Vaksinasi jadi upaya pengendalian influenza terutama pada masa pandemi
Elshinta
Jumat, 19 November 2021 - 18:24 WIB |
Vaksinasi jadi upaya pengendalian influenza terutama pada masa pandemi
Ilustrasi seseorang mendapatkan vaksin flu

Elshinta.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan, Dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid mengatakan, vaksinasi influenza masih menjadi bagian upaya pengendalian sekaligus mencegah angka kesakitan dan kematian pasien penyakit menular itu. 

"Ini penting kalau melihat vaksinasi pada orang dewasa harus kita lakukan sebagai upaya pencegahan terutama kalau kita melihat COVID-19 bagian dari pandemi influenza dan virus yang bermutasi," ujar dia dalam konferensi virtual, Jumat.

Infuenza tergolong penyakit pernapasan menular yang disebabkan virus influenza. Ada berbagai jenis virus influenza yakni influenza musiman seperti tipe A, B, C; kemudian influenza harian contohnya avian influenza yang menular dari hewan ke manusia.

Selain itu, adapula influenza pandemi yakni virus subtipe baru yang bersikulasi antar manusia. Sementara manusia tidak mempunyai imunitas terhadap virus baru tersebut.

"Pandemi terjadi karena kelompok masyarakat yang semula telah kebal secara alamiah atau akibat vaksinasi tetapi tidak kebal terhadap varian baru sehingga rentan terinfeksi dan menularkan pada orang lain," kata Nadia.

Anak-anak terutama diketahui sebagai penular virus influenza dengan usia 5-9 tahun menunjukkan tingkat infeksi tertinggi. Tetapi bila terkait angka kesakitan dan kematian, lebih sering pada orang tua dan kelompok risiko tertentu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian vaksin flu musiman sekali setahun pada individu mulai dari usia enam bulan hingga usia dewasa, khususnya untuk anak dan kelompok dengan risiko tinggi.

Vaksin flu memiliki efektivitas selama satu tahun, dan untuk perlindungan optimal perlu dilakukan pengulangan setiap satu tahun sekali karena galur atau strain virus flu yang dominan beredar dapat berubah-ubah.

Dengan vaksinasi, masyarakat akan terlindungi dari flu, dan apabila masih terserang penyakit flu, gejala dan akibat yang ditimbulkan tidak akan seberat yang tidak vaksin. Pemberian vaksin flu mampu menurunkan risiko influenza dan komplikasinya pada anak hingga 60 persen.

Vaksinasi flu juga penting dilakukan pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan orang dengan kondisi medis kronis tertentu, untuk membentuk antibodi terhadap virus influenza

Terkait penanggulangan influenza, Nadia menuturkan, Kementerian Kesehatan memonitor dan melakukan surveilans atau pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data secara sistemik dan terus menerus serta penyebaran informasi.

Tujuannya untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat influenza serta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk menghadapi pandemi. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan juga berupaya dalam penguatan tata laksana dan mengendalikan faktor risiko influenza.

"Kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza di Indonesia. Deteksi, manajemen klinis, perubahan perilaku, vaksinasi serta penguatan sistem kesehatan," tutur Nadia.

Senada dengan Nadia, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof. DR. dr. Iris Rengganis, SpPD-K -AI juga berpendapat promosi cakupan vaksinasi masih menjadi strategi yang diprioritaskan untuk mengendalikan pandemi secara efisien dan mencegah penyakit flu musiman.

"Kami mengusung pentingnya vaksinasi influenza pada masa pandemi COVID-19," demikian ujar Iris.

Data dari WHO menunjukkan, pada 2018 terdapat 3-5 juta orang di seluruh dunia terkena infeksi influenza berat setiap tahun. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 290.000 hingga 650.000 orang meninggal per tahunnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pendapat pakar terkait ganja medis untuk terapi cerebral palsy
Jumat, 01 Juli 2022 - 09:34 WIB
Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, Prof. Apt. Zullies Ikawati, Ph.D., menjelaskan bahwa ganja...
Tanaman herbal bisa jadi opsi dalam pengembangan obat terapi COVID-19
Kamis, 30 Juni 2022 - 09:46 WIB
Purnabakti Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Prof. Dr. apt. Maksum Radji, M.Biomed m...
BKKBN beri kiat agar aktivitas seksual tetap nyaman saat pakai KB
Rabu, 29 Juni 2022 - 15:25 WIB
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memberikan tips agar...
Tunjukkan KTP, peserta BPJS Kesehatan bisa berobat
Rabu, 29 Juni 2022 - 14:06 WIB
BPJS Kesehatan Cabang Medan gencar melakukan sosialisasi berbagai program pelayanan kesehatan bagi m...
Bulan Imunisasi Anak Nasional penting tutupi kesenjangan imunisasi
Selasa, 28 Juni 2022 - 18:56 WIB
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Maxi Rein...
Dokter imbau ibu hamil dan menyusui berhati-hati saat pilih `kincare`
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:01 WIB
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS mengimbau kepada ibu ham...
Pengamat: Masyarakat perlu dilibatkan dalam perumusan regulasi IHT
Sabtu, 25 Juni 2022 - 00:05 WIB
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Aji Imawan menyarankan agar masy...
Dokter: Penyakit wajah alami pelemahan diawali gejala nyeri telinga
Jumat, 24 Juni 2022 - 21:29 WIB
Dokter spesialis penyakit syaraf RS Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dr. Nurul Fadli menga...
Diresmikan Bupati, RSUD dr Muchtar Hasbi Lhoksukon mulai layani pasien rawat jalan
Kamis, 23 Juni 2022 - 19:48 WIB
Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib meresmikan beroperasinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Muchta...
Dokter: DBD bisa sebabkan penderita alami gangguan kesadaran
Selasa, 21 Juni 2022 - 18:26 WIB
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Ciputat Kota Tangerang Selatan dr. Laras Budiyani menga...
InfodariAnda (IdA)