Rupiah jelang akhir pekan diprediksi masih melemah
Elshinta
Jumat, 03 Desember 2021 - 09:59 WIB |
Rupiah jelang akhir pekan diprediksi masih melemah
Ilustrasi: Rupiah sedang dihitung petugas penukaran uang (ANTARA FOTO)

Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta jelang akhir pekan diprediksi masih akan melemah dibayangi sentimen percepatan tapering oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).

Rupiah pagi ini bergerak melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.413 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.398 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah masih berpotensi dalam tekanan pelemahan terhadap dolar AS hari ini," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut Ariston, pasar kelihatannya masih belum lepas dari sentimen percepatan tapering AS yang menarik likuiditas dolar di pasar sehingga dolar berpotensi menguat.

Semalam, data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS menunjukkan hasil yang lebih bagus dari ekspektasi, yang artinya pengangguran mulai berkurang.

"Data ketenagakerjaan yang membaik ditambah kenaikan inflasi yang melebihi target 2 persen, mendukung pertimbangan percepatan pengetatan moneter di AS," ujar Ariston.

Selain itu, lanjut Ariston, pasar juga mengkhawatirkan varian COVID-19 baru Omicron yang bisa menjadi pencetus gelombang pandemi baru.

"Kekhawatiran ini mendorong pelaku pasar keluar dari aset berisiko seperti rupiah," kata Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi bergerak melemah ke arah Rp14.450 per dolar AS dengan potensi penguatan di kisaran Rp14.350 per dolar AS.

Pada Kamis (2/12)  rupiah ditutup melemah 51 poin atau 0,36 persen ke posisi Rp14.398 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.347 per dolar AS.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
29 Mei 2006: Lumpur panas meyembur di pemukiman warga
Minggu, 29 Mei 2022 - 06:00 WIB
Hari ini, tepatnya pada 29 Mei 2006 silam, pertama kali Lumpur Lapindo dari tanah wilayah Timur Jaw...
NFA dorong penguatan harga gula di tingkat petani maupun konsumen
Minggu, 29 Mei 2022 - 00:11 WIB
Badan Pangan Nasional  atau National Food Agency (NFA) mendorong penguatan harga gula di tingkat pe...
Lemkapi: `Yellow Notice` anak Ridwan Kamil bentuk kehadiran negara
Sabtu, 28 Mei 2022 - 22:47 WIB
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan mengataka...
Aceh jadi provinsi pertama jadikan Gesits kendaraan operasional Pemda
Sabtu, 28 Mei 2022 - 22:11 WIB
Direktur Utama PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) M. Samyarto mengatakan Aceh menjadi provinsi perta...
Desa Cisayong ubah bekas lahan sampah jadi lapangan bola internasional
Sabtu, 28 Mei 2022 - 21:47 WIB
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengembangkan eks lahan...
Belasan mobil hias meriahkan Surabaya Vaganza 2022
Sabtu, 28 Mei 2022 - 20:55 WIB
Belasan mobil hias meriahkan Pawai Bunga dan Budaya atau Surabaya Vaganza 2022 dalam rangka Hari Jad...
PHRI sambut baik pelonggaran penggunaan masker
Sabtu, 28 Mei 2022 - 19:57 WIB
Pelonggaran masker berdampak baik bagi peningkatan okupansi hotel dan restoran di Salatiga, Jawa Ten...
Apkasi diyakini bisa tingkatkan kerja sama antara daerah
Sabtu, 28 Mei 2022 - 19:46 WIB
Plt Bupati Langkat Syah Afandin menghadiri rapat kerja daerah (Rakerda) Asosiasi Pemerintah Kabupate...
Elpi: Eril sempat teriak `help` sebelum hanyut terseret arus di Swiss
Sabtu, 28 Mei 2022 - 19:34 WIB
Pihak keluarga besar Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil yang diwakili oleh Elpi Nazmuzaman (adik kan...
Keluarga kabarkan kondisi Ridwan Kamil di Swiss baik
Sabtu, 28 Mei 2022 - 18:37 WIB
Pihak keluarga besar Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil yang diwakili adik kandung Elpi Nazmuzaman ...
InfodariAnda (IdA)