OJK: Kredit tumbuh 3,24 persen tanda stabilitas keuangan membaik
Elshinta
Sabtu, 27 November 2021 - 06:15 WIB |
OJK: Kredit tumbuh 3,24 persen tanda stabilitas keuangan membaik
Tangkapan layar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana dalam Talkshow Dialog Interaktif OJK di Jakarta, Jumat (26/11/2021). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Elshinta.com - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana menyatakan kredit perbankan yang tumbuh 3,24 persen (yoy) atau Rp5,65 triliun per Oktober 2021 merupakan salah satu indikator bahwa stabilitas sistem keuangan mulai membaik dan tetap terjaga.

"Stabilitas ekonomi dan sistem keuangan yang sempat terancam pada krisis awal sekarang mulai membaik dan tetap terjaga. Penyaluran kredit mulai tumbuh positif sejak pertengahan 2021," kata Heru dalam Talkshow Dialog Interaktif OJK di Jakarta, Jumat.

Selain penyaluran kredit, Heru mengatakan perbaikan stabilitas sistem keuangan juga tercermin dari pertumbuhan aset yakni 7,05 persen atau Rp9,82 triliun per Oktober meningkat dari posisi bulan sebelumnya yang tumbuh 6,07 persen atau Rp9,73 triliun.

Kemudian turut ditunjukkan melalui pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,7 persen atau Rp7,24 triliun per Oktober dan naik dari September 2021 yang tumbuh 7,45 persen atau Rp7,16 triliun.

Di sisi lain, Heru menyebutkan untuk kredit bermasalah (NPL gross) per Oktober sebesar 3,22 persen sehingga menunjukkan tingkatan yang masih perlu diwaspadai seiring krisis pandemi COVID-19 belum berakhir.

Ia melanjutkan, untuk posisi permodalan perbankan masih kuat yakni rasio KPMM pada Oktober 2021 tumbuh 25,34 persen sehingga mendukung likuiditas perbankan yang cukup ample ditunjukkan melalui berbagai rasio berkualitas baik.

"Profitabilitas tergolong baik tercermin dari NIM, ROA dan BOPO masing-masing 4,52 persen, 1,92 persen dan 83,14 persen," katanya.

Meski demikian, Heru menuturkan masih terdapat hal yang patut diwaspadai yaitu gap antara pertumbuhan kredit dan DPK yang berpotensi menurunkan profitabilitas industri perbankan.

"Risiko kredit juga tentunya menjadi perhatian kita," tegasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Beberapa warga Makassar kesulitan dapatkan minyak goreng satu harga
Selasa, 25 Januari 2022 - 20:36 WIB
Warga Makassar, Sulawesi Selatan mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng satu harga di toko ecer...
Menteri PPPA RI apresiasi penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Manado
Selasa, 25 Januari 2022 - 20:25 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang D...
Cegah korupsi, AS bantu RI US$ 9,9 juta melalui program USAID
Selasa, 25 Januari 2022 - 19:46 WIB
Pada 24 Januari, Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) mengumumkan pro...
Menteri ESDM dorong pengembangan BBM sawit agar bisa mandiri energi
Selasa, 25 Januari 2022 - 19:27 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mendorong pengembangan bahan bakar minya...
Luhut sambut kerja sama strategis RI-Singapura di Leaders` Retreat
Selasa, 25 Januari 2022 - 19:03 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyambut kerja...
 Menteri Johnny: Presidensi G20, momentum kembangkan transformasi digital inklusif
Selasa, 25 Januari 2022 - 17:54 WIB
Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengembangkan transformasi digital i...
 Perkuat komunikasi publik Presidensi G20, Pemerintah akan bentuk tim juru bicara
Selasa, 25 Januari 2022 - 17:36 WIB
Menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo untuk memperkuat komunikasi publik penyelenggaraan Pr...
BMKG: Tinggi gelombang laut selatan Jabar-DIY capai empat meter
Selasa, 25 Januari 2022 - 17:01 WIB
Tinggi gelombang laut di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi m...
Ekspor kepiting bakau Belitung ke Singapura meningkat
Selasa, 25 Januari 2022 - 16:34 WIB
Ekspor kepiting bakau dari Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ke Singapura meni...
Rekind-BRIN sinergi kembangkan lisensi teknologi Merah Putih
Selasa, 25 Januari 2022 - 16:23 WIB
PT Rekayasa Industri (Rekind) Persero bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat bekerj...
InfodariAnda (IdA)