KNKT ungkap penyebab kecelakaan di jalan tol karena kelelahan sopir
Elshinta
Selasa, 30 November 2021 - 17:56 WIB |
KNKT ungkap penyebab kecelakaan di jalan tol karena kelelahan sopir
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengungkapkan penyebab terjadinya kecelakaan di jalan tol sering diakibatkan oleh sopir yang kelelahan.

"Banyak kecelakaan di jalan tol itu dikarenakan sopir mengalami fatigue (kelelahan) dan mengantuk," kata Soerjanto dalam diskusi "Keselamatan Jalan Tol" di Jakarta, Selasa (30/11).

Soerjanto mengatakan berdasarkan catatan umumnya kecelakaan terjadi dalam rentang waktu pukul 00.00 WIB dini hari hingga pukul 13.00 WIB siang.

Meskipun demikian, ada dua fase waktu pengendara biasanya mengalami rasa kantuk saat berkendara di jalan tol, yakni dari jam 00.00 WIB sampai dini hari, dan dari jam 10.00 WIB pagi sampai jam 13.00 WIB.

Menurut dia, dalam rentang waktu tersebut berpotensi adanya penurunan kewaspadaan pengendara sehingga menyebabkan micro sleep.

"Berdasarkan statistik ini paling sering jam sepuluh pagi sampai satu siang karena mengantuk," ujarnya.

Soerjanto mengimbau kepada pada pengendara, khususnya yang tengah melakukan perjalanan jarak jauh untuk lebih jujur pada diri sendiri apabila mengalami kelelahan.

Ia menyarankan para pengendara untuk beristirahat di rest area terdekat, guna menghindari kecelakaan.

"Banyak pengendara yang minum minuman energi agar lebih segar, padahal kalau sudah lelah dan mengantuk itu obatnya tidur," tegasnya.

Ia menambahkan pihaknya juga menyarankan untuk dibentuknya rest area, yang benar-benar nyaman untuk dipakai para pengendara sebagai tempat istirahat.

Dengan adanya tempat peristirahatan tersebut terbukti bisa mengurangi angka kecelakaan di jalan tol.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 LAZiS Jateng raih penghargaan Program Pendayagunaan ZIS Terbaik Baznas Award 2022
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:07 WIB
AZiS Jateng mendapatkan penghargaan dalam ajang BAZNAS Award 2022 dalam kategori Program Pendayaguna...
IHSG diprediksi menguat seiring arahan positif dari bursa Eropa
Selasa, 18 Januari 2022 - 10:54 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa diprediksi menguat, seirin...
IHSG Selasa dibuka menguat 9,91 poin
Selasa, 18 Januari 2022 - 10:23 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat 9,91 poin
Rupiah Selasa pagi menguat 8 poin
Selasa, 18 Januari 2022 - 10:00 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 8 poin
Produksi perikanan tangkap di Cilacap turun akibat cuaca buruk
Senin, 17 Januari 2022 - 16:24 WIB
Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengalami penurunan pada 2021 akibat s...
Presiden : Industri hijau Kaltara akan buat RI diperhitungkan dunia
Senin, 17 Januari 2022 - 16:12 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Kawasan Industri (KI) hijau di Kalimantan Utara (Kaltara) d...
Bulog targetkan serap 4,14 juta ton beras di triwulan I 2022
Senin, 17 Januari 2022 - 15:55 WIB
Perum Bulog menargetkan penyerap gabah dan beras hasil produksi petani sebanyak 4,14 juta ton pada t...
Pedagang di Pasar Sederhana Bandung senang bisa mendapat bantuan pemerintah
Senin, 17 Januari 2022 - 15:23 WIB
Beberapa pedagang di Pasar Sederhana di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, menyampaikan kegembiraan ...
BI: Utang luar negeri RI turun 5,9 miliar dolar AS per November
Senin, 17 Januari 2022 - 11:45 WIB
Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia turun 5,9 miliar dolar AS pada Novemb...
Rupiah Senin pagi melemah 24 poin
Senin, 17 Januari 2022 - 10:07 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi melemah 24 poin
InfodariAnda (IdA)