Anies minta Menaker tinjau ulang formula penetapan UMP
Elshinta
Senin, 29 November 2021 - 13:47 WIB |
Anies minta Menaker tinjau ulang formula penetapan UMP
Sejumlah buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta menuntut revisi penetapan UMP 2022, Senin (29/11/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Elshinta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah untuk meninjau ulang formula penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022.

"Kami mengusulkan dan mengharapkan kepada Ibu Menteri untuk dapat meninjau kembali formula penetapan UMP sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan," demikian keterangan Anies melalui surat kepada Menaker yang salinannya diterima wartawan di Jakarta, Senin.

Menurut dia, usulan peninjauan formula penetapan UMP itu agar dapat memenuhi asas keadilan dan hubungan industrial yang harmonis, sehingga kesejahteraan pekerja atau buruh dapat terwujud.

Permintaan Anies itu dituangkan dalam surat kepada Menaker pada 22 November 2021 terkait usulan peninjauan kembali formula penetapan UMP.

Dalam surat itu, Anies menjelaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharuskan untuk menerapkan penghitungan UMP sama persis atau sesuai dengan formula Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021yang dituangkan kembali menjadi Keputusan Gubernur Nomor 1395 tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2022.

Kemudian, Pemprov DKI diharuskan untuk menetapkan/mengumumkan sebelum tanggal 21 November 2021.

Keputusan Gubernur itu, lanjut dia, dibuat semata-mata agar tidak melanggar ketentuan di atas.

"Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat ada ketidaksesuaian dan tidak terpenuhinya rasa keadilan antara formula penetapan UMP dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan kondisi senyatanya di lapangan," katanya.

Berdasarkan formula dari Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021, kenaikan UMP di DKI Jakarta tahun 2022 hanya sebesar Rp37.749 atau 0,85 persen menjadi Rp4.453.935 per bulan.

Kenaikan yang hanya sebesar Rp38 ribu itu dirasa amat jauh dari layak dan tidak memenuhi asas keadilan, mengingat peningkatan kebutuhan hidup pekerja atau buruh terlihat dari inflasi di DKI Jakarta yaitu sebesar 1,14 persen.

Sebagai informasi, dalam kurun waktu enam tahun terakhir rata-rata kenaikan UMP DKI Jakarta adalah sebesar 8,6 persen yakni pada 2016 sebesar 14,8 persen, kemudian pada 2017 sebesar 8,2 persen, 2018 sebesar 8,7 persen, 2019 sebesar 8 persen, 2020 mencapai 8,5 persen dan 2021 sebesar 3,2 persen.

Selain itu, lanjut dia, terdapat dinamika pertumbuhan ekonomi yang tidak semua sektor lapangan usaha pada masa pandemi COVID-19 mengalami penurunan.

Sebagian sektor bahkan mengalami peningkatan misalnya sektor transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial berdasarkan data BPS DKI Jakarta Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2021.

Sedangkan, kata Anies, Provinsi DKI Jakarta merupakan satu-satunya provinsi yang tidak memiliki Upah Minimum Kabupaten/Kota sehingga Upah Minimum Provinsi menjadi ketetapan final yang berlaku di semua wilayah kota/kabupaten.

"Sementara belum ada formula penetapan UMP yang baru, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan kaji ulang penghitungan UMP 2022 dan pembahasan kembali dengan semua 'stakeholder' untuk menyempurnakan dan merevisi Keputusan Gubernur dimaksud agar prinsip keadilan bisa dirasakan," tulis Anies.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wagub DKI janji tetap berjuang hadapi Omicron yang tembus 1.000 kasus
Sabtu, 22 Januari 2022 - 19:56 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berjanji bersama pemerintah pusat tetap berjuang mengh...
Ketua DPRD minta Pemkab Tangerang lakukan langkah konkret atasi banjir
Sabtu, 22 Januari 2022 - 17:35 WIB
Banjir yang terjadi di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Tangerang merupakan pengalaman dari ta...
Polda Metro siapkan sembilan titik Samsat Keliling di Jadetabek
Sabtu, 22 Januari 2022 - 09:35 WIB
Polda Metro Jaya telah menyiapkan sembilan titik layanan Samsat Keliling untuk memfasilitasi masyara...
Anies desain taman samping sungai sebagai lahan `parkir` luapan air
Sabtu, 22 Januari 2022 - 09:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya mendesain taman berada di samping sungai seb...
Wagub DKI yakini semua pejabat DKI paham ketentuan pengadaan lahan
Sabtu, 22 Januari 2022 - 07:01 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meyakini semua pejabat di Pemerintah Provinsi DKI Jaka...
Periset: Kepuasan publik terhadap kinerja Anies capai 33,8 persen
Sabtu, 22 Januari 2022 - 06:15 WIB
Periset Nusantara Strategic Network (NSN) Riandi menyebutkan, meskipun menggenjot pembangunan fasili...
BMKG perkirakan hujan guyur DKI Jakarta pada Sabtu
Sabtu, 22 Januari 2022 - 06:01 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan DKI Jakarta akan diguyur hujan den...
Satgas: 2.604 kasus baru COVID-19, DKI laporkan penambahan terbesar
Sabtu, 22 Januari 2022 - 00:19 WIB
Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami penambahan setelah 2.604 orang terkonfirmasi positif dengan DK...
Polda Metro Jaya belum wacanakan peniadaan ganjil-genap
Sabtu, 22 Januari 2022 - 00:07 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya hingga saat ini belum ada komunikasi dengan Pemerintah Provi...
GOR Ciracas Jakarta Timur disiapkan jadi lokasi turnamen ketapel
Jumat, 21 Januari 2022 - 22:31 WIB
Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas Jakarta Timur disiapkan menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen ol...
InfodariAnda (IdA)