Presiden Joko Widodo teken Perpres Pelaksanaan Paten Obat Remdesivir
Elshinta
Jumat, 26 November 2021 - 13:35 WIB |
Presiden Joko Widodo teken Perpres Pelaksanaan Paten Obat Remdesivir
Dokumentasi teknisi lab menyusun botol berisi obat virus Korona, Remdesivir, di Gilead Sciences, La Verne, California, AS (18/3/2020). REUTERS/HO-Gilead Sciences Inc

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 100/2021 tentang Pelaksanaan Paten Oleh Pemerintah Terhadap Obat Remdesivir, yang mengatur tentang kebijakan akses terhadap obat Remdesivir yang saat ini masih dilindungi paten.

Dalam Perpres yang diunggah di laman jdih.setneg.go.id, dan dikutip di Jakarta, Jumat, disebutkan pertimbangan Perpres itu diterbitkan berkenaan penyebaran Covid-19 telah dinyatakan WHO sebagai pandemi global, dan Indonesia pun telah menetapkannya sebagai bencana nasional.

Sehubungan dengan kebutuhan yang sangat mendesak dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia, maka perlu menetapkan kebijakan akses terhadap obat Remdesivir yang masih dilindungi paten.

Adapun berdasarkan ketentuan pasal 109 ayat (3) UU Nomor 13/2016 tentang Paten sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja, pelaksanaan paten oleh pemerintah ditetapkan dengan Peraturan Presiden.

Dalam pasal 1 ayat (1) Perpres itu, diputuskan pemerintah melaksanakan paten terhadap obat Remdesivir. Pada pasal 1 ayat (2) dijelaskan Pelaksanaan paten oleh pemerintah terhadap obat Remdesivir dimaksudkan untuk memenuhi ketersediaan dan keperluan yang sangat mendesak untuk pengobatan penyakit Covid-19.

Pada Pasal 1 ayat (3) ditetapkan pelaksanaan paten oleh pemerintah terhadap obat Remdesivir dilaksanakan untuk jangka waktu tiga tahun sejak Peraturan Presiden itu mulai berlaku. Sementara pasal 1 ayat (4) dinyatakan apabila setelah jangka waktu tiga tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (3) pandemi belum berakhir, pelaksanaan paten oleh pemerintah diperpanjang sampai dengan pandemi Covid-19 ditetapkan berakhir oleh pemerintah.

Pada pasal 2 disebutkan pelaksanaan paten oleh pemerintah terhadap obat Remdesivir memuat nama zat aktif, nama pemegang paten, nomor permohonan paten/nomor paten, dan judul invensi.

Sementara itu dalam pasal 3 dijelaskan menteri kesehatan akan menunjuk industri farmasi sebagai pelaksana paten obat Remdesivir dan atas nama pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Industri farmasi sebagaimana dimaksud, melaksanakan tugas sebagai pelaksana paten obat Remdesivir secara terbatas, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan bersifat nonkomersial.

Syarat industri farmasi yang ditunjuk adalah memiliki fasilitas dan mampu melaksanakan paten; tidak mengalihkan pelaksanaan paten dimaksud kepada pihak lain; dan memiliki cara produksi yang baik, peredaran, dan pengawasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pada pasal 4 ditetapkan industri farmasi memberikan imbalan kepada pemegang paten sebesar satu persen dari nilai jual netto obat Remdesivir. Dan pada pasal 5 disebutkan pemberian imbalan dilaksanakan setiap tahun serta dilaksanakan sesuai jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat (3) dan ayat (4).

Perpres itu ditandatangani Presiden 10 November 2021 dan diundangkan pada tanggal yang sama oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemensos siapkan tenda dekat rumah warga korban gempa
Kamis, 20 Januari 2022 - 13:16 WIB
Kementerian Sosial menyiapkan tenda-tenda di dekat rumah yang rusak berat akibat gempa untuk mengant...
Vaksin AstraZeneca bantuan dari Jepang tiba
Kamis, 20 Januari 2022 - 12:20 WIB
Vaksin AstraZeneca bantuan dari pemerintah Jepang tiba di Indonesia pada Rabu (19/1) menjelang tenga...
Omicron di Indonesia capai 882 kasus terbanyak asal Arab Saudi
Kamis, 20 Januari 2022 - 10:27 WIB
Kementerian Kesehatan RI melaporkan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia mencapai total 882 kasus h...
PMI Kota Tangerang buka posko layanan penanganan banjir
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:32 WIB
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Banten membuka posko layanan 24 jam untuk guna untuk pem...
IHSG Kamis dibuka menguat 15,82 poin
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:10 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka menguat 15,82 poin
Wali Kota Medan: Penataan Gereja Katedral jangan ubah bentuk
Kamis, 20 Januari 2022 - 06:31 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengingatkan penataan Gereja Katedral  di Jalan Pemuda Medan tidak ...
Jubir: Vaksinasi penguat diperlukan untuk tingkatkan proteksi
Kamis, 20 Januari 2022 - 06:15 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan pemberian vaksinasi...
Kasus harian COVID-19 RI tambah 1.745, DKI laporkan kasus terbanyak
Kamis, 20 Januari 2022 - 00:07 WIB
Kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia mengalami penambahan 1.745 orang dengan kasus baru terbanyak ...
Ritel modern di Kota Bengkulu diserbu konsumen beli minyak goreng
Rabu, 19 Januari 2022 - 23:55 WIB
Ritel modern di Kota Bengkulu diserbu masyarakat yang ingin membeli minyak goreng setelah pemerintah...
Menkominfo tegaskan frekuensi 5G Indonesia tak ganggu penerbangan
Rabu, 19 Januari 2022 - 23:19 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G Plate menegaskan spektrum frekuensi radi...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI