KPK bersiap lawan permohonan kasasi Edhy Prabowo
Elshinta
Senin, 29 November 2021 - 13:25 WIB |
KPK bersiap lawan permohonan kasasi Edhy Prabowo
Dokumentasi - Terpidana mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (tengah) berjalan keluar usai menjalani sidang vonis di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/7/2021) . (ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc.)

Elshinta.com - Tim jaksa KPK mempersiapkan dokumen untuk melawan permohonan kasasi yang diajukan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam perkara dugaan penerimaan suap terkait ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, benar, bahwa terdakwa Edhy Prabowo mengajukan upaya hukum kasasi ke MA. Selanjutnya tim jaksa KPK akan menyusun kontra memori kasasi sebagai bantahan atas dalil dan argumentasi terdakwa dimaksud," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin.

Dengan pengajuan kasasi tersebut, status hukuman Edhy Prabowo saat ini belum memiliki kekuatan hukum tetap.

"Kami meyakini independensi dan profesionalitas majelis hakim di tingkat MA yang akan memutus perkara dengan seadil-adilnya dan mempertimbangkan seluruh aspek sesuai kaidah-kaidah hukum," tambah Ali.

KPK, menurut Ali, masih meyakini korupsi sebagai "extra ordinary crime" sehingga memberikan dampak buruk yang nyata dirasakan masyarakat luas dan menghambat pemulihan ekonomi nasional.

"Sehingga butuh komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam upaya bersama pemberantasan korupsi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing," tambah Ali.

Edhy Prabowo dijatuhi hukuman 9 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 21 Oktober 2021.

Politikus Partai Gerindra tersebut juga dihukum untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp9.687.457.219 dan 77 ribu dolar AS dengan memperhitungkan uang yang telah dikembalikan dan bila tidak dibayar harta bendanya akan disita dan dilelang, dan bila harta benda tidak cukup maka harus dipidana selama 3 tahun penjara.

Putusan banding itu memperberat hukuman bagi Edhy Prabowo di tingkat pertama. Pada 15 Juli 2021, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp400 juta subisider 6 bulan kurungan.

Putusan di tingkat banding juga lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menuntut agar Edhy Prabowo divonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim di tingkat banding menyatakan memori banding yang diajukan penasihat hukum Edhy tidak ditemukan hal-hal baru yang dapat melemahkan atau membatalkan putusan pengadilan Tipikor dan hanya pengulangan dari apa yang disampaikan sebelumnya.

Dalam perkara ini Edhy terbukti menerima suap senilai 77 ribu dolar AS dan Rp24.625.587.250 dari pengusaha terkait ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jaksa KPK di sidang Azis: Rangkaian kebohongan demi buat bangunan baru
Senin, 24 Januari 2022 - 17:15 WIB
Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut ada kebohongan yang dirangkai menjadi bangunan baru dalam per...
KPK panggil istri Alex Noerdin terkait kasus korupsi Musi Banyuasin
Senin, 24 Januari 2022 - 16:42 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Eliza Alex Noerdin yang merupakan istri mantan Gubernur...
Polres Bantul ungkap kasus pembuatan bakso dari bahan ayam tiren
Senin, 24 Januari 2022 - 16:31 WIB
Jajaran Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengungkap kasus tinda...
Polda Jabar belum berikan penangguhan penahanan Bahar Smith
Senin, 24 Januari 2022 - 15:58 WIB
Polda Jawa Barat menyatakan belum memberikan penangguhan penahanan terhadap Bahar Smith (BS) yang me...
KPK panggil empat saksi kasus korupsi pengurusan DID Tabanan
Senin, 24 Januari 2022 - 15:47 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin memanggil empat saksi dalam penyidikan kasus dugaan korups...
Kebocoran data BI harus jadi desakan kencang RUU PDP disahkan
Senin, 24 Januari 2022 - 15:36 WIB
Kebocoran data Bank Indonesia (BI) dapat terbilang menjadi desakan yang kencang untuk Pemerintah dan...
Jasa Raharja: Santunan kecelakaan Muara Rapak selesai dalam sehari
Senin, 24 Januari 2022 - 13:59 WIB
Direktur Operasional PT Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaika...
KPK amankan dokumen aliran uang terkait kasus di Buru Selatan
Senin, 24 Januari 2022 - 09:11 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen aliran sejumlah uang dan barang elektronik da...
Warga somasi Bupati Kebumen terkait perubahan nama jalan
Senin, 24 Januari 2022 - 08:35 WIB
Pasangan suami istri Achmad Marzoeki dan Yuniati Zainul Khasanah warga Kebumen, Jawa tengah, menyamp...
Polisi selidiki kasus tewasnya lima buruh kopra di dalam kapal
Senin, 24 Januari 2022 - 00:11 WIB
Kepolisian Jambi saat ini masih terus melalukan penyelidikan atas kasus tewasnya lima orang buruh ko...
InfodariAnda (IdA)