Dosen UI edukasi warga Bojong Koneng kembangkan keripik jamur
Elshinta
Minggu, 28 November 2021 - 11:15 WIB |
Dosen UI edukasi warga Bojong Koneng kembangkan keripik jamur
Warga Desa Bojong Koneng, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengolah Jamur menjadi keripik MikoQu di bawah bimbingan Universitas Indonesia. (FOTO ANTARA/HO-Humas UI)

Elshinta.com - Dosen di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) Dr Retno Lestari memberikan edukasi kepada warga di Desa Bojong Koneng, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk mengembangkan keripik jamur.

"Kami mengajarkan dan mengajak masyarakat untuk turut aktif melakukan budi daya jamur. Melalui program ini diharapkan dapat membangun potensi Desa Bojong Koneng," katanya dalam keterangan tertulis di Depok, Minggu.

Ia menjelaskan jamur tiram putih memiliki nilai ekonomis tinggi, karena sering dijual sebagai bahan pangan yang sehat dan merupakan alternatif pengganti daging.

Salah satu desa yang menjadi sentra produksi jamur di Kabupaten Bogor adalah Bojong Koneng. Produk olahan jamur yang dikembangkan di sana adalah keripik jamur tiram.

Untuk memperoleh bahan baku jamur, adalah melalui budi daya yang dikembangkan lewat program inovatif mikoponik dengan berfokus pada pemanfaatan limbah agrikultur sebagai media tanam dari salah satu jenis jamur, yaitu jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus).

Budidaya jamur tiram telah diperkenalkan oleh dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) Dr. Retno Lestari, M.Si., melalui program mikoponik pada tahun 2019 lalu di Desa Bojong Koneng, Sentul, Jawa Barat.

Hal itu dilaksanakan sebagai rangkaian dari program pengabdian masyarakat. Ia mengajarkan dan mengajak masyarakat untuk turut aktif melakukan budidaya jamur. Melalui program ini diharapkan dapat membangun potensi Desa Bojong Koneng.

Dosen di Departemen Biologi, FMIPA UI tersebut memperkenalkan produk keripik jamur Desa Bojong Koneng dengan nama MikoQu. Nama tersebut diambil dari program Mikoponik yang mendapat dana hibah dari Program Pengmas Unggulan Perguruan Tinggi (PPMUPT) Kementerian Riset dan Teknologi – Badan Riset dan Inovasi Nasional.

"Program pengabdian masyarakat memilih produk olahan keripik jamur karena tekstur keripik jamur yang crispy, membuat jenis makanan sehat ini banyak disukai orang. Pembuatannya pun sangat sederhana sehingga mudah dibuat oleh para ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar pusat budidaya jamur tiram mikoponik di Desa Bojong Koneng," katanya.

Ia menjelaskan bahwa jamur tiram memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga keripik jamur diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan protein pada masyarakat sebagai pengganti daging. Selain, kaya akan protein, keripik jamur tiram ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi untuk dijual dan dikonsumsi.

Dalam hal ini, tentunya terdapat proses dalam mengolah produk olahan jamur menjadi keripik jamur. Langkah awal dimulai dari mempersiapkan jamur yang telah dipanen dan sudah dibersihkan. Kemudian, jamur dicuci bersih dan dimasukkan masukkan jamur ke dalam air mendidih yang berisi bumbu-bumbu seperti garam, penyedap rasa, dan lain-lain.

Langkah terakhir adalah meniriskan jamur dan memasukkan jamur ke dalam adonan tepung yang sudah disiapkan untuk digoreng di goreng. Namun, untuk meningkatkan kerenyahan, jamur tiram dapat disimpan terlebih dahulu di dalam freezer.

Program pengabdian masyarakat ini, kata  Retno Lestari, memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, memberikan tambahan penghasilan, memberikan alternatif pangan yang terjangkau namun kaya protein, memanfaatkan lahan yang ‘idle’ serta mengoptimalkan limbah kayu di sekitar Desa Bojong Koneng.

Salah satu pengelola kumbung jamur di Desa Bojong Koneng adalah Hadi.

Ia mengatakan bahwa program tersebut menjadi alternatif di tengah pandemi COVID-19, saat permintaan jamur tiram segar menurun hingga 43,7 persen karena banyaknya rumah makan, café, dan hotel yang tidak beroperasi atau membatasi jam operasionalnya di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini.

Yeni sebagai salah seorang pegiat pembuatan keripik jamur juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat desa. Ia berharap dari situ akan menambah pendapatan masyarakat setempat.

Mereka tidak hanya diberikan bekal cara memasak keripik jamur, tetapi juga melakukan sosialisasi tentang pengenalan branding product, serta pengemasan secara higienis dan menarik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Dandim semangati pelajar SD saat vaksinasi di Desa Bangun Sari
Kamis, 20 Januari 2022 - 16:34 WIB
Dandim 0204/DS, Letkol Kac Jackie Yudhantara S.Sos, M.Han langsung meninjau pelaksanaan vaksinasi ma...
Perusahaan sawit dukung transformasi digital untuk keberlanjutan usaha
Kamis, 20 Januari 2022 - 16:01 WIB
Perusahaan agribisnis yang bergerak di bidang perkebunan dan pabrik kelapa sawit, PT Teladan Prima A...
Kemensos siapkan tenda dekat rumah warga korban gempa
Kamis, 20 Januari 2022 - 13:16 WIB
Kementerian Sosial menyiapkan tenda-tenda di dekat rumah yang rusak berat akibat gempa untuk mengant...
Vaksin AstraZeneca bantuan dari Jepang tiba
Kamis, 20 Januari 2022 - 12:20 WIB
Vaksin AstraZeneca bantuan dari pemerintah Jepang tiba di Indonesia pada Rabu (19/1) menjelang tenga...
Omicron di Indonesia capai 882 kasus terbanyak asal Arab Saudi
Kamis, 20 Januari 2022 - 10:27 WIB
Kementerian Kesehatan RI melaporkan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia mencapai total 882 kasus h...
PMI Kota Tangerang buka posko layanan penanganan banjir
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:32 WIB
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Banten membuka posko layanan 24 jam untuk guna untuk pem...
IHSG Kamis dibuka menguat 15,82 poin
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:10 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka menguat 15,82 poin
Wali Kota Medan: Penataan Gereja Katedral jangan ubah bentuk
Kamis, 20 Januari 2022 - 06:31 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengingatkan penataan Gereja Katedral  di Jalan Pemuda Medan tidak ...
Jubir: Vaksinasi penguat diperlukan untuk tingkatkan proteksi
Kamis, 20 Januari 2022 - 06:15 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan pemberian vaksinasi...
Kasus harian COVID-19 RI tambah 1.745, DKI laporkan kasus terbanyak
Kamis, 20 Januari 2022 - 00:07 WIB
Kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia mengalami penambahan 1.745 orang dengan kasus baru terbanyak ...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI