KPK setor Rp800 juta pembayaran denda eks Gubernur Bengkulu dan istri
Elshinta
Jumat, 26 November 2021 - 19:45 WIB |
KPK setor Rp800 juta pembayaran denda eks Gubernur Bengkulu dan istri
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetor uang Rp800 juta ke kas negara pembayaran pidana denda dari terpidana mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya, yakni Lily Martiani Maddari.

"Tim jaksa eksekutor KPK telah melakukan penyetoran uang sejumlah Rp800 juta dari para terpidana tersebut sebagai pembayaran kewajiban pidana denda," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Pembayaran pidana denda tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1219 K/Pid.Sus/2018 tanggal 16 September 2018 jo putusan Pengadilan Tipikor pada PT Bengkulu Nomor: 4 / Pid.Sus-TPK/2018/PT BGL tanggal 28 Maret 2018.

Ali mengatakan penagihan pidana denda oleh KPK terhadap para terpidana korupsi akan terus dilakukan sebagai langkah untuk tetap bisa memberikan pemasukan bagi kas negara sebagai bagian upaya "asset recovery" tindak pidana korupsi.

Sebelumnya pada 2018, Ridwan Mukti dan istrinya telah divonis bersalah, yaitu masing-masing dengan pidana 9 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 8 bulan kurungan.

Hukuman untuk Ridwan Mukti ditambah dengan pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun setelah menjalani pidana pokok.

Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan telah menerima dan meminta uang senilai Rp1 miliar dari pihak kontraktor terkait proyek jalan di Bengkulu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Palsukan bon minyak Rp7,3 miliar, Kejatisu amankan manager PT TPS
Sabtu, 22 Januari 2022 - 19:22 WIB
Tim Tabur Kejatisu mengamankan  Mantan Manager PT Putra Tunas Sejati (TPS) Meilani (52) yang merup...
Berkas perkara tersangka pengedar narkotika dilimpahkan ke Kejari Aceh  
Sabtu, 22 Januari 2022 - 15:56 WIB
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Aceh Utara menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Taha...
Tiga tersangka kasus dana Covid-19 Samosir penuhi panggilan Kejatisu, 1 absen
Sabtu, 22 Januari 2022 - 15:48 WIB
Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut telah  memanggil empat tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada...
Kejari Belawan tetapkan dua tersangka korupsi pengadaan makan-minum PMKS wargabinaan
Sabtu, 22 Januari 2022 - 15:04 WIB
Tim Penyidik Pidsus Kejari Belawan menetapkan dua tersangka yakni CP dan AS sebagai tersangka kasus ...
 Awal 2022, Kajari Samosir hentikan penuntutan melalui restorative justice
Sabtu, 22 Januari 2022 - 14:45 WIB
Mengawali 2022, Kejari Samosir menghentikan penuntutan perkara penganiayaan dengan pendekatan restor...
Eks Kadinsos Kota Kediri ditetapkan status tersangka dugaan korupsi BPNT 
Sabtu, 22 Januari 2022 - 14:38 WIB
Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Jawa Timur akhirnya menetapkan status tersangka terhadap 2 orang, pela...
Legislator minta restoractive justice dalam kasus Ardi-Nia
Sabtu, 22 Januari 2022 - 13:05 WIB
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Sari Yuliati ikut mengkritisi vonis penjara terh...
Kejaksaan eksekusi mantan Dirut PDAM ke Lapas Tulungagung
Sabtu, 22 Januari 2022 - 08:31 WIB
Kejaksaan Negeri Tulungagung, Jawa Timur, mengeksekusi Djoko Hariyanto, mantan Direktur Utama PDAM ...
Ombudsman sebut Polri berpotensi maladministrasi terkait pelat Arteria
Sabtu, 22 Januari 2022 - 08:15 WIB
Ketua Ombudsman RI Mokh Najih mengatakan ada potensi maladministrasi di kepolisian terkait pelat nom...
Polisi periksa nakes yang diduga suntikkan vaksin kosong ke siswa SD
Sabtu, 22 Januari 2022 - 06:31 WIB
Personel Polda Sumatera Utara memeriksa tenaga kesehatan (nakes) yang diduga menyuntikkan vaksin kos...
InfodariAnda (IdA)