Wali Kota Surabaya jelaskan rencana satukan sekolah negeri dan swata

Elshinta
Rabu, 24 November 2021 - 11:56 WIB | Penulis : Calista Aziza | Editor : Sigit Kurniawan
Wali Kota Surabaya jelaskan rencana satukan sekolah negeri dan swata
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Elshinta.com - Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Eri Cahyadi menjelaskan rencana menyatukan sekolah negeri dan swata menjadi keluarga besar, sehingga apabila ada kekurangan bisa dilengkapi secara bersama-sama.

"Ketika menjadi keluarga besar, pasti ada senyum dan kebersamaan, sehingga apabila ada kekurangan bisa dilengkapi secara bersama-sama," kata Wali Kota Eri Cahyadi di Surabaya, Rabu.

Dengan cara itu, lanjut dia, di Kota Surabaya ini tidak ada lagi yang tidak bisa sekolah, tidak ada lagi sekolah kekurangan murid, tidak ada lagi sekolah yang tidak bisa membangun sarana dan prasarananya, dan tidak ada lagi persaingan guru antara negeri dan swasta.

"Nah, itu tugasnya siapa? Ya tugas saya dan Pemkot Surabaya. Makanya saya berharap jadi satu kesatuan," katanya.

Ia pun menjelaskan lebih rinci berbagai rencana untuk menyatukan sekolah negeri dan swasta di Surabaya, salah satunya harus ada kesepakatan di awal terkait dengan jumlah guru. Ia mencontohkan apabila ada seorang guru di sekolah A kekurangan jam mengajar, sedangkan di sekolah B kelebihan mengajar.

"Terus ini mau diapakan? Nanti biar sekolah yang menghitung sendiri, nanti pindah ke sekolah B misalnya. Ini harus bisa terwujud dan saya yakin dengan MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) swasta, hal itu yakin bisa terwujud," ujarnya.

Untuk itu, Eri juga menekankan agar para guru harus meningkatkan kemampuan personalnya dengan adanya berbagai literasi.

Dengan cara itu, diharapkan murid-muridnya juga punya keinginan dan kemampuan untuk membaca berbagai literasi.

Selain itu, lanjut dia, apabila ada sekolah swasta yang butuh infrastruktur, maka sekolah negerinya mengalah dulu kalau memang sudah bagus, sehingga harus gantian.

Bahkan, ia juga berharap sekolah negeri itu sadar bahwa sekolah swasta itu partnernya dan bukan saingannya.

"Kalau sudah begitu, maka anak-anak saya di Surabaya mau masuk negeri senang dan mau masuk swasta ya senang, karena antara SD dan SMP yang 9 tahun merupakan tanggungjawab saya," ujarnya.

Oleh karena itu, ia juga menegaskan bahwa apabila masih ada anak SD dan SMP yang menyampaikan bahwa sekolahannya jelek dan tidak nyaman, maka itu tanggungjawab Pemkot Surabaya.

Meski begitu, ia menyampaikan bahwa harus ada kesepakatan bersama antara sekolah negeri dan swasta, terutama jika muncul sekolah baru. Kira-kira sampai tahun berapa yang harus dibangun dan sekolah dimana saja yang harus dibangun pada anggaran berikutnya.

Sebab, kata dia, tidak mungkin dicover semuanya dalam satu tahun anggaran.

Ia mencontohkan sekolah yang akan dibangun hingga tahun 2018, dan sekolah yang baru dibangun mulai tahun 2018 ke atas, akan dibangun di tahun berikutnya.

"Jadi, kita harus punya timeline itu. Kalau sudah terbuka semuanya seperti ini, saya yakin konco-konco bisa mengerti. Makanya yang saya jelaskan tadi, kalau guru negeri dan swasta kumpul bareng dan ada tawa ceria dan renyah, maka itu berarti sudah ada kebersamaan. Saya yakin MKKS negeri dan swasta itu bisa bersatu," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 Kompetisi Roket Terkendali Tingkat SMP se-Kota Magelang 2022 kembali digelar
Minggu, 25 September 2022 - 19:23 WIB

Kompetisi Roket Terkendali Tingkat SMP se-Kota Magelang 2022 kembali digelar

Elshinta.com,
Mahasiswa Unma, luncurkan website Balagedogmart untuk Program GNRM
Minggu, 25 September 2022 - 18:07 WIB

Mahasiswa Unma, luncurkan website Balagedogmart untuk Program GNRM

Elshinta.com, Memasuki tahun ketiga Universitas Majalengka (Unma) mendapatkan Program Gerakan Nasion...
Indonesia Mengajar berbagi pengalaman abdi di pelosok timur Indonesia
Kamis, 22 September 2022 - 11:57 WIB

Indonesia Mengajar berbagi pengalaman abdi di pelosok timur Indonesia

Elshinta.com, Sejak tahun 2010, Indonesia Mengajar hadir melalui terobosan para Pengajar Muda yang d...
Kemendikbudristek: RPL tidak kurangi kualitas pendidikan
Kamis, 22 September 2022 - 11:36 WIB

Kemendikbudristek: RPL tidak kurangi kualitas pendidikan

Elshinta.com, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekn...
 Tiga nama bakal rektor dibawa ke Majelis Wali Amanah UM
Rabu, 21 September 2022 - 17:46 WIB

Tiga nama bakal rektor dibawa ke Majelis Wali Amanah UM

Elshinta.com, Empat bakal calon rektor Universitas Negeri Malang (UM) saling beradu visi misi di dal...
P2G minta Kemendikbudristek bentuk pokja RUU Sisdiknas
Rabu, 21 September 2022 - 14:49 WIB

P2G minta Kemendikbudristek bentuk pokja RUU Sisdiknas

Elshinta.com, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Rise...
Country Director Asian Development Bank-Indonesia beri bekal wisudawan UMM
Rabu, 21 September 2022 - 13:35 WIB

Country Director Asian Development Bank-Indonesia beri bekal wisudawan UMM

Elshinta.com, Di depan 3.134 wisudawan beserta orang tuanya ini Jiro  mengatakan jika mahasiswa har...
Ditlantas Polda Jatim edukasi santri soal wawasan kebangsaan dalam perspektif lalu lintas
Selasa, 20 September 2022 - 21:46 WIB

Ditlantas Polda Jatim edukasi santri soal wawasan kebangsaan dalam perspektif lalu lintas

Elshinta.com, Rangkaian HUT ke 67 Polantas, Dit Lantas Polda Jatim melaksanakan beberapa kegiatan.
Jangan Salah, Ini Dia 7 Perbedaan Resume dan CV
Senin, 19 September 2022 - 23:40 WIB

Jangan Salah, Ini Dia 7 Perbedaan Resume dan CV

Elshinta.com, Masih banyak dari kita yang belum memahami perbedaan CV dan Resume sehingga terkadang ...

InfodariAnda (IdA)