Pemkot bertekad turunkan angka stunting di Kota Magelang
Elshinta
Minggu, 28 November 2021 - 13:44 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 Pemkot bertekad turunkan angka stunting di Kota Magelang
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah bertekad terus menekan jumlah anak penderita stunting di wilayah ini. Upaya pencegahan pun terus dilakukan oleh segenap elemen, tidak hanya dinas terkait tapi juga masyarakat.

Wali Kota Magelang, dr Muhammad Nur Aziz mengatakan, kira kira ada 62 kasus anak stunting di Kota Magelang. Jumlah ini diharap terus berkurang tiap tahun sampai betul-betul nol stunting.

“Bagaimana kita siapkan generasi baru terbaik kalau masih ada stunting. Kalau masih ada stunting, menunjukkan kesehatan di kota tidak bagus. Harus kita tekan sampai nol dengan program-program terbaik,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Minggu (28/11). 

Dokter Aziz menuturkan, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam kurun waktu lama. Hal ini menyebabkan kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.

“Maka, pencegahannya sedini mungkin asupan gizi ke anak harus tercukupi. Adanya Kampung KB ini tentu diharap dapat membantu pencegahan stunting ini. Para relawan saya minta ikut menangani ini dan menjaga agar tercipta keluarga berkualitas,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Intan Suryahati mengaku, optimistis kasus stunting dapat teratasi. Dalam menangani ini, dinasnya tidak sendirian, mengingat masalah stunting bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan semata tapi juga dinas-dinas terkait, termasuk masyarakat.

“Kita kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP4KB). Juga Tim Penggerak PKK dan elemen masyarakat sampai ke tingkat bawah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DP4KB Kota Magelang, Khudoifah mengemukakan, penanganan stunting menjadi salah satu fokus kegiatan di Kampung KB. Disebutkannya, sebesar 20 persen dari anggaran kegiatan di Kampung KB untuk penanganan stunting.

“Bersama-sama kita tekan kasus stunting sampai nol. Dengan adanya Kampung KB ini memang diharapkan dapat membantu menangani kasus stunting ini dengan baik,” ucapnya.

Ia menambahkan, dalam kegiatan One Day Tour Kampung KB ini, dijelaskan terkait Kampung KB Percontohan. Kampung KB Percontohan adalah Kampung KB yang telah memenuhi prasyarat untuk menjadi Kampung KB Percontohan sesuai dengan Panduan Kampung KB Percontohan dan ditujukan untuk menjadi rujukan bagi Kampung KB lain dalam hal pengelolaan dan pengoptimalan segala potensi kampung.

“Indikator keberhasilan kampung ini adalah meningkatnya capaian program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kampung KB, yakni kepesertaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), kepesertaan jumlah keluarga yang aktif dalam Poktan, dan meningkatnya pengetahuan remaja tentang isu-isu kependudukan,” papar Khudoifah. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Hadapi ancaman Omicron, RSUD Kudus kembali siagakan ruang isolasi
Senin, 24 Januari 2022 - 20:18 WIB
Selama empat bulan terakhir, pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loek...
Epidemiolog: Waspadai peningkatan kasus DBD saat musim hujan
Minggu, 23 Januari 2022 - 15:23 WIB
Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Yudhi Wibowo mengingatkan p...
Satgas Yonif 126/KC gandeng Puskesmas Model laksanakan pelayanan Posyandu
Minggu, 23 Januari 2022 - 12:46 WIB
Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif 126/KC bersama Puskesmas Model memberikan pelayanan kesehatan posya...
Tanggap malaria, Satgas Yonif 126/KC beri pengobatan warga perbatasan RI-PNG 
Sabtu, 22 Januari 2022 - 19:44 WIB
Atas perhatian Dansatgas kepada seluruh personel Satgas Yonif 126/KC jangan tanggung-tanggung memban...
Kenali gelaja MIS-C pada anak pasca-positif COVID-19
Jumat, 21 Januari 2022 - 13:15 WIB
Multisystem inflammatory syndrom in children (MIS-C) merupakan kondisi medis ketika bagian organ-or...
Tumor jinak primer tulang bisa ditangani lewat operasi `limb salvage`
Kamis, 20 Januari 2022 - 23:19 WIB
Giant cell tumor yakni tumor jinak primer pada tulang yang memiliki kecenderungan lokal agresif kin...
Kenali risiko pada tubuh bila minum soda setiap hari
Kamis, 20 Januari 2022 - 20:07 WIB
Perpaduan rasa manis, karbonasi dan kafein membuat soda menjadi minuman favorit sebagian orang. Namu...
`Gaslighting`, kekerasan psikis dalam hubungan tak sehat
Rabu, 19 Januari 2022 - 10:31 WIB
Dalam sebuah hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship, ada kalanya seseorang menjadi korba...
Tingkatkan pelayanan kesehatan, RSUDPA Boyolali tambah tiga gedung pelayanan 
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:24 WIB
Upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal, Rumah Sakit Umum Daerah Pan...
Cara atasi jerawat anti rumit dengan produk lokal
Selasa, 18 Januari 2022 - 11:11 WIB
Pembahasan mengenai kesehatan kulit terutama wajah dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkat...
InfodariAnda (IdA)