Disbudpar Bandung dorong pelaku wisata terapkan CHSE Kemenparekraf
Elshinta
Jumat, 19 November 2021 - 17:58 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Disbudpar Bandung dorong pelaku wisata terapkan CHSE Kemenparekraf
Sumber foto: Dudy Supriyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Jawa Barat terus mendorong para pengusaha jasa wisata untuk mengikuti sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal ini sebagai upaya untuk kembali bangkit pascapandemi Covid-19.

Kepala Seksi Destinasi dan Wisata Disbudpar Kota Bandung, Faisal Tachir menyatakan, dengan adanya sertifikat CHSE tersebut menjadi tambahan garansi bahwa usaha pariwisata mempunyai standar terkait kemanan protokol kesehatan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri, karena dapat membuat pengunjung aman dan nyaman.

"Alhamdulillah, Kota Bandung di level PPKM level 2 sudah mulai menggeliat lagi mulai dari usaha pariwisata, hotel restoran dan objek lainnya sudah mulai menggeliat lagi. Kita imbau untuk sertifikasi CHSE sebagai tambahan daya jual usaha pariwisata," ucap Faisal di Balai Kota Bandung seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Jumat (19/11). 

"Memang bukan salah satu syarat mutlak, tapi Ini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung ini sangat menjamin ada CHSE. Ini jadi senjata juga bagi pelaku usaha wisata," imbuhnya.

Faisal menyebutkan, para pengusaha pariwisata Kota Bandung terbilang paling rajin untuk membuat sertifikat CHSE. Hingga November 2021 ini sudah ada 385 usaha pariwisata di Kota Bandung tersertifikat CHSE dari Kemenparekraf.

"Kota Bandung itu paling banyak di Jawa Barat. Kalau tidak salah posisi se-Jawa Barat itu 729 usaha pariwisata yang punya CHSE. Hampir setengahnya dari Kota Bandung," jelasnya.

Faisal mengungkapkan, jumlah tersebut masih 25 persen dari keseluruhan usaha pariwisata di Kota Bandung yang terdiri dari 385 hotel, 1.250-an restoran, ditambah cafe, tempat hiburan dan destinasi wisata lainnya.

Menurut Faisal, Disbudpar hanya bisa mengimbau dan mendorong untuk pembuatan CHSE ini. Sebab, keseluruhan prosesnya mulai dari pengajuan dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha. 

"Pelaku usaha harus mengajukan sendiri permohonan CHSE ini melalui portal Kemenparekraf. Kemudian upload sendiri semua persyaratannya, lalu nanti ada verifikasi dilihat ke lapangan oleh tim dari Kemenaprekraf," bebernya.

Faisal berharap, dengan adanya sertifikasi CHSE ini bisa kembali meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung. Mengingat jumlah pelancong mengalami penurunan cukup drastis pada saat pandemi Covid-19 berlangsung.

Menurut Faisal, ketika 2019 lalu jumlah kunjungan wisatwan ke Kota Bandung mencapai 8.175.221 orang untuk wisawatan domestik. Ditambah lagi wisatawan mancanegara sebanyak 252.842 orang.

"Pada tahun 2020 itu wisatawan domestik hanya 3.229.090. Kemudian wisatawan mancanegaranya 30.210 orang," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Terpikat keindahan Pantai Kenawa bak kolam renang
Minggu, 16 Januari 2022 - 12:19 WIB
Jalan-jalan ke berbagai tempat di Nusa Tenggara Barat, pantai selalu menjadi destinasi yang banyak d...
Pemprov Sumut terus majukan Tangkahan dan Bukit Lawang menuju destinasi wisata dunia
Sabtu, 15 Januari 2022 - 14:07 WIB
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) intens mendukung kemajuan destinasi Bukit Lawang dan ...
Rekomendasi tempat menginap di dekat sirkuit Mandalika
Jumat, 14 Januari 2022 - 13:15 WIB
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022 di Lombok, Nusa Tenggara Barat sudah di depan mata.
Enam wisata wajib dikunjungi saat nonton MotoGP Mandalika
Jumat, 14 Januari 2022 - 12:31 WIB
Usai diresmikan pada 12 November 2021 lalu, Sirkuit Mandalika yang terletak di Kabupaten Lombok teng...
Taman Alun-alun Cianjur dibuka kembali tanggal 11 Januari
Minggu, 09 Januari 2022 - 20:57 WIB
Taman Alun-alun Cianjur, Jawa Barat, kembali dibuka tanggal 11 Januari, setelah dua tahun ditutup ka...
Nikmati sensasi jalan `membelah` lautan menuju Pulau Bungin Sumbawa
Minggu, 09 Januari 2022 - 06:15 WIB
Pernah dengar kisah Nabi Musa AS, dengan mukjizatnya membelah laut untuk menyelamatkan umatnya?. Kir...
Lima `hidden gem` untuk liburan akhir pekan
Sabtu, 08 Januari 2022 - 15:47 WIB
Di awal tahun baru ini, mungkin Anda sudah membuat rencana liburan yang seru bersama keluarga. Lokas...
Desa wisata, `hidden gem` destinasi liburan di negeri sendiri
Minggu, 02 Januari 2022 - 14:11 WIB
Pemerintah sedang menggalakkan dan mempromosikan berbagai desa wisata di Indonesia sebagai destinasi...
Kawasan Kota Tua tutup saat malam Tahun Baru
Rabu, 29 Desember 2021 - 13:13 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Barat menutup kawasan Kota Tua saat malam Tahun Baru pada 31 Desember 2021 h...
Ragunan dikunjungi 9.798 pengunjung pada liburan Natal 2021
Sabtu, 25 Desember 2021 - 14:13 WIB
Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, per pukul 10.00 WIB, dikunjungi sebanyak 9.798 pengunjung...
InfodariAnda (IdA)