RS Muhamadiyah Kota Kediri klarifikasi isu tahan jenasah pasien tidak mampu 
Elshinta
Selasa, 23 November 2021 - 20:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
RS Muhamadiyah Kota Kediri klarifikasi isu tahan jenasah pasien tidak mampu 
Sumber foto: Fendi Lesmana/elshinta.com.

Elshinta.com - Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri merespon isu negatif sehubungan dengan adanya pemberitaan rumah sakit menahan pasien tidak mampu.  

Melalui kuasa hukumnya Masbuhin, advokat dan Corporate Lawyer jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah se-Jawa Timur mengklarifikasi hal tersebut.
 
"Berita terkait dugaan penahanan pasien oleh Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri pada Minggu 14 November 2021 kemarin dengan alasan keluarga tidak mampu bayar adalah tidak benar. Karena faktanya pasien yang dinyatakan meninggal dunia tersebut butuh proses medis seperti post Mortem dan konfirmasi berbagai data administrasi lain dari pihak keluarga pasien yang memerlukan waktu," terang Masbuhin, Selasa (23/11). 

Dalam persoalan ini Masbuhin menilai telah terjadi kesalahpahaman dimana keluarga pasien diduga menginformasikan kepada orang lain secara kurang pas, lalu direspon secara reaktif, sehingga seolah olah rumah sakit menahan pasien sampai ada kegiatan penggalanban dana untuk  diserahkan kepada rumah sakit. 

"Kesalahpahaman antara RS dengan keluarga pasien sebenarnya langsung sudah selesai saat itu secara tuntas, celar and clean sejak hari Minggu 14 November 2021. Melalui lazismu dan silahturahmi dengan keluarga pasien, bahkan sampai sekarang tetap terbina dengan baik," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana. 

Sementara itu, perwakilan dari pihak keluarga pasien  bernama Istiqomah  menyebut, persoalan ini terjadi karena kesalahpahaman komunikasi saja. 

Sebagai nenek dari pasien dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan uang  tunai senilai Rp 4 juta yang telah diberikan oleh pihak rumah sakit. 

"Atas kesalahpahaman ini, Terima kasih atas santuan yang telah diberikan," terang Istiqomah di hadapan sejumlah wartawan. 

Dalam press release hak jawab, selain dihadiri kuasa hukum dan perwakilan pihak keluarga pasien, turut serta jajaran petinggi rumah sakit setempat. 

Seperti diketahui Aksi galang dana kemanusian dilakukan sejumlah  warga di sejumlah ruas jalan raya di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu 17 November 2021.

Aksi ini untuk membantu biaya perawatan jenazah bayi yang diisukan  ditahan Rumah Sakit Ahmad Dahlan (Muhammadiyah) Kota Kediri.

Selain donasi dari pejalan kaki, relawan juga mengumpulkan uang lewat grup WhatsApp untuk menebus biaya perawatan bayi bernama Moh Rafa Azka Putra. Bayi malang tersebut akhirnya meninggal.

Bayi umur satu bulan anak pasangan Suyadi dan Ulandari, pada Sabtu 13 November lalu dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Kota Kediri. Kondisi bayi itu didiagnosis mengalami pendarahan di otak. Bayi bernama Moh Rafa meninggal sehari kemudian.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Buya Syafii Maarif meninggal dunia
Jumat, 27 Mei 2022 - 12:15 WIB
Cendekiawan Muslim yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H. Ahmad Syafii Maarif atau B...
Legislator minta Pemkab Kotim lebih perhatikan korban banjir
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:11 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Darmawati meminta pemerintah kabupaten...
Riset: Merek kecantikan lokal kuasai pasar e-dagang Indonesia
Jumat, 27 Mei 2022 - 09:47 WIB
Perusahaan teknologi Insignia dan MarketHac melalui riset terbarunya menunjukkan bahwa merek kecanti...
KRN ekspor 7 ribu ton limbah inti sawit ke Korea Selatan
Jumat, 27 Mei 2022 - 09:23 WIB
PT Kutai Refinery Nusantara (KRN) mengekspor  tujuh ribu ton Palm Kernel Expeller (PKE) atau limbah...
Pemerintah Sulbar diminta tangani banjir di Majene-Mamuju
Jumat, 27 Mei 2022 - 09:11 WIB
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diminta segera menangani warga korban banjir di Kabupat...
Wagub Riau minta Dinsos urus ODGJ berkeliaran di jalan
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:35 WIB
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution  meminta Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau dan kabupaten/...
36 truk dikerahkan untuk angkut sampah di kompleks Metland Cibitung
Jumat, 27 Mei 2022 - 06:31 WIB
Pemerintah Kabupaten Bekasi di Provinsi Jawa Barat mengerahkan 36 truk untuk mengangkut sampah dari ...
BKD Depok tingkatkan layanan dengan mobil keliling PBB On The Spot
Kamis, 26 Mei 2022 - 22:35 WIB
Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Jawa Barat, memberikan kemudahan pelayanan pembayaran pajak ...
Jokowi sempatkan kunjungi Taman Balekambang saat pulang Solo
Kamis, 26 Mei 2022 - 22:11 WIB
Presiden Joko Widodo menyempatkan waktu untuk mengunjungi Taman Balekambang saat pulang ke Solo, Jaw...
Presiden Jokowi salurkan tambahan modal pelaku usaha di Pasar Gede
Kamis, 26 Mei 2022 - 21:23 WIB
Presiden Joko Widodo menyalurkan bantuan tambahan modal kepada para pedagang dan pelaku usaha kecil ...
InfodariAnda (IdA)