Hakim tertawa terbahak-bahak, sidang perkara gigi lengket di baju berubah seperti acara komedi
Elshinta
Minggu, 28 November 2021 - 17:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Hakim tertawa terbahak-bahak, sidang perkara gigi lengket di baju berubah seperti acara komedi
Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.

Elshinta.com - Sidang dugaan penganiayaan dengan terdakwa Barita Sianipar mengundang gelak tawa di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Majelis hakim, Jaksa dan pengunjung tertawa terbahak-bahak seperti sedang menonton acara komedi.

Pasalnya, dalam sidang tersebut belum terungkap bagaimana bisa gigi terdakwa lengket di dada saksi korban Royman Sianipar, sebagaimana termuat dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Saksi verbalisan yakni Mahdalena yang melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa pun turut dihadirkan ke persidangan. Anehnya yang ditanyakan seputar gigi lengket di baju, hakim pun tidak bertanya, kenapa gigi bisa lengket apakah karena ada gigitan lalu gigi lepas dan tinggal di baju. Hakim juga tidak menanyakan saksi gigi asli atau gigi palsu, saksi pun yang merupakan Polisi wanita itu juga tidak menceritakan di depan hakim.

Bahkan anehnya sang Polwan juga selain tidak bisa menceritakan kenapa gigi bisa lengket di baju malah lupa di Polsek mana terdakwa diperiksa.

"Saya periksa terdakwa ini di Polsek Bekasi," katanya namun dibantah terdakwa dan mengaku ia diperiksa bukan di Polsek Bekasi tapi di Polsek Kelapa Gading Jakarta.

Dalam kesaksiannya, Mahdalena mengatakan bahwa selama periksaan ia tidak ada melakukan pemaksaan ataupun pengancaman kepada terdakwa untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Lantas Hakim Ketua Eliwarti mempertanyakan kepada saksi, apakah tidak menanyakan secara detail bagaimana gigi terdakwa bisa lengket di baju korban, sementara terdakwa tidak mengakui pernah mengigit korban.

"Bagaimana bisa giginya lengket di baju korban? di bagian dadanya. Soalnya dia gak mengaku menggigit. Masa enggak saudara tanyakan, mana bisa tiba-tiba lengket begitu saja," kata Hakim seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Minggu (28/11). 

Sontak saja pertanyaan tersebut mengundang gelak tawa pengunjung sidang lainnya. Lantas saksi mengatakan bahwa saat kejadian korban dan terdakwa sempat cekcok dan saling dorong.

"Dia mendekati adiknya untuk minta tandatangan, mereka sempat bersiteru, saling dorong," kata saksi.

Lantas Hakim pun kembali bertanya, bagaimana kronologi detail gigi terdakwa bisa lengket di dada korban.

"Kenapa giginya lengket, tentu harus jelas lah, apakah dia menggigit atau bagaimana, ada saudara tanyakan," tanya hakim.

Lantas saksi menjawab kalau ia sudah menanyakan hal tersebut, namun terdakwa disebut tidak mengakui.

"Ada saya tanya tapi dia gak mengakui," kata saksi.

Usai mendengar keterangan saksi, terdakwa tetap bersikukuh tidak ada menggigit korban, selain itu ia juga membantah hasil visum korban hang menyebut terdapat sejumlah luka di tubuhnya.

Diketahui sebelumnya dalam Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vernando menyebutkan bahwa perkara ini terjadi pada hari Selasa tanggal 16 Oktober 2018 sekira pukul 15.00 WIB.

Terdakwa dan saksi korban Royman Sianipar bertemu di Pengadilan Negeri Medan tepatnya di ruangan sidang cakra 2, yang mana keduanya hendak sidang mengenai harta warisan berupa sebidang tanah. 

"Kemudian pada saat sidang berlangsung Terdakwa mengatakan kepada Ketua Majelis Hakim: “Mohon ijin majelis untuk Saudara Royman menandatangi surat keterangan untuk serah terima status tanah yang sudah saya beli sebelumnya menjadi milik saya'. Namun Majelis Hakim tidak menanggapi permintaan Terdakwa," kata Jaksa.

Lalu, setelah selesai sidang Terdakwa memanggil saksi korban kembali menyuruhnya tandatangan, namun korban menolak.

Lalu kata Jaksa, Terdakwa dengan kedua tangannya menarik kerah baju saksi korban, lalu langsung memukulnya dengan mengepalkan tangan kanannya ke arah pipi sebelah kiri sebanyak dua kali.

"KemudianTerdakwa memiting saksi korban Royman dan menjatuhkannya ke bawah sehingga kepala saksi korban Royman, terbentur ke lantai yang mengakibatkan kepala Royman berdarah. Selanjutnya Terdakwa menggigit dada saksi korban sebelah kanan sehingga saksi korban mengalami luka koyak," ucap Jaksa.

Dikatakan Jaksa, Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 351Ayat (1) KUHPidana.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Palsukan bon minyak Rp7,3 miliar, Kejatisu amankan manager PT TPS
Sabtu, 22 Januari 2022 - 19:22 WIB
Tim Tabur Kejatisu mengamankan  Mantan Manager PT Putra Tunas Sejati (TPS) Meilani (52) yang merup...
Berkas perkara tersangka pengedar narkotika dilimpahkan ke Kejari Aceh  
Sabtu, 22 Januari 2022 - 15:56 WIB
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Aceh Utara menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Taha...
Tiga tersangka kasus dana Covid-19 Samosir penuhi panggilan Kejatisu, 1 absen
Sabtu, 22 Januari 2022 - 15:48 WIB
Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut telah  memanggil empat tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada...
Kejari Belawan tetapkan dua tersangka korupsi pengadaan makan-minum PMKS wargabinaan
Sabtu, 22 Januari 2022 - 15:04 WIB
Tim Penyidik Pidsus Kejari Belawan menetapkan dua tersangka yakni CP dan AS sebagai tersangka kasus ...
 Awal 2022, Kajari Samosir hentikan penuntutan melalui restorative justice
Sabtu, 22 Januari 2022 - 14:45 WIB
Mengawali 2022, Kejari Samosir menghentikan penuntutan perkara penganiayaan dengan pendekatan restor...
Eks Kadinsos Kota Kediri ditetapkan status tersangka dugaan korupsi BPNT 
Sabtu, 22 Januari 2022 - 14:38 WIB
Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Jawa Timur akhirnya menetapkan status tersangka terhadap 2 orang, pela...
Legislator minta restoractive justice dalam kasus Ardi-Nia
Sabtu, 22 Januari 2022 - 13:05 WIB
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Sari Yuliati ikut mengkritisi vonis penjara terh...
Kejaksaan eksekusi mantan Dirut PDAM ke Lapas Tulungagung
Sabtu, 22 Januari 2022 - 08:31 WIB
Kejaksaan Negeri Tulungagung, Jawa Timur, mengeksekusi Djoko Hariyanto, mantan Direktur Utama PDAM ...
Ombudsman sebut Polri berpotensi maladministrasi terkait pelat Arteria
Sabtu, 22 Januari 2022 - 08:15 WIB
Ketua Ombudsman RI Mokh Najih mengatakan ada potensi maladministrasi di kepolisian terkait pelat nom...
Polisi periksa nakes yang diduga suntikkan vaksin kosong ke siswa SD
Sabtu, 22 Januari 2022 - 06:31 WIB
Personel Polda Sumatera Utara memeriksa tenaga kesehatan (nakes) yang diduga menyuntikkan vaksin kos...
InfodariAnda (IdA)