Studi Inggris: Vaksin COVID-19 mRNA beri efek `booster` terbesar
Elshinta
Jumat, 03 Desember 2021 - 11:39 WIB |
Studi Inggris: Vaksin COVID-19 mRNA beri efek `booster` terbesar
Ilustrasi vaksin COVID-19 untuk `booster`. (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan Moderna yang berbasis mRNA memberikan efek pendorong terbesar pada kadar antibodi saat diberikan 10-12 minggu setelah dosis kedua, menurut penelitian di Inggris yang dirilis pada Kamis.

Penelitian “COV-Boost” itu pernah disebut oleh pejabat Inggris saat mengumumkan bahwa vaksin Pfizer dan Moderna lebih dipilih sebagai dosis booster di negara itu, namun datanya baru sekarang tersedia untuk publik.

Penelitian itu menemukan enam dari tujuh booster yang diuji mampu meningkatkan kekebalan setelah vaksinasi pertama dengan vaksin Pfizer-BioNTech dan ketujuh booster meningkatkan kekebalan saat diberikan setelah pemberian dua dosis vaksin AstraZeneca.

“Dosis ketiga akan efektif untuk banyak vaksin yang telah kita uji dan dalam banyak kombinasi berbeda,” kata Profesor Saul Faust, pakar imunologi  Universitas Southampton dan kepala penelitian, kepada awak media.

Penelitian itu memperlihatkan bahwa satu dosis penuh atau setengah dosis Pfizer atau satu dosis penuh Moderna memberikan dorongan yang sangat efektif terhadap kadar antibodi dan sel T pada penerima vaksin Pfizer atau AstraZeneca.

Pemberian dosis booster v​​​​​​aksin AstraZeneca, Novavax, Johnson & Johnson dan Curevac meningkatkan antibodi, meskipun pada tingkatan kecil, pada penerima vaksin apapun.

Namun, meskipun vaksin Valneva mendorong kadar antibodi pada penerima vaksin AstraZeneca, hal itu tidak terlihat jika diberikan sebagai booster pada penerima vaksin Pfizer.

Penelitian itu juga menemukan suntikan booster membantu pembentukan respons sel T secara luas untuk melawan varian Beta dan Delta yang mungkin akan berperan penting dalam perlindungan jangka panjang.

“Respons sel T tampaknya bertambah untuk melawan semua varian yang memberi kita harapan bahwa varian virus itu kemungkinan bisa ditangani dengan vaksin terbaru, termasuk untuk mengurangi kasus rawat inap dan kematian...” kata Fraust.

Penelitian tersebut dilakukan sebelum Omicron menyebar secara global, tetapi Fraust mengatakan telah mengirimkan sampel kepada Badan Keamanan Kesehatan Inggris untuk penelitian tentang varian yang diwaspadai itu.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Empat negara Eropa desak Israel setop pemukiman di Yerusalem Timur
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:54 WIB
Menteri luar negeri Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol mendesak Israel untuk menghentikan pembangu...
Senat Prancis setujui langkah pembatasan terbaru, kartu vaksinasi
Jumat, 14 Januari 2022 - 14:46 WIB
Senat Prancis pada Kamis (14/1) menyetujui langkah-langkah pembatasan terbaru pemerintah untuk menga...
Presiden EU dorong peningkatan kuota perempuan di dewan perusahaan
Kamis, 13 Januari 2022 - 11:26 WIB
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen akan mengupayakan langkah baru untuk meningkatkan keterw...
Ketua parlemen Uni Eropa sakit parah di rumah sakit
Selasa, 11 Januari 2022 - 10:35 WIB
Presiden Parlemen Uni Eropa David Sassoli dirawat di rumah sakit di Italia sejak 26 Desember karena ...
Istana Kensington rilis foto terbaru Kate Middleton
Minggu, 09 Januari 2022 - 21:10 WIB
Untuk memperingati hari ulang tahun Kate Middleton pada 9 Januari, Istana Kensington merilis tiga po...
Jerman bujuk warga untuk divaksin dengan domba `jarum suntik`
Rabu, 05 Januari 2022 - 14:07 WIB
Seorang juru kampanye Jerman berharap daya tarik emosional dari 700 domba yang membentuk gambar jaru...
Inggris janjikan Rp 2 triliun bantu negara rentan atasi Omicron
Kamis, 30 Desember 2021 - 10:20 WIB
Inggris menjanjikan bantuan darurat sebesar 105 juta pound (sekitar Rp2 triliun) untuk membantu nega...
Mulai 31 Desember Paris wajibkan masker di luar rumah
Kamis, 30 Desember 2021 - 10:09 WIB
Pemerintah Paris akan mewajibkan pemakaian masker di luar rumah mulai 31 Desember, demikian otoritas...
Spanyol percepat masa isolasi jadi 7 hari
Kamis, 30 Desember 2021 - 09:34 WIB
Otoritas Spanyol pada Rabu (29/12) mempercepat masa isolasi COVID-19 dari 10 menjadi 7 hari, kata Ke...
Mendagri Inggris: Pelaku pelecehan rasis dilarang hadiri pertandingan
Minggu, 26 Desember 2021 - 16:51 WIB
Orang yang dinyatakan bersalah melakukan pelecehan rasisme secara online terhadap pemain sepak bola ...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI