IISIA: Industri baja harus dukung pemerintah menuju nol karbon
Elshinta
Selasa, 30 November 2021 - 15:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
IISIA: Industri baja harus dukung pemerintah menuju nol karbon
Sumber foto: https://bit.ly/3xKp7MU/elshinta.com.

Elshinta.com - Vice Chairman Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), Kimin Tanoto mengatakan, industri baja nasional harus mendukung Pemerintah agar memenuhi kesepakatan Paris dalam mengurangi emisi karbon hingga nol persen pada 2060. Demikian disampaikan Kimin, pada webinar Steel Decarbonization: Technologies & Costs yang digelar Kantor Berita Bloomberg.

“Kita perlu sadar dan melakukan aksi nyata untuk lingkungan. Kita perlu berubah dan bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan kita,” tegas Kimin, yang juga Komisaris emiten baja PT Gunung Raja Paksi, Tbk.

Menurut Kimin, industri baja merupakan satu dari banyak industri yang harus diarahkan agar lebih ramah lingkungan dan mengusung prinsip-prinsip keberlanjutan. Pasalnya, teknologi yang digunakan terbilang usang dan tidak ramah lingkungan.  

“Industri besi baja di Indonesia masih banyak menggunakan teknologi lama sehingga karbon emisi CO2 akan berdampak terhadap lingkungan. Kita harus mendukung komitmen Pemerintah yang tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC),” tambah Kimin. 

Kimin mengingatkan, pada 22 Juli 2021, Indonesia mengajukan pembaruan NDC. Dalam pembaruan tersebut, Indonesia berkomitmen bahwa pada 2030 akan mengurangi emisi 29 persen tanpa syarat secara business-as-usual (BAU) serta pengurangan emisi 41 persen bersyarat di bawah BAU yang sama. 

“Kita perlu sadar dan melakukan aksi nyata untuk lingkungan. Kita perlu berubah dan bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan kita,” kata Kimin. 

Terkait itulah, Kimin berharap agar industri baja turut berkontribusi. Perusahaan baja nasional, imbuhnya, perlu bekerja sama dengan Pemerintah dalam menyusun peta jalan (roadmap) untuk low emisson carbon  menuju 2030. “Untuk itu, juga perlu masukan komprehensif dari semua pemangku jabatan sehingga roadmap yang kita sepakati dapat dilaksanakan dengan baik dan bertanggung jawab,” pungkas Kimin. 

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, mengapresiasi komitmen IISIA untuk mengurangi emisi karbon. Menurut dia, upaya tersebut harus mendapat dukungan dari Pemerintah dan juga industri-industri lain. 

“Komitmen ini harus didukung pemerintah, misal dengan memberikan insentif fiskal dan non-fiskal. Sehingga, apa yang dilakukan industri baja bisa menular ke industri lain untuk bersama-sama berkomitmen mengurangi emisi karbon,” kata Bhima. 
 
Bhima menilai, komitmen kalangan industri baja akan meningkatkan daya saing. Sebab, upaya pengurangan emisi karbon, bisa membuat proses produksi, mulai dari hulu hingga hilir bisa lebih efisien. “Upaya ini tentunya akan berdampak terhadap efisiensi biaya produksi sehingga produk yang dihasilkan semakin memiliki daya saing,” tutup Bhima.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BRIN: Anggrek kantung terancam kelestariannya di Indonesia
Kamis, 20 Januari 2022 - 13:38 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan dua penyebab utama yang mengancam kelestarian ang...
Satgas Yonif RK 751/VJS dan santri `sulap` lahan kosong jadi kebun sayur
Senin, 17 Januari 2022 - 14:45 WIB
Pesantren Al-Istiqomah merupakan lembaga pendidikan Islam yang berada di Papua tepatnya di Distrik W...
Pemerintah Kota Bandarlampung segera perbaiki drainase di titik-titik rawan banjir
Senin, 17 Januari 2022 - 13:55 WIB
Pemerintah Kota Bandarlampung di Provinsi Lampung berencana memperbaiki drainase di 20 titik yang r...
 Legislator minta Pemko Medan serius atasi masalah sampah
Senin, 17 Januari 2022 - 11:34 WIB
Anggota DPRD Medan, Wong Chun Sen Tarigan meminta Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara memberikan s...
Legislator minta Pemkot Medan lebih tanggap soal permasalahan sampah 
Minggu, 16 Januari 2022 - 16:35 WIB
Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor merespon keluhan warga dalam penanganan sampah yang be...
Jurnalis, mahasiswa dan komunitas tanam 1.000 bibit mangrove di Pantai Merdeka
Sabtu, 15 Januari 2022 - 18:55 WIB
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumatera Utara Yudhistira Adinugraha melepas kegiatan sepeda sant...
 Legislator minta akar pohon saluran parit di Jalan Sei Agul, Medan segera dipotong
Selasa, 11 Januari 2022 - 18:11 WIB
Anggota DPRD Medan, Antonius Tumanggor meminta agar akar pohon yang menggangu saluran drainase agar ...
 DPRD Medan: Image jumpa pohon `ngelak` bagi pejalan kaki harus diubah
Selasa, 11 Januari 2022 - 16:05 WIB
Medan sebagai Ibukota Provinsi Sumatra Utara harus berbenah dalam penataan kota seperti Magelang mau...
Satgas Yonif 126/KC ajak siswa siswi SD bersihkan lingkungan sekolah
Selasa, 11 Januari 2022 - 13:04 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG dari Yonif 126/KC mengajak pelajar SD YP...
 Bupati Kudus: Tindak oknum pengeksploitasi air Muria
Selasa, 11 Januari 2022 - 11:37 WIB
Bupati Kudus, Jawa  Tengah Hartopo akan menindak oknum pengeksploitasi air Muria. Pernyataan terseb...
InfodariAnda (IdA)