Negara-negara Asia, Eropa waspadai varian baru virus corona
Elshinta
Sabtu, 27 November 2021 - 08:55 WIB |
Negara-negara Asia, Eropa waspadai varian baru virus corona
Ilustrasi - Varian baru virus Coronavirus, Covid-19 SARS-CoV-2. (ANTARA/Shutterstock/pri)

Elshinta.com - Negara-negara Asia dan Eropa bergegas memperketat pembatasan pada Jumat setelah varian baru virus corona yang kemungkinan resisten terhadap vaksin ditemukan di Afrika Selatan (Afsel).

Varian itu memiliki paku protein yang sangat berbeda dengan varian asli yang menjadi dasar pembuatan vaksin, kata Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA).

Para ilmuwan masih mempelajari varian yang pertama kali ditemukan awal pekan ini, namun kabar soal itu sudah mengguncang pasar keuangan. Saham-saham di Asia mengalami tekanan terbesar dalam tiga bulan dan harga minyak jatuh lebih dari 3 persen.

Varian yang disebut B.1.1.529 itu juga ditemukan di Botswana dan Hong Kong, kata UKHSA.

Inggris telah melarang sementara penerbangan dari Afsel, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho dan Eswatini, dan meminta warganya yang datang dari negara-negara tersebut untuk menjalani karantina.

Singapura segera menyusul langkah Inggris. Kementerian kesehatan negara kota itu mengatakan akan membatasi kedatangan dari Afsel dan negara-negara sekitarnya sebagai langkah pencegahan.

Italia memberlakukan larangan masuk bagi pendatang yang telah mengunjungi sejumlah negara Afrika, termasuk Afsel, dalam 14 hari terakhir.

Negara-negara Eropa sebelumnya telah memperluas vaksinasi booster dan memperketat pembatasan ketika benua itu berjuang menghadapi gelombang keempat COVID-19 yang dipicu varian Delta.

Jerman melaporkan rekor harian tertinggi dengan lebih dari 76.000 kasus dalam sehari. Angkatan udaranya untuk pertama kali bersiap menerbangkan pasien COVID-19 yang parah ke daerah lain di negara itu untuk mengurangi tekanan pada rumah sakit.

Pemerintah Jerman juga akan menetapkan Afsel sebagai area varian virus, kata sumber di kementerian kesehatan setempat.

Virus corona telah melanda dunia hampir dua tahun sejak ditemukan pertama kali di China tengah, menginfeksi hampir 260 juta orang dan menewaskan 5,4 juta orang.

Jepang juga memperketat kendali perbatasan bagi pendatang dari Afsel dan lima negara Afrika lain, menurut laporan media.

Setelah melonggarkan pembatasan perjalanan awal bulan ini, pemerintah India mengimbau semua negara bagian untuk secara ketat memeriksa dan menapis pendatang internasional dari Afsel dan negara-negara lain yang "berisiko".

Negara-negara di Asia telah mengalami kondisi yang lebih baik daripada wilayah lainnya dalam mengendalikan pandemi dengan menerapkan aturan pencegahan, testing dan kendali perbatasan yang ketat.

Taiwan mengatakan pelaku perjalanan dari negara-negara selatan Afrika yang "berisiko tinggi" harus menjalani karantina di fasilitas pemerintah selama 14 hari.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan negaranya siap menghadapi varian baru. Awal pekan ini pemerintah Selandia Baru mengatakan akan membuka kembali perbatasan bagi pelaku pendatang internasional yang sudah divaksin mulai 30 April tahun depan.

Saat ditanya apakah rencana itu akan ditunda setelah varian baru ditemukan, Ardern mengatakan negaranya memiliki "sejumlah aturan bawaan yang bertindak sebagai lapisan pelindung".

"Semua rencana kami terkait COVID, kami telah menyiapkannya (untuk menghadapi) kemungkinan munculnya varian baru di masa depan," kata Ardern.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus kematian akibat COVID-19 di Australia meningkat
Senin, 24 Januari 2022 - 13:48 WIB
 Australia mencatat peningkatan kasus kematian akibat COVID-19 pada Senin (24/1) ketika varian Omic...
Studi Israel: Vaksin ke-4 COVID tingkatkan daya tahan lansia 3x lipat
Senin, 24 Januari 2022 - 08:59 WIB
Dosis ke-4 vaksin COVID-19 yang diberikan kepada lansia di Israel meningkatkan daya tahan mereka tig...
Mahathir sudah bisa berinteraksi dengan keluarga
Minggu, 23 Januari 2022 - 22:11 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (96) yang saat ini masih dirawat di Institut Jantun...
Indonesia jadi importir terbesar kurma dari Mesir
Minggu, 23 Januari 2022 - 18:35 WIB
Indonesia mendapat apresiasi sebagai importir terbesar kurma dari Mesir, yang ditandai dengan peneri...
 Dubes Heri Akhmadi resmi lantik Konsul Kehormatan RI untuk Nagoya, Jepang
Sabtu, 22 Januari 2022 - 17:12 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi melantik Sugimoto Hideo sebagai K...
Gempa 6,2 magnitudo guncang Alaska
Sabtu, 22 Januari 2022 - 15:24 WIB
Gempa dengan magnitudo 6,2 mengguncang selatan Unalaska di Alaska pada Jumat (21/1), menurut Pusat G...
WHO imbau penggunaan vaksin Pfizer untuk anak 5-11 tahun diperluas
Sabtu, 22 Januari 2022 - 12:59 WIB
Panel penasihat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (21/1) mengimbau agar penggunaan dosis r...
Sekjen PBB kutuk serangan udara koalisi pimpinan Saudi di Yaman
Sabtu, 22 Januari 2022 - 12:23 WIB
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan udara oleh k...
Brazil setujui vaksin Coronavac untuk usia 6-17 tahun
Jumat, 21 Januari 2022 - 11:03 WIB
Otoritas kesehatan Brazil Anvisa pada Kamis (20/1) menyetujui penggunaan darurat vaksin COVID-19 Cor...
Brazil pertimbangkan tutup Telegram jelang pemilu
Jumat, 21 Januari 2022 - 10:52 WIB
Otoritas elektoral TSE Brazil sedang mempertimbangkan untuk melarang aplikasi perpesanan Telegram me...
InfodariAnda (IdA)