Dokter sarankan konsumsi serat dan Jangan mengejan agar tak kena wasir
Elshinta
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:35 WIB |
Dokter sarankan konsumsi serat dan Jangan mengejan agar tak kena wasir
Ilustrasi WC (Pixabay)

Elshinta.com - Dokter spesialis bedah dari Universitas Udayana, dr. Heru Sutanto K, SpB menyarankan Anda tidak mengejan saat buang air besar (BAB) agar tidak wasir tak muncul yang bisa ditandai keluarnya benjolan di anus.

Mengejan biasanya dilakukan seseorang saat mengeluarkan feses atau kotoran yang keras. Agar ini tak terjadi, Heru menyarankan Anda melakukan gaya hidup sehat termasuk konsumsi makanan mengandung serat, mengurangi daging merah.

"Jangan mengejan, kuncinya (agar tak kena wasir)," kata dr. Heru Sutanto K, SpB dalam sebuah webinar kesehatan, Kamis. 

"Kalau kita makan serat, sayuran tidak tercerna masuk ke usus besar berusaha mengimbangi efek penyerapan air oleh usus besar sehingga konsistensi feses lembek tidak keras," tutur dia.

Selain itu, berusahalah mencukupi kebutuhan air minum harian yang juga bermanfaat demi mencegah terkena dehidrasi.

Menerapkan gaya hidup sehat lain seperti rutin berolahraga 30 menit sehari minimal 5 kali per minggu, mengurangi duduk, menghindari kondisi obesitas juga berperan membantu Anda agar tak terkena wasir.

Wasir atau ambeien disebabkan adanya kelainan atau pembesaran pembuluh darah di usus besar bagian akhir atau anus. Lemahnya pembuluh darah dan gangguan otot di sekitar pembuluh darah bisa juga menjadi penyebabnya.

Dari sisi derajat, secara umum tahap awal atau derajat satu ditandai tak ada benjolan yang keluar dan semata BAB berdarah. Pada derajat dua, pasien mengeluh ada benjolan tetapi dapat masuk lagi.

Derajat tiga yakni ada benjolan saat BAB yang bisa masuk kembali tetapi dipaksa menggunakan tangan. Sementara pada derajat empat benjolan tidak bisa masuk dan derajat lima selain benjolan tidak bisa masuk juga ada rasa nyeri.

Pilihan pengobatan disesuaikan pada keparahan kondisi. Pada derajat satu bisa minimal invasif, obat dan perbaikan gaya hidup. Derajat dua peran obat lebih tinggi, derajat tiga dan empat mulai dipikirkan minimal invasif sementara pada derajat lima pengobatannya berupa operasi terbuka untuk mengambil seluruh benjolan.

Di sisi lain, pada mereka yang terkena wasir, terkadang juga merasa gatal pada anus. Kondisi ini bisa diatasi dengan pemberian salep untuk menghilangkan gejala gatal, sekaligus mengurangi inflamasi sehingga pembuluh darah diharapkan mengecil dan keluhan berkurang.

"Obat bisa diberikan pada wasir yang tahap awal. Angka kekambuhannya cukup tinggi. Obat minum sama, dia berfungsi membuat pembuluh darah lebih lancar, pembuluh darah diperbaiki, inflamasi berkurang. Obat seperti ini pada beberapa kasus bisa sembuh tetapi sayangnya tidak setinggi itu," kata Heru.

Menurut Heru, kehamilan menjadi faktor risiko wasir. Tetapi pada kebanyakan kasus, setelah wanita melahirkan maka ambeien menutup sendiri karena tekanan berkurang, misalnya karena memang anatomi tubuh normal ambeiennya jadi menghilang.

Selain itu, bawaan kondisi tubuh seperti struktur anatomi yang lemah seperti pembuluh darah mudah pecah atau katup di dalam pembuluh darah lemah, pola makan tak sehat, gaya hidup tidak aktif juga bisa menjadi faktor risiko.

Usia juga menjadi faktor risiko wasir karena semakin tua usia, semakin lemah otot-otot di bawah maka pembuluh darah pun lemah sehingga membesar. Selain itu, obesitas karena menyebabkan otot-otot bagian bawah sering berkontraksi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
`Gaslighting`, kekerasan psikis dalam hubungan tak sehat
Rabu, 19 Januari 2022 - 10:31 WIB
Dalam sebuah hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship, ada kalanya seseorang menjadi korba...
Tingkatkan pelayanan kesehatan, RSUDPA Boyolali tambah tiga gedung pelayanan 
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:24 WIB
Upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal, Rumah Sakit Umum Daerah Pan...
Cara atasi jerawat anti rumit dengan produk lokal
Selasa, 18 Januari 2022 - 11:11 WIB
Pembahasan mengenai kesehatan kulit terutama wajah dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkat...
Ahli: Kekurangan cairan dapat terlihat dari kesehatan kulit
Minggu, 16 Januari 2022 - 06:01 WIB
Ahli nutrisi dari Herbalife Nutrition Aria Novitasari mengatakan kekurangan cairan dalam tubuh atau ...
Mitos tentang inhaler bagi penderita asma
Jumat, 14 Januari 2022 - 16:47 WIB
Para penderita asma tentu tidak asing dengan inhaler, bahkan sebagian besar selalu menyimpannya di d...
Dokter: Kebersihan gigi dan mulut cegah risiko komplikasi penyakit
Jumat, 14 Januari 2022 - 11:27 WIB
Kebersihan gigi dan mulut selain menjadi refleksi kesehatan tubuh secara umum ternyata juga sangat b...
Shahnaz Haque bilang jangan takut pada pengobatan kanker ovarium
Kamis, 13 Januari 2022 - 22:07 WIB
Selebritas sekaligus Duta Peduli Kanker Ovarium, Shahnaz Haque mengajak para perempuan tidak takut p...
Penderita diabetes wajib kontrol asupan gula untuk cegah kebutaan
Kamis, 13 Januari 2022 - 20:07 WIB
Penderita diabetes melitus diwajibkan mengontrol asupan gula yang masuk ke dalam tubuh demi mencegah...
Kanker ovarium stadium awal tak bergejala tapi bisa diidentifikasi
Kamis, 13 Januari 2022 - 19:19 WIB
Kanker ovarium tak memunculkan gejala pada stadium awal, sehingga salah satu upaya demi menemukan ka...
Mengenal perbedaan antara intoleransi laktosa dan alergi susu sapi
Kamis, 13 Januari 2022 - 15:00 WIB
Ahli gizi dr. Arif Sabta Aji, S.Gz mengatakan kondisi intoleransi laktosa tidak bisa disamakan denga...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI