Pemukim Israel serang warga Palestina di utara Nablus
Elshinta
Jumat, 26 November 2021 - 13:02 WIB |
Pemukim Israel serang warga Palestina di utara Nablus
Seorang wanita Palestina menyerukan slogan di depan pasukan Israel saat memprotes pemukim Israel, di Hebron, wilayah pendudukan Israel Tepi Barat, Jumat (26/2/2021). (REUTERS/MUSSA ISSA QAWASMA)

Elshinta.com - Para pemukim Israel menyerang warga Palestina di desa Burqa di utara Nablus, Tepi Barat, menurut Ghassan Daghlas.

Ghassan Daghlas merupakan aktivis lokal yang memantau aktivitas pemukiman Israel di utara Tepi Barat. Seperti dikutip WAFA, pada Kamis (25/11) waktu setempat, Ghassan Daghlas, mengatakan penduduk desa menghalau serangan pemukim Israel tersebut. Para pemukim Israel melemparkan batu ke warga Palestina serta rumah mereka di dekat pintu masuk desa Burqa.

Organisasi Hak Asasi Manusia (HAM), B'Tselem mengatakan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel telah berlangsung lama dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Palestina di bawah pendudukan Israel.

Menurut B'Tselem, kekerasan tersebut melukai warga Palestina dan merusak properti mereka. Dalam beberapa kasus, pasukan Israel bergabung dalam serangan yang dilakukan pemukim Yahudi itu. B'Tselem mencatat bahwa para pelaku kekerasan tidak dijatuhi hukuman.

Sementara itu, para pemukim Yahudi, yang didukung pasukan Israel, menutup pintu masuk utama menuju desa al-Lubban ash-Sharqiya di selatan Nablus dengan memarkirkan mobil mereka.

Aksi yang dilakukan pemukim Israel tersebut menyebabkan warga Palestina tidak dapat memasuki atau meninggalkan desa al-Lubban ash-Sharqiya. Dalam melakukan aksinya, para pemukim Israel menari dan bernyanyi dengan cara yang provokatif sambil mengibarkan bendera Israel.

Sumber : WAFA

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah Jepang bahas status kuasi-darurat COVID untuk Tokyo
Senin, 17 Januari 2022 - 12:29 WIB
Pemerintah Jepang mulai mendiskusikan rencana pemberlakuan status kuasi-darurat bagi Tokyo dan daera...
Korut diduga luncurkan proyektil rudal balistik
Senin, 17 Januari 2022 - 09:21 WIB
Korea Utara pada Senin menembakkan sesuatu yang diduga sebuah rudal balistik, kata penjaga pantai Je...
Australia: Tak ada korban massal di Tonga akibat tsunami
Senin, 17 Januari 2022 - 08:09 WIB
Tidak ada korban massal di Tonga setelah gunung berapi bawah laut memicu gelombang tsunami, menurut ...
Warga antre tes berjam-jam setelah Beijing temukan kasus Omicron
Minggu, 16 Januari 2022 - 23:31 WIB
China pada Minggu melaporkan 65 kasus penularan lokal COVID-19 untuk 15 Januari, termasuk kasus pert...
UKM Tari UMSU juara di Italia
Minggu, 16 Januari 2022 - 22:55 WIB
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Seni dan Budaya Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) me...
Komunikasi putus, belum ada laporan dampak tsunami di Tonga
Minggu, 16 Januari 2022 - 19:57 WIB
Sebagian besar wilayah Tonga yang dilanda tsunami masih belum bisa dihubungi pada Minggu karena jari...
FBI serbu sinagoge di Texas untuk bebaskan sandera
Minggu, 16 Januari 2022 - 19:10 WIB
Regu penyelamat dari Biro Penyelidikan Federal AS (FBI) menyerbu sebuah sinagoge di Colleyville, Tex...
Tsunami akibat erupsi gunung api bawah laut Tonga kian memprihatinkan
Minggu, 16 Januari 2022 - 13:31 WIB
Negara-negara Pasifik dan kelompok kemanusiaan berjuang untuk membangun komunikasi dengan Tonga pada...
Peringatan tsunami, Jepang minta warga delapan prefektur mengungsi
Minggu, 16 Januari 2022 - 13:19 WIB
Ratusan ribu warga Jepang disarankan untuk mengungsi pada Minggu (16/1) karena gelombang lebih dari ...
Iran laporkan tiga kematian pertama akibat varian Omicron
Minggu, 16 Januari 2022 - 13:09 WIB
Kementerian kesehatan Iran melaporkan tiga kematian pertama negara itu akibat virus corona varian Om...
InfodariAnda (IdA)