Polrestro Jakpus ciduk Ketua LSM pemeras polisi hingga Rp2,5 miliar
Elshinta
Selasa, 23 November 2021 - 00:11 WIB |
Polrestro Jakpus ciduk Ketua LSM pemeras polisi hingga Rp2,5 miliar
Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menciduk Ketua DPP LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (Tamperak) Kepas Penagean Pangaribuan di kantornya yang berada di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Senin (22/11/2021) sore. (ANTARA/HO Polres Metro Jakarta Pusat)

Elshinta.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat menciduk Ketua DPP LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (Tamperak) bernama Kepas Penagean Pangaribuan karena melakukan pemerasan kepada anggota Polri hingga Rp2,5 miliar.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan Kepas ditangkap di Kantor Sekretariat LSM Tamperak yang berada di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Senin sore.

"Yang bersangkutan ini adalah Ketua Umum DPP LSM Tamperak yang sebenarnya akhir-akhir ini sudah sangat meresahkan dan kami banyak menerima laporan pengaduan dari instansi-instansi pemerintah, termasuk TNI dan Polri," kata Hengki di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Senin malam.

Hengki menjelaskan dalam aksinya, pelaku memberikan pernyataan yang mendiskreditkan instansi maupun pimpinan lembaga, bahkan menakut-nakuti anggota serta mengancam akan memviralkan melalui media sosial miliknya, yakni di Tiktok dengan akun kepaspenageanpan5.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika pelaku melakukan pemerasan terhadap anggota Satgas yang saat itu tengah memburu eksekutor pembacokan begal terhadap pegawai Basarnas.

Satgas berhasil melakukan penangkapan sebanyak lima orang. Dari kelima orang pelaku begal tersebut, semuanya positif menggunakan sabu dan satu orang di antaranya mengetahui keberadaan eksekutor pembacokan pegawai Basarnas.

Akhirnya, empat pelaku lain dikirim ke panti untuk direhabilitasi karena tidak memiliki barang bukti narkoba saat dilakukan penangkapan.

"Kepas ini menganggap anggota kami telah melanggar SOP dan terus dilakukan pengancaman dengan membawa nama petinggi negara maupun Polri dengan tujuan untuk memperoleh sejumlah uang," kata Hengki.

Kepas pun memgancam akan memviralkan anggota Satgas tersebut karena tidak bekerja secara profesional dan melanggar SOP. Padahal, Propam Polda Metro Jaya tidak menemukan adanya pelanggaran SOP maupun kode etik disiplin Polri saat memeriksa anggota Satgas itu.

Kepas kemudian meminta uang sebesar Rp2,5 miliar kepada anggota Satgas begal agar tidak memviralkan ke sosial media. Selanjutnya, terjadi negosiasi antara anggota Polisi dengan Kepas hingga akhirnya pelaku meminta uang sebesar Rp250 juta.

Dalam penangkapan ini, Polres Jakpus menyita barang bukti berupa surat yang akan dikirimkan ke Presiden RI dan Komisi III DPR RI terkait pelanggaran SOP oleh anggota Polri.

"Ini instrumental delik pimpinan TNI maupun Polri, ini alat kejahatan. Hasil kejahatan, berdasarkan pernyataan yang bersangkutan, ternyata menggunakan modus mengirim (uang) ke rekening LSM," kata dia.

Kepas dipersangkaan tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 368 dan 369 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 4 UU ITE dengan ancaman kurungan penjara selama lima sampai enam tahun.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Vaksinasi Merdeka anak Polda Metro Jaya capai 91,7 persen 
Senin, 17 Januari 2022 - 18:24 WIB
Vaksinasi Merdeka Anak Polda Metro Jaya pada hari ke-10 telah mencapai 91,7 persen di wilayah Aglome...
Bioskop di Blok M Square dipasangi stiker tanda belum bayar PBB
Senin, 17 Januari 2022 - 18:07 WIB
Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan memasang tanda berupa stiker pemberitahuan di Bioskop XXI M...
DPRD DKI soroti Rusun Bayam yang bukan untuk warga terdampak JIS
Senin, 17 Januari 2022 - 17:55 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyoroti rencana pembangunan rumah susun (rusun) Kampun...
Polda Metro berharap balap jalanan resmi minimalkan kecelakaan balap liar
Minggu, 16 Januari 2022 - 21:31 WIB
Polda Metro Jaya berharap penyelenggaraan balap motor jalanan resmi dapat meminimalkan kecelakaan ya...
Pemprov DKI maksimalkan PAM guna sediakan air bersih di Jakut
Minggu, 16 Januari 2022 - 20:44 WIB
Pemerintah DKI Jakarta memaksimalkan keberadaan Perusahaan Air Minum (PAM) untuk mendistribusikan ai...
Disdik DKI Jakarta adakan pelatihan untuk atasi `off cam` saat PJJ
Minggu, 16 Januari 2022 - 13:55 WIB
Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta meng...
Polda Metro kerahkan ratusan personel amankan balap jalanan di Ancol
Minggu, 16 Januari 2022 - 00:45 WIB
Polda Metro Jaya mengerahkan sekitar 500 personel untuk mengamankan ajang balap jalanan di Jalan Kal...
Dirlantas Polda Metro uji trek `drag race` Ancol pakai motor 150 cc
Minggu, 16 Januari 2022 - 00:15 WIB
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo menguji coba trek ...
Wagub DKI pastikan belum ada temuan Omicron pada 11 sekolah
Sabtu, 15 Januari 2022 - 21:15 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan belum ada temuan terpapar COVID-19 varian Om...
Percepat vaksinasi Covid-19, Kapolda Banten monitoring seluruh sekolah
Sabtu, 15 Januari 2022 - 18:13 WIB
Dalam melakukan percepatan vaksinasi presisi anak usia 6 sampai 11 tahun di wilayah Provinsi Banten,...
InfodariAnda (IdA)