Dugaan kasus COVID Omicron muncul di Jerman
Elshinta
Sabtu, 27 November 2021 - 22:41 WIB |
Dugaan kasus COVID Omicron muncul di Jerman
Ilustrasi - Jarum suntik medis dan botol terlihat di depan teks Omicron (B.1.1.529): SARS-CoV-2 di latar belakang. ANTARA/Pavlo Gonchar / SOPA Images via Reuters/Sipa USA/pri. (Pavlo Gonchar / SOPA Images/Sipa/SOPA Images)

Elshinta.com - Dugaan kasus COVID-19 varian Omicron muncul di Jerman setelah mutasi ditemukan pada salah satu penumpang yang tiba dari Afrika Selatan, demikian menurut Menteri Sosial Negara Bagian Hesee, Kai Klose, pada Sabtu.

"Tadi malam sejumlah mutasi jenis Omicron ditemukan pada seorang pelancong yang kembali dari Afrika Selatan," katanya.

Bandara Frankfurt yang menjadi titik pusat terbesar di Jerman sekaligus salah satu bandara paling ramai di Eropa, berada di Hesse.

Ia menambahkan, pengurutan varian secara menyeluruh sedang dilakukan dan bahwa orang tersebut kini menjalani isolasi. Klose meminta semua orang yang bepergian dari Afrika Selatan dalam beberapa pekan terakhir agar membatasi kontak dan melakukan tes.

Varian Omicron ditemukan pada saat Jerman dan banyak negara Eropa lainnya sedang bergulat dengan lonjakan kasus COVID-19.

Jerman mencatat 67.125 kasus baru pada Sabtu, menurut Institut Robert Koch untuk penyakit menular. Lebih dari 100.000 orang di Jerman meninggal karena COVID-19, katanya.

Jerman menetapkan Afrika Selatan sebagai area varian virus, yang artinya bahwa maskapai hanya diizinkan mengangkut warga Jerman pulang dari Afrika Selatan, kata seorang sumber kepada Reuters, Jumat.

Orang-orang yang sudah divaksin COVID-19 pun juga harus menjalani karantina selama 14 hari.

Sebelumnya pejabat kesehatan Belanda mengatakan telah menemukan 61 kasus COVID-19 di antara penumpang yang berangkat dari Afrika Selatan pada Jumat. Pihaknya juga sedang berupaya untuk menentukan adakah yang terinfeksi varian Omicron.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Empat negara Eropa desak Israel setop pemukiman di Yerusalem Timur
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:54 WIB
Menteri luar negeri Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol mendesak Israel untuk menghentikan pembangu...
Senat Prancis setujui langkah pembatasan terbaru, kartu vaksinasi
Jumat, 14 Januari 2022 - 14:46 WIB
Senat Prancis pada Kamis (14/1) menyetujui langkah-langkah pembatasan terbaru pemerintah untuk menga...
Presiden EU dorong peningkatan kuota perempuan di dewan perusahaan
Kamis, 13 Januari 2022 - 11:26 WIB
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen akan mengupayakan langkah baru untuk meningkatkan keterw...
Ketua parlemen Uni Eropa sakit parah di rumah sakit
Selasa, 11 Januari 2022 - 10:35 WIB
Presiden Parlemen Uni Eropa David Sassoli dirawat di rumah sakit di Italia sejak 26 Desember karena ...
Istana Kensington rilis foto terbaru Kate Middleton
Minggu, 09 Januari 2022 - 21:10 WIB
Untuk memperingati hari ulang tahun Kate Middleton pada 9 Januari, Istana Kensington merilis tiga po...
Jerman bujuk warga untuk divaksin dengan domba `jarum suntik`
Rabu, 05 Januari 2022 - 14:07 WIB
Seorang juru kampanye Jerman berharap daya tarik emosional dari 700 domba yang membentuk gambar jaru...
Inggris janjikan Rp 2 triliun bantu negara rentan atasi Omicron
Kamis, 30 Desember 2021 - 10:20 WIB
Inggris menjanjikan bantuan darurat sebesar 105 juta pound (sekitar Rp2 triliun) untuk membantu nega...
Mulai 31 Desember Paris wajibkan masker di luar rumah
Kamis, 30 Desember 2021 - 10:09 WIB
Pemerintah Paris akan mewajibkan pemakaian masker di luar rumah mulai 31 Desember, demikian otoritas...
Spanyol percepat masa isolasi jadi 7 hari
Kamis, 30 Desember 2021 - 09:34 WIB
Otoritas Spanyol pada Rabu (29/12) mempercepat masa isolasi COVID-19 dari 10 menjadi 7 hari, kata Ke...
Mendagri Inggris: Pelaku pelecehan rasis dilarang hadiri pertandingan
Minggu, 26 Desember 2021 - 16:51 WIB
Orang yang dinyatakan bersalah melakukan pelecehan rasisme secara online terhadap pemain sepak bola ...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI