Remaja perlu lewati masa pubertas tanpa `baper`
Elshinta
Jumat, 03 Desember 2021 - 09:35 WIB |
Remaja perlu lewati masa pubertas tanpa `baper`
Ilustrasi remaja (Pixabay)

Elshinta.com - Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Tara de Thouars, BA, M.Psi berpendapat, penting bagi para remaja untuk bisa melewati masa pubertas dengan perilaku yang positif dan tanpa terganggu emosinya (terbawa perasaan) atau baper.

"Penting bagi remaja untuk bisa melewati masa pubertas dengan attitude yang positif dan tanpa ‘baper’, agar bisa menemukan purpose serta menjadi versi terbaik dari diri mereka,” kata dia dalam siaran persnya, dikutip Jumat.

Tara merujuk teori psikologi perkembangan “Erikson’s 8 stages of psychosocial development” mengungkapkan, masa remaja menjadi masa pencarian identitas diri.

Pada masa ini, remaja memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi independen dari keluarga, membentuk body image yang positif, diakui dan diterima oleh lingkungan sosial, serta benar-benar membentuk identitas yang sesuai.

Oleh karena itu, penting sekali bagi remaja untuk bisa diterima, diakui, dan menjadi bagian dari lingkungan sosialnya.

“Sebaliknya, isu-isu seperti perundungan, penolakan, dan juga penilaian negatif dari lingkungannya menjadi hal yang dapat sangat mengganggu emosinya atau dalam istilah lain, ‘baper’," kata Tara.

Tidak hanya itu, para remaja juga jadi bisa mengalami role confusion. Kondisi ini membuat remaja menjadi tidak bisa menampilkan potensinya secara maksimal, tidak percaya diri, dan menghambat perkembangan secara keseluruhan.

"Apalagi memasuki masa puber yang ditandai dengan menstruasi, secara biologis remaja perempuan pasti mengalami perubahan hormon yang dapat mempengaruhi mood," tutur Tara.

Selebritas Beby Tsabina, termasuk sosok yang juga mendapat komentar negatif. Menurut dia, terutama pada masa menstruasi, hal ini bisa membuatnya baper.

"Untungnya, aku selalu mendapatkan support dari orang-orang di sekitarku. Selain itu, untuk membantuku stay positive serta tetap nyaman seharian," kata Brand Ambassador salah satu produk sanitary napkin itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
`Gaslighting`, kekerasan psikis dalam hubungan tak sehat
Rabu, 19 Januari 2022 - 10:31 WIB
Dalam sebuah hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship, ada kalanya seseorang menjadi korba...
Tingkatkan pelayanan kesehatan, RSUDPA Boyolali tambah tiga gedung pelayanan 
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:24 WIB
Upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal, Rumah Sakit Umum Daerah Pan...
Cara atasi jerawat anti rumit dengan produk lokal
Selasa, 18 Januari 2022 - 11:11 WIB
Pembahasan mengenai kesehatan kulit terutama wajah dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkat...
Ahli: Kekurangan cairan dapat terlihat dari kesehatan kulit
Minggu, 16 Januari 2022 - 06:01 WIB
Ahli nutrisi dari Herbalife Nutrition Aria Novitasari mengatakan kekurangan cairan dalam tubuh atau ...
Mitos tentang inhaler bagi penderita asma
Jumat, 14 Januari 2022 - 16:47 WIB
Para penderita asma tentu tidak asing dengan inhaler, bahkan sebagian besar selalu menyimpannya di d...
Dokter: Kebersihan gigi dan mulut cegah risiko komplikasi penyakit
Jumat, 14 Januari 2022 - 11:27 WIB
Kebersihan gigi dan mulut selain menjadi refleksi kesehatan tubuh secara umum ternyata juga sangat b...
Shahnaz Haque bilang jangan takut pada pengobatan kanker ovarium
Kamis, 13 Januari 2022 - 22:07 WIB
Selebritas sekaligus Duta Peduli Kanker Ovarium, Shahnaz Haque mengajak para perempuan tidak takut p...
Penderita diabetes wajib kontrol asupan gula untuk cegah kebutaan
Kamis, 13 Januari 2022 - 20:07 WIB
Penderita diabetes melitus diwajibkan mengontrol asupan gula yang masuk ke dalam tubuh demi mencegah...
Kanker ovarium stadium awal tak bergejala tapi bisa diidentifikasi
Kamis, 13 Januari 2022 - 19:19 WIB
Kanker ovarium tak memunculkan gejala pada stadium awal, sehingga salah satu upaya demi menemukan ka...
Mengenal perbedaan antara intoleransi laktosa dan alergi susu sapi
Kamis, 13 Januari 2022 - 15:00 WIB
Ahli gizi dr. Arif Sabta Aji, S.Gz mengatakan kondisi intoleransi laktosa tidak bisa disamakan denga...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI