Pemkot Bandung tuntaskan penataan kawasan kuliner Sultan Agung
Elshinta
Jumat, 19 November 2021 - 11:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Pemkot Bandung tuntaskan penataan kawasan kuliner Sultan Agung
Sumber foto: Dudy Supriyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Kawasan kuliner Sultan Agung telah selesai ditata. Harapan besar tidak hanya dapat membangkitkan ekonomi pascapandemi Covid-19, namun para PKL bisa naik kelas dengan skala perdagangan yang lebih besar.

Ketua Satgasus PKL Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, dalam upaya pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 ini Pemerintah Kota (Pemkot) terus berusaha merangsang krativitas dan inovasi para pelaku UMKM. Sehingga penataan ini diharapkan menjadi semangat baru bagi pedagang kuliner Sultan Agung.

"Mudah-mudahan para pedagang dan pembeli merasa aman dan nyaman, dan insyallah semakin sehat. Sehingga pertumbuhan ekonomi semakin tumbuh, syukur-syukur teman-teman PKL ini bisa naik kelas punya toko atau lainnya yang lebih besar," ucap Yana saat peresmian penataan kuliner Sultan Agung seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Jumat (19/11).

Penataan di Sultan Agung ini buah kolaborasi Pemkot Bandung melalui Satgasus PKL bersama Lions Club Bandung Ceria. Selain membuat area berjualan yang lebih rapi dan aman, juga turut menghadirkan tujuh set meja dan dan kursi untuk mendukung kenyamanan pembeli.

Yana berharap, para pedagang tetap perhatikan regulasi Pemkot Bandung. Penataan ini sebagai upaya untuk tetap memfasilitasi masyarakat, namun tetap harus berpegang pada aturan dan ketentuan.

"Karena bagaimana pun para PKL ini menempati trotoar yang merupakan hak pejalan kaki. Dan di sini kita lihat pejalan kaki tetap dihargai masih ada tempat dan pedagang bisa ada kesempatan berjualan," ujarnya. 

Terkait landasan aturan ini, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM)Kota Bandung, Atet Dedi Handiman menuturkan, regulasi PKL sudah tertera di dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima.

Untuk kawasan kuliner Sultan Agung ini masuk ke kategori zona kuning. Sehingga, 20 pedagang ini bisa tetap berniaga namun tetap dengan ketentuan yang berlaku.

"Misalnya trotoar hak pejalan kaki diutamakan, kebersihan dan segala macam, waktu berjualan pukul 08.00-21,00 WIB.

Tapi mereka ini dari sore juga sudah ada yang selesai. Petunjuknya sudah jelas juga diatur lebih rinci di Perwal 32 Tahun 2019," kata Atet.

Selain kartu keanggotaan, lanjut Atet, pedagang kuliner Sultan Agung juga mendapat program dari BPJS Ketenagakerjaan. Program ini untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pedagang, termasuk pengakomodiran pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Diberikan cuma-cuma dan tidak bayar premi selama tiga bulan. Selanjutnya, pedagang bisa membayarnya secara mandiri. Di Kota Bandung program kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini untuk 1.000 pedagang. Salah satunya di Sultan Agung," imbuhnya.

"Program pentaan ini juga kita ingin memberikan awareness kepada PKL untuk berjualan sesuai regulasi. Kalau memang zona merah ya jangan. Tapi kalau mau diatur, ya kita upayakan," imbuhnya.

Sedangkan Presiden Lions Club Bandung Ceria, Rukita Surjaudaja mengatakan, bantuan penataan ini sejalan dengan salah satu program internasional orgasniasinya, yakni berkenaan dengan lingkungan. 

Sehingga, di samping mempercantik tempat berjualan, juga turut menata taman di sekitar area kuliner.

"Kami harap donasi kami dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ikut memperindah Kota Bandung dan dapat menjadikan Sultan Agung sebagai pusat kuliner yang nyaman dan tertib," kata Rukita.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UMKM Bhayangkari Polres Jayapura gelar pasar murah sembako
Minggu, 24 April 2022 - 09:57 WIB
Pengurus UMKM Bhayangkari Polres Jayapura menggelar pasar murah sembilan bahan kebutuhan pokok (Semb...
Petugas pendamping UMKM akan periksa kegiatan usaha penerima BPUM
Jumat, 22 April 2022 - 15:13 WIB
Mengingat ada trend peningkatan jumlah UMKM di Subang semenjak ada Bantuan Produktif Usaha Mikro (BP...
OJK dorong digitalisasi UMK di Tanah Minang lewat Maju Berkah Basamo UMKM Sumbar
Selasa, 12 April 2022 - 14:06 WIB
Awal Ramadan 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapat kepercayaan sebagai movement manager Geraka...
PT PIM dukung UMKM binaan Go Global  di Pameran Inacraft 2022
Jumat, 25 Maret 2022 - 15:38 WIB
Setelah 2 tahun vakum, Internasional Handicraft Trade Fair (Inacraft) ke -22 kembali digelar pada 23...
BAZNAS salurkan bantuan gerobak `chicken` untuk pedagang di Kabupaten Subang
Kamis, 24 Maret 2022 - 13:25 WIB
Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Subang Jawa Barat, berikan bantuan sosial gerobag dorong bagi pe...
Gelar expo di mal, produk UMKM digadang naik kelas
Rabu, 23 Maret 2022 - 19:05 WIB
Kamar dagang dan industri (Kadin) Sukoharjo bersama dengan sejumlah pihak menginisiasi pameran produ...
Gelar INACRAFT 2022, Pertamina beri fasilitas UMKM binaan ikut pamerkan produk
Rabu, 16 Maret 2022 - 15:58 WIB
Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) Pertamina memberikan kesempatan kepada para UMKM binaanny...
Papmiso Kota Bekasi dan Bank BRI sepakat bantu beri kemudahan kepada pedagang
Kamis, 17 Februari 2022 - 15:13 WIB
Pembentukan koperasi para pedagang mie ayam dan bakso se Kota Bekasi, Jawa Barat diharap mampu menje...
Bantuan pelaku UMKM Bekasi tunggu perkembangan COVID-19
Sabtu, 05 Februari 2022 - 21:59 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, menyatakan program bantuan bagi para pelaku Usaha ...
Kementerian Investasi dorong pelajar-mahasiswa jadi pengusaha
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:58 WIB
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong pelajar dan mahasiswa menjad...
InfodariAnda (IdA)