Kalangan bulu tangkis nasional berduka atas wafatnya Verawaty
Elshinta
Minggu, 21 November 2021 - 15:31 WIB |
Kalangan bulu tangkis nasional berduka atas wafatnya Verawaty
Arsip foto - Pasangan ganda campuran Eddy Hartono (kanan) / Verawaty Fajrin (kiri) berhasil mengalahkan pasangan campuran Steen Fladberg/Gilian Clark dari Denmark/Inggris dengan 15-8, 17-14. Pasangan Eddy/Verawaty dalam pertandingan bulutangkis mereka kejuaraan ganda campuran tersebut mendapat hadiah piala dan uang tunai 5000 dollar AS, di Istora Senayan Jakarta, Minggu malam (9/11/1986). FOTO ANTARA/N05/N01/ed/Koz/hp/aa. (ANTARA FOTO/N05)

Elshinta.com - Wafatnya legenda bulu tangkis Verawaty Fadjrin setelah berjuang melawan kanker paru-paru, meninggalkan duka mendalam bagi kalangan bulu tangkis nasional mengingat jasa dan prestasinya bagi Tanah Air.

Salah satunya ialah mantan pebulu tangkis nasional, yaitu Taufik Hidayat yang pernah merasakan langsung dilatih oleh atlet juara dunia tahun 1980 itu.

"Yang jelas sangat sedih dengan meninggalnya Bu Vera. Saya pernah satu lingkungan dengan beliau saat awal masuk Pelatnas, beliau sosok yang baik dan ramah, tapi tegas dalam melatih," kata Taufik saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Minggu.

Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini menceritakan momen paling diingatnya saat bersama Verawaty di Pelatnas Cipayung, yakni ia pernah ditegur secara keras sehubungan dengan proses latihan.

Meski begitu, Taufik menilai tegurannya saat itu adalah bentuk perhatian dari pelatih kepada anak didiknya agar ke depan bisa bermain lebih baik dan menjadi pemain yang handal.

"Dia galak, tapi masih dalam tahap wajar karena tujuannya agar lebih baik di bulu tangkis. Beliau ingin atletnya sukses, dan itu hal yang wajar dari senior ke junior. Marahnya itu saya jadikan motivasi dan tidak dendam ke beliau," Taufik menceritakan.

Kabar meninggalnya Verawaty juga didengar Hendra Setiawan, pebulu tangkis spesialis ganda putra yang kini masih aktif bermain membela timnas Indonesia.

Hendra juga sempat merasakan masa kepelatihan Vera di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Menurut Hendra, Vera adalah sosok pelatih yang baik dan gemar memberi nasihat kepada atlet-atletnya.

"Saya ikut bela sungkawa, semoga keluarga tabah dan kuat. Yang kami tahu, Bu Vera adalah salah satu legenda Indonesia, jelas kabar ini sangat menyedihkan. Dulu waktu masih aktif melatih di pelatnas, saya tahu Bu Vera orang yang baik dan suka kasih nasihat ke anak-anak," ungkap Hendra.

Menurut keterangan resmi PP PBSI, Minggu, Vera berpulang dalam usia 64 tahun setelah sempat menjalani perawatan akibat kanker paru-paru. Hingga akhir hayatnya, Vera meninggalkan suami, Fadjriansyah Bidoein, seorang anak Fidyandini dan dua cucu.

Jenazah Vera dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan dengan diberangkatkan dari rumah duka di Kavling DKI Cipayung, Jalan Durian Blok T1 No.23 RT01/08, Cipayung, Jakarta Timur, dan sebelumnya disholatkan di Masjid Al Islam Cipayung, Jakarta Timur. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perang bintang legenda badminton di ajang `Fadil Imran Badminton Premier Super Series`
Minggu, 23 Januari 2022 - 09:45 WIB
Sejumlah legenda bulutangkis bertanding memperebutkan hadiah senilai Rp 500 juta di ajang Fadil Imra...
Atlet tak dipanggil tes kesehatan PBSI, Ini tanggapan PB Djarum
Selasa, 18 Januari 2022 - 11:35 WIB
Sejumlah atlet PB Djarum yang bermain di sektor ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavian...
18 Januari 1974: Legenda ganda campuran peraih medali Olimpiade Sydney 2000, Tri Kusharjanto
Selasa, 18 Januari 2022 - 06:00 WIB
Tri Kusharjanto adalah salah satu talenta terbaik Indonesia di bulu tangkis sektor ganda campura...
The Daddies menang mudah menuju partai puncak India Open 2022
Minggu, 16 Januari 2022 - 06:45 WIB
Ganda putra peringkat dua dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi satu-satunya wakil Indonesia ...
Tim Piala Davis Indonesia terancam gagal bertanding di kandang
Sabtu, 15 Januari 2022 - 08:25 WIB
Indonesia terancam gagal menjadi tuan rumah Piala Davis Grup II untuk laga Indonesia vs Venezuela di...
BWF konfirmasi tujuh peserta India Open 2022 terpapar COVID-19
Kamis, 13 Januari 2022 - 12:00 WIB
Federasi Badminton Dunia (BWF) melalui laman resminya mengumumkan adanya temuan sebanyak tujuh kasus...
The Daddies manfaatkan babak pertama India Open untuk adaptasi
Rabu, 12 Januari 2022 - 06:01 WIB
Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menceritakan laga mereka di babak pertama India...
Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Eropa 2022 dibatalkan karena Omicron
Minggu, 09 Januari 2022 - 07:45 WIB
Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Eropa Putra dan Putri 2022 yang sedianya digelar di Lahti, Finlandia, ...
Bonus cair, Jojo ucapkan terimakasih pada Presiden dan Menpora
Selasa, 28 Desember 2021 - 11:14 WIB
Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie atau akrab dipanggil Jojo mengucapkan t...
Pemerintah serahkan Rp10 miliar bonus Piala Thomas kepada PBSI
Senin, 27 Desember 2021 - 19:17 WIB
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara simbolis resmi memberikan bonus total Rp10 miliar...
InfodariAnda (IdA)