Tiga perkara di Kejati Sumsel dicabut diselesaikan secara restoratif
Elshinta
Jumat, 26 November 2021 - 16:23 WIB |
Tiga perkara di Kejati Sumsel dicabut diselesaikan secara restoratif
Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan pengarahan dalam kunjungan kerjanya ke Kejati Sumsel di Palembang, Kamis (25/11/2021) yang berlangsung secara terbatas, salah satu poin yang disampaikan terkair restoratif justice atau keadilan restoratif. (ANTARA/M Riezko Bima Elko P/21)

Elshinta.com - Sebanyak tiga perkara yang penuntutanya ditangani oleh tiga satuan kerja (satker) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) dicabut karena telah diselesaikan melalui jalur program keadilan restoratif.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel Khaidirman di Palembang, Jumat, mengatakan tiga perkara yang sepakat menempuh jalur keadilan restoratif tersebut ialah perkara pencurian yang penuntutannya ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Enim dengan tersangka atas nama Afriansyah.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 365 KUHP lantaran mencuri gawai milik Deva Puspita (korban) pada Minggu (19/9) dengan alasan untuk dijual lalu uangnya digunakan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Lalu dua perkara saling lapor di Kejari Kota Pagaralam yaitu satu kasus atas nama Aprida sebagai tersangka dan Yuliana korban dan sebaliknya. Keduanya disangkakan melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP lantaran berkelahian karena diduga salah paham pada Senin (2/8).

Kemudian kasus terakhir dengan tersangka Muhhad yang ditangani Kejari Ogan Komering Ilir (OKI). Tersangka disangkakan melanggar Pasal 351 ayat (2) KUHP lantaran melakukan penganiayaan terhadap korban Purwanto pada Sabtu (25/9).

“Masing-masing perkara itu tuntutannya dihentikan atau dicabut setelah sepakat menempuh jalur keadilan restoratif,” kata dia.

Sementara itu Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan jalur keadilan restoratif tersebut dapat dilakukan terhadap setiap perkara yang ancaman hukumannya tidak lebih dari lima tahun dan kerugian yang ditimbulkan tidak lebih dari Rp2,5 juta.

Menurut dia, poin utama yang ditekankan dari jalur keadilan restoratif tersebut ialah adanya kedamaian antara kedua pihak yang berpekara yang didasari dengan rasa saling memaafkan.

“Di Sumsel ada yang tempuh jalur keadilan restoratif, ini perkaranya kecil. Saya sampaikan utamanya adalah kata maaf, sehingga tidak ada lagi rasa dendam karena saling memaafkan. Karena rasa keadilan masyarakat kalau melalui pengadilan yang panjang saya yakin dendam itu masih ada,” kata dia dalam kunjungan kerjanya ke Kejati Sumsel di Palembang, Kamis (25/11).

Menurut dia, secara nasional tercatat sudah ada 435 perkara yang menempuh jalur keadilan restoratif tersebut sejak 22 Juli 2020. Hal tersebut sebagai wujud terhadap masyarakat kalau penegakkan hukum memegang asas berkeadilan.

“Dengan keadilan restoratif ini Alhamdulilah, perkara yang kecil sudah tidak ada lagi. Itu diterapkan dalam rangka menjawab tantangan masyarakat, kalau hukum itu tidak tajam kebawah ataupun tajam keatas namun berkeadilan sesuai sebagaimana mestinya,” tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polda Jatim bongkar kasus pengadaan alat kesehatan fiktif Rp30 miliar
Rabu, 26 Januari 2022 - 22:51 WIB
Unit I Subdit III Jatanras Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Timur membongkar kasus pe...
Polres Indramayu bongkar jaringan penadah sepeda motor curian
Rabu, 26 Januari 2022 - 22:39 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Jawa Barat, membongkar jaringan penadah sepeda motor curian den...
Satgas Madago Raya musnahkan puluhan detonator milik warga Poso
Rabu, 26 Januari 2022 - 22:15 WIB
Puluhan detonator milik warga Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, berinisial MT dimusnahkan oleh Satua...
KPK: Rekrutmen 61 jaksa mendesak untuk selesaikan berbagai perkara
Rabu, 26 Januari 2022 - 22:03 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut rekrutmen 61 jaksa sangat mendesak untuk menyelesaikan b...
Erick: Penuntasan kasus Jiwasraya beri solusi ke pihak yang dirugikan
Rabu, 26 Januari 2022 - 21:15 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa penuntasan kasus mega skandal Jiwasraya memberikan sol...
Kejagung: Ekstradisi permudah penanganan DPO Kejaksaan
Rabu, 26 Januari 2022 - 20:27 WIB
Kejaksaan Agung RI menyambut baik penandatanganan perjanjian ekstradisi antara pemerintah Indonesia ...
Kemenkeu benarkan satu pegawai DJKN palsukan surat aset jaminan BLBI
Rabu, 26 Januari 2022 - 19:15 WIB
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban membenarkan adanya satu orang...
Jaksa Agung RI: Perlu kaji ulang frasa `pengulangan tindak pidana`
Rabu, 26 Januari 2022 - 18:51 WIB
Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin mengatakan bahwa para pembentuk undang-undang da...
KPK supervisi kasus dugaan korupsi pekerjaan konstruksi di Lampung
Rabu, 26 Januari 2022 - 18:27 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan supervisi penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi...
KSDA Sumut selamatkan satwa dilindungi di rumah Bupati Langkat
Rabu, 26 Januari 2022 - 18:15 WIB
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara menyelamatkan satwa liar yang dilindun...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI