Polda Kepri selidiki dugaan penganiayaan siswa SMK Penerbangan Batam
Elshinta
Sabtu, 20 November 2021 - 22:57 WIB |
Polda Kepri selidiki dugaan penganiayaan siswa SMK Penerbangan Batam
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt. (ANTARA/HO-Humas Polda Kepri)

Elshinta.com - Direktorat Reskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri) mulai menyelidiki terkait dugaan tindakan penganiayaan terhadap siswa di SMK Penerbangan di Kota Batam yang belakangan viral.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt di Batam, Sabtu, mengatakan penyelidikan kasus ini berdasarkan laporan polisi nomor : LP-B / 138 / XI/2021/SPKT-Kepri, tanggal 19 November 2021.

"Ini merupakan bentuk respon cepat dari kita dalam menindaklanjuti pemberitaan terkait dengan adanya dugaan tindak pidana kekerasan atau penganiayaan yang terjadi di SMK tersebut," kata dia.

Menurutnya ada lima orang korban dalam kasus yang dilaporkan, yakni berinisial IN umur 17 Tahun, Inisial SA 18 tahun, RA 17 tahun, GA 17 tahun dan Inisial FA 17 tahun. Kelima orang adalah siswa dari SMK Penerbangan Batam.

Saat ini, katanya, penyidik terus bekerja dan melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan sementara, para korban ini mendapatkan perlakuan kekerasan sejak kelas 1 sampai dengan korban kelas 3. Mereka mendapatkan perlakuan kekerasan dikarenakan adanya pelanggaran yang mereka buat.

Ada beberapa perlakuan yang dialami korban seperti kekerasan verbal, kekerasan fisik termasuk juga kekerasan dengan menggunakan rantai terhadap anak didik tersebut.

Menyikapi hal ini, lanjutnya, Direktorat Reskrimum Polda Kepri sudah melayangkan surat untuk permintaan visum et repertum, kemudian juga sudah turun ke lokasi serta melakukan penyitaan terhadap dokumen foto korban saat dirantai.

"Kemudian kami juga mengundang masing-masing pihak terkait dan juga mengetahui secara langsung kejadian yang menimpa para korban ini," ungkapnya.

Pihaknya sangat prihatin di dalam dunia pendidikan, hal-hal yang seperti ini sebenarnya tidak boleh terjadi. Proses penyidikan terhadap kasus ini terus berjalan dan apabila nanti telah ditemukan dua alat bukti yang kuat, penyidik akan meningkatkan proses penyelidikan menjadi penyidikan.

″Terhadap dugaan tindak pidana yang terjadi ini diterapkan juga pasal 80 Jo pasal 76 huruf C Undang-undang no 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak, di samping itu juga penyidik akan menerapkan Pasal 354 KUHP tentang Penganiayaan Berat dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," demikian Kabid Humas Polda Kepri.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polri proses laporan terkait YouTuber Edy Mulyadi `jin buang anak`
Senin, 24 Januari 2022 - 20:51 WIB
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memproses laporan terkait dengan pencemaran nama baik y...
Bareskrim limpahkan tahap II perkara Ferdinand Hutahaean
Senin, 24 Januari 2022 - 20:09 WIB
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melimpahkan tanggung jawab tersangka beserta...
Jaksa KPK di sidang Azis: Rangkaian kebohongan demi buat bangunan baru
Senin, 24 Januari 2022 - 17:15 WIB
Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut ada kebohongan yang dirangkai menjadi bangunan baru dalam per...
KPK panggil istri Alex Noerdin terkait kasus korupsi Musi Banyuasin
Senin, 24 Januari 2022 - 16:42 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Eliza Alex Noerdin yang merupakan istri mantan Gubernur...
Polres Bantul ungkap kasus pembuatan bakso dari bahan ayam tiren
Senin, 24 Januari 2022 - 16:31 WIB
Jajaran Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengungkap kasus tinda...
Polda Jabar belum berikan penangguhan penahanan Bahar Smith
Senin, 24 Januari 2022 - 15:58 WIB
Polda Jawa Barat menyatakan belum memberikan penangguhan penahanan terhadap Bahar Smith (BS) yang me...
KPK panggil empat saksi kasus korupsi pengurusan DID Tabanan
Senin, 24 Januari 2022 - 15:47 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin memanggil empat saksi dalam penyidikan kasus dugaan korups...
Kebocoran data BI harus jadi desakan kencang RUU PDP disahkan
Senin, 24 Januari 2022 - 15:36 WIB
Kebocoran data Bank Indonesia (BI) dapat terbilang menjadi desakan yang kencang untuk Pemerintah dan...
Jasa Raharja: Santunan kecelakaan Muara Rapak selesai dalam sehari
Senin, 24 Januari 2022 - 13:59 WIB
Direktur Operasional PT Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaika...
KPK amankan dokumen aliran uang terkait kasus di Buru Selatan
Senin, 24 Januari 2022 - 09:11 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen aliran sejumlah uang dan barang elektronik da...
InfodariAnda (IdA)