Uji klinis sebut vaksin COVID-19 Sinovac aman untuk anak dan remaja
Elshinta
Kamis, 18 November 2021 - 15:25 WIB |
Uji klinis sebut vaksin COVID-19 Sinovac aman untuk anak dan remaja
Petugas kesehatan memegang botol berisi vaksin COVID-19 dari Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi di Rumah SakitÊAdam Malik, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/11/2021). (ANTARA FOTO/FransiscoCarollio)

Elshinta.com - SINOVAC Biotech Ltd. mengumumkan hasil dari analisis blind data yang menunjukkan vaksin CoronaVac®atau Sinovac aman untuk anak-anak dan remaja sehat berusia tiga hingga tujuh belas tahun.

Hasil ini didapatkan berdasarkan uji klinis Fase III berbasis multicenter, kasus, acak, double-blind, dan plasebo terkontrol yang dilakukan di Chili, Malaysia, Filipina, dan Afrika Selatan dengan melibatkan 2.140 partisipan berusia 6 bulan hingga 17 tahun, termasuk 684 peserta dari sub kelompok uji klinis tingkat keamanan.

Seperti dikutip dari siaran pers, Kamis, data dari sub kelompok uji klinis tingkat keamanan CoronaVac memperlihatkan kejadian efek samping atau KIPI setelah dosis kedua lebih rendah dibandingkan setelah dosis pertama.

Efek samping yang umum dirasakan seperti rasa nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, dan demam. Sebagian besar efek samping tersebut dialami ringan/sedang tanpa reaksi yang parah.

Berdasarkan hasil utama uji klinis Fase III multicenter secara global, dampak efek samping merugikan ditemukan serupa dengan uji klinis Fase I/II yang dilakukan pada remaja dan anak-anak di Tiongkok.

Hasil uji klinis Fase I/II yang menilai keamanan CoronaVac® pada anak-anak dan remaja antara usia 3-17 tahun ini diterbitkan dalam jurnal medis internasional The Lancet-Infectious Diseases pada 28 Juni.

Menurut studi, CoronaVac® tiga bulan setelah dua dosis vaksin, tingkat serokonversi mencapai 100 persen. Titer rata-rata geometrik (GMT) antibodi penetral mendekati tingkat yang tercatat pada 28 hari setelah vaksinasi dan tetap secara signifikan lebih tinggi daripada tingkat yang tercatat pada orang dewasa dan orang tua pada 28 hari setelah vaksinasi.

Berdasarkan hasil ini, CoronaVac® dikatakan memiliki imunogenisitas yang stabil dan baik bagi populasi anak-anak dan remaja, terbukti catatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Hasil lebih lanjut dari penelitian ini akan memberikan bukti klinis bagi negara-negara untuk menyetujui penggunaan CoronaVac® pada anak-anak dan remaja antara usia 6 bulan hingga 17 tahun.

Sejak September 2021, sejumlah negara yang telah menggunakan CoronaVac® sebagai vaksin COVID-19 untuk anak-anak dan remaja seperti Chili, Ekuador, El Salvador, Kolombia, Kamboja, dan Indonesia.

Pada akhir Oktober, China telah menyuntikkan 110 juta dosis CoronaVac® kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PDGI: Jumlah dokter gigi di Indonesia masih belum ideal
Minggu, 03 Juli 2022 - 10:53 WIB
Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg. Usman Sumantri, M.Sc. mengatakan...
Dokter: Jangan tunggu sampai delapan jam untuk sikat gigi
Minggu, 03 Juli 2022 - 08:01 WIB
Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg. Usman Sumantri, M.Sc. menganjurk...
Ganja medis bisa jadi alternatif obat tapi bukan pilihan utama
Jumat, 01 Juli 2022 - 19:57 WIB
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada serta Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, ...
Pesan dokter untuk masyarakat saat rayakan Idul Adha
Jumat, 01 Juli 2022 - 14:43 WIB
Menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu (10/7), Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Perhi...
Pendapat pakar terkait ganja medis untuk terapi cerebral palsy
Jumat, 01 Juli 2022 - 09:34 WIB
Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, Prof. Apt. Zullies Ikawati, Ph.D., menjelaskan bahwa ganja...
Tanaman herbal bisa jadi opsi dalam pengembangan obat terapi COVID-19
Kamis, 30 Juni 2022 - 09:46 WIB
Purnabakti Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Prof. Dr. apt. Maksum Radji, M.Biomed m...
BKKBN beri kiat agar aktivitas seksual tetap nyaman saat pakai KB
Rabu, 29 Juni 2022 - 15:25 WIB
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memberikan tips agar...
Tunjukkan KTP, peserta BPJS Kesehatan bisa berobat
Rabu, 29 Juni 2022 - 14:06 WIB
BPJS Kesehatan Cabang Medan gencar melakukan sosialisasi berbagai program pelayanan kesehatan bagi m...
Bulan Imunisasi Anak Nasional penting tutupi kesenjangan imunisasi
Selasa, 28 Juni 2022 - 18:56 WIB
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Maxi Rein...
Dokter imbau ibu hamil dan menyusui berhati-hati saat pilih `kincare`
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:01 WIB
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS mengimbau kepada ibu ham...
InfodariAnda (IdA)