Jerman akan nyatakan Afsel area varian virus corona
Elshinta
Jumat, 26 November 2021 - 18:21 WIB |
Jerman akan nyatakan Afsel area varian virus corona
Ilustrasi - Salah satu jenis varian virus corona. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

Elshinta.com - Jerman pada Jumat akan menyatakan Afrika Selatan (Afsel) sebagai area varian virus corona setelah temuan kasus varian baru COVID-19 di negara itu, kata sumber di kementerian kesehatan Jerman.

Dengan keputusan yang mulai berlaku pada Jumat malam itu, maskapai-maskapai penerbangan dari Afsel hanya akan diizinkan membawa warga Jerman kembali ke negaranya, kata sumber itu.

Warga Jerman yang kembali dari Afsel, meski telah divaksin, harus menjalani karantina selama 14 hari.

"Varian baru (virus corona) yang ditemukan ini membuat kami khawatir. Itu sebabnya kami bertindak proaktif dan sejak dini di sini," kata Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn.

"Hal terakhir yang kami butuhkan sekarang adalah (mencegah) varian baru yang dapat menyebabkan lebih banyak masalah," ujarnya.

Varian baru yang disebut varian B.1.1.529 itu memiliki konstelasi mutasi yang "sangat tidak biasa". Mutasi semacam itu mengkhawatirkan karena membantu varian tersebut menghindari respons kekebalan tubuh dan membuatnya lebih menular, kata para ilmuwan Afsel.

Inggris pada Kamis (25/11) mengatakan mereka khawatir dengan varian baru yang menyebar di Afrika Selatan itu, yang mungkin membuat vaksin kurang efektif dan membahayakan upaya memerangi pandemi.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan varian baru itu memiliki paku protein yang sangat berbeda dengan varian asli --bahan dasar vaksin COVID-19.

Varian B.1.1.529 itu pertama kali diidentifikasi awal pekan ini, namun Inggris segera memberlakukan pembatasan perjalanan dari Afrika Selatan dan lima negara tetangganya.

Inggris mengumumkan untuk sementara waktu melarang penerbangan dari Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho dan Eswatini mulai Jumat (25/11) pukul 12.00 waktu setempat. Pelancong Inggris yang kembali dari negara-negara tersebut harus dikarantina.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senat Prancis setujui langkah pembatasan terbaru, kartu vaksinasi
Jumat, 14 Januari 2022 - 14:46 WIB
Senat Prancis pada Kamis (14/1) menyetujui langkah-langkah pembatasan terbaru pemerintah untuk menga...
Presiden EU dorong peningkatan kuota perempuan di dewan perusahaan
Kamis, 13 Januari 2022 - 11:26 WIB
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen akan mengupayakan langkah baru untuk meningkatkan keterw...
Ketua parlemen Uni Eropa sakit parah di rumah sakit
Selasa, 11 Januari 2022 - 10:35 WIB
Presiden Parlemen Uni Eropa David Sassoli dirawat di rumah sakit di Italia sejak 26 Desember karena ...
Istana Kensington rilis foto terbaru Kate Middleton
Minggu, 09 Januari 2022 - 21:10 WIB
Untuk memperingati hari ulang tahun Kate Middleton pada 9 Januari, Istana Kensington merilis tiga po...
Jerman bujuk warga untuk divaksin dengan domba `jarum suntik`
Rabu, 05 Januari 2022 - 14:07 WIB
Seorang juru kampanye Jerman berharap daya tarik emosional dari 700 domba yang membentuk gambar jaru...
Inggris janjikan Rp 2 triliun bantu negara rentan atasi Omicron
Kamis, 30 Desember 2021 - 10:20 WIB
Inggris menjanjikan bantuan darurat sebesar 105 juta pound (sekitar Rp2 triliun) untuk membantu nega...
Mulai 31 Desember Paris wajibkan masker di luar rumah
Kamis, 30 Desember 2021 - 10:09 WIB
Pemerintah Paris akan mewajibkan pemakaian masker di luar rumah mulai 31 Desember, demikian otoritas...
Spanyol percepat masa isolasi jadi 7 hari
Kamis, 30 Desember 2021 - 09:34 WIB
Otoritas Spanyol pada Rabu (29/12) mempercepat masa isolasi COVID-19 dari 10 menjadi 7 hari, kata Ke...
Mendagri Inggris: Pelaku pelecehan rasis dilarang hadiri pertandingan
Minggu, 26 Desember 2021 - 16:51 WIB
Orang yang dinyatakan bersalah melakukan pelecehan rasisme secara online terhadap pemain sepak bola ...
Prancis laporkan 84.272 kasus baru COVID
Kamis, 23 Desember 2021 - 16:45 WIB
Pemerintah Prancis pada Rabu (22/12) melaporkan 84.272 kasus baru COVID-19 dalam sehari, jumlah tert...
InfodariAnda (IdA)