Zhejiang University mendadak `lockdown`dua WNI terjebak
Elshinta
Kamis, 25 November 2021 - 23:41 WIB |
Zhejiang University mendadak `lockdown`dua WNI terjebak
Ribuan mahasiswa Zhejiang University sedang antre tes PCR beberapa saat setelah kampus terbesar di Kota Hangzhou, China, itu dikenai \'lockdown\' pada Kamis (25/11/2021) malam setelah seorang dosen ditemukan positif terpapar COVID-19. (ANTARA/HO-Joko Pilianto)

Elshinta.com - Kampus Zhejiang University di Kota Hangzhou, China, mendadak dikenai lockdown (penguncian) pada Kamis malam setelah seorang dosen dinyatakan positif COVID-19.

Dua mahasiswa asal Indonesia di kampus terbesar di ibu kota Provinsi Zhejiang tersebut turut terkena dampaknya bersama ribuan mahasiswa lainnya.

"Tadi pukul 18.00 (17.00 WIB) ada pemberitahuan mendadak bahwa seorang dosen positif COVID. Pintu gerbang kampus langsung ditutup semua, yang ada di dalam tidak bisa keluar," kata Joko Pilianto, mahasiswa Zhejiang University, saat dihubungi ANTARA dari Beijing.

Otoritas kesehatan setempat langsung menggelar tes asam nukleat (PCR) pada ribuan orang yang berada di dalam area kampus, termasuk Joko dan Candra, keduanya mahasiswa asal Indonesia.

"Pemberitahuannya pas jam makan malam. Stok makanan di swalayan di dalam kampus langsung habis," kata Joko yang sedang menunggu antrean tes PCR bersama ribuan orang yang terjebak di dalam wilayah kampus.

Mahasiswa berusia 28 tahun asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu hanya bisa pasrah kalau harus terkunci di dalam area kampus selama 14 hari, sebagaimana protokol kesehatan yang diberlakukan otoritas China.

"Memang ada pemberitahuan karantina 14 hari di dalam kampus," ucap mahasiswa yang mendalami bidang serangga di Zhejiang University sejak 2016 itu.

Sebelum dinyatakan positif COVID-19, seorang dosen tersebut telah mengunjungi beberapa tempat di dalam kawasan kampus, termasuk swalayan dan museum seni yang juga banyak didatangi para pengunjung. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengadilan Australia segera rilis alasan putusan kasus visa Djokovic
Rabu, 19 Januari 2022 - 18:27 WIB
Pengadilan Federal Australia akan mengumumkan alasan penolakan banding hukum bintang tenis Novak Djo...
Australia bersiap hadapi lebih banyak kematian akibat COVID-19
Rabu, 19 Januari 2022 - 10:42 WIB
Australia harus bersiap menghadapi lebih banyak kematian akibat COVID-19 dalam beberapa pekan ke dep...
Jepang minta warga enam prefektur mengungsi akibat peringatan tsunami
Minggu, 16 Januari 2022 - 12:31 WIB
Ratusan ribu warga Jepang disarankan untuk mengungsi pada Minggu (16/1) karena gelombang lebih dari ...
Jernang Aceh, bahan obat herbal yang dicari-cari di China
Minggu, 16 Januari 2022 - 06:31 WIB
Buah jernang dari Provinsi Aceh menjadi bahan baku obat herbal yang menjadi incaran di China.
Sejumlah siswa di Jepang ditusuk saat ujian seleksi perguruan tinggi
Sabtu, 15 Januari 2022 - 11:41 WIB
Sejumlah siswa SMA di Jepang terluka akibat ditusuk saat mengikuti ujian seleksi perguruan tinggi di...
Korea Selatan perpanjang larangan berpergian ke 6 negara
Minggu, 09 Januari 2022 - 12:31 WIB
Korea Selatan akan memperpanjang larangan bepergian ke enam negara di Timur Tengah dan Afrika, serta...
Wabah Omicron Sydney diperkirakan capai puncaknya akhir Januari
Jumat, 07 Januari 2022 - 17:16 WIB
Wabah Omicron di negara bagian terpadat di Australia dapat mencapai puncaknya pada akhir Januari, me...
Australia akan buka lagi ekonomi meski kasus COVID melonjak
Senin, 03 Januari 2022 - 15:15 WIB
Pemerintah Australia mengatakan dampak lebih ringan dari varian Omicron membuat negara itu dapat mel...
Satelit `kayu` pertama direncanakan diluncurkan di Jepang pada 2023
Minggu, 02 Januari 2022 - 09:11 WIB
Sebuah rencana sedang berjalan di Jepang untuk meluncurkan satelit `kayu` pertama di dunia pada tahu...
Kim Jong Un sebut pangan rakyat dalam pidato, bukan nuklir
Sabtu, 01 Januari 2022 - 14:35 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menandai 10 tahun berkuasa dengan berpidato, yang lebih banyak meny...
InfodariAnda (IdA)