Akademisi sambut baik figur perempuan maju di Pilpres 2024
Elshinta
Rabu, 17 November 2021 - 15:20 WIB |
Akademisi sambut baik figur perempuan maju di Pilpres 2024
Ilustrasi - Wacana di tengah publik: pemilu presiden/wakil presiden dan pemilu anggota legislatif pada bulan April 2024, sedangkan pilkada serentak nasional (sesuai dengan UU Pilkada) pada bulan November 2024.

Elshinta.com - Akademisi sekaligus Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Burhan Djabir Magenda PhD menyambut baik wacana figur perempuan maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Bagus ada wacana capres perempuan. Tapi, saya kira yang masuk akal adalah jadi calon wakil presiden (cawapres)," kata Prof Burhan Magenda melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Hal itu ia sampaikan menanggapi hasil survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) yang dirilis beberapa waktu lalu.

Hasil survei ARSC, tokoh perempuan Nahdlatul Ulama (NU) Yenny Wahid menjadi salah seorang figur dari sembilan tokoh perempuan berpotensi maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.

Yenny Wahid dalam survei tersebut mempunyai elektabilitas 3,14 persen dan mengungguli tokoh perempuan lain yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (1,32 persen).

Dosen pascasarjana UI, Universitas Diponegoro dan Universitas Gadjah Mada itu mengatakan dari sembilan nama tokoh perempuan yang masuk dalam survei ARSC, hanya tiga nama yang peluangnya paling besar. Ketiga yakni Puan Maharani, Sri Mulyani, dan Yenny Wahid.

Penyebutan ketiga nama tokoh perempuan itu bukan tanpa alasan. Menurut Burhan, selain pertimbangan mewakili partai dan golongan, persoalan cawapres juga bergantung dari capres yang diajukan.

"Kalau dari sisi pemilih, tentu Yenny Wahid dan Puan Maharani karena keduanya memiliki dukungan dan basis massa besar seperti NU dan PDI-P," kata alumnus Universitas Stanford dan Universitas Cornell, Amerika itu.

Meskipun Yenny Wahid tidak pernah punya pengalaman sebagai pejabat dalam birokrasi pemerintahan, namun anak dari Gus Dur tersebut dikenal sebagai penganjur toleransi bagi bangsa. Apalagi, ia juga berpengalaman mendampingi Gus Dur sewaktu jadi Presiden.

Kemudian, alasan penyebutan nama Sri Mulyani lantaran ada kemungkinan calon presiden mendatang adalah seorang teknokrat yang ingin memulihkan ekonomi. Untuk itu, Sri Mulyani menjadi sosok yang pas untuk mendampinginya.

Sementara itu, Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio mengatakan meskipun muncul beberapa nama tokoh perempuan yang berpotensi maju sebagai capres, namun elektabilasnya masih jauh di bawah capres laki-laki.

Kendati demikian, ia tidak menampik elektabilatas capres perempuan dapat menyaingi capres laki-laki. Misalnya, Puan Maharani. Jika PDI-P yakin menang, maka partai tersebut akan berusaha sekuat tenaga menaikkan elektabilitasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kawasan perhutanan sosial di Karawang jadi tempat buang limbah B3
Selasa, 17 Mei 2022 - 23:17 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi kaget melihat kawasan perhutanan sosial di wilayah Kabupaten ...
Komisi II DPR: anggaran Pemilu 2024 pertimbangkan honor petugas
Selasa, 17 Mei 2022 - 21:55 WIB
Ketua Komisi II DPR,  Ahmad Tandjung, mengatakan anggaran Pemilu 2024 yang disepakati dalam rapa...
 KASN: Presiden perlu mencegah disrupsi netralitas penjabat kepala daerah
Selasa, 17 Mei 2022 - 21:25 WIB
Sebelum perhelatan pemilu 2024 digelar, masa jabatan  sejumlah 271 kepala daerah (gubernur, bupati,...
Ridwan Kamil sebut keputusan gabung parpol makin mengerucut
Selasa, 17 Mei 2022 - 18:19 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan keputusan dirinya bergabung dengan partai politik (par...
17 Mei 1949 : Kalimantan memproklamasikan diri sebagai wujud kesetiaan menjadi Indonesia
Selasa, 17 Mei 2022 - 06:00 WIB
Hari ini tanggal 17 Mei pada tahun 1949 silam, para pejuang di Kalimantan menyatakan bahwa Kalimanta...
Wapres harap Waisak tingkatkan kebijaksanaan umat Buddha
Senin, 16 Mei 2022 - 18:55 WIB
Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin mengharapkan momentum peringatan Waisak 2566 BE dapat meningkatkan keb...
AHY ajak kader Demokrat tunjukkan kesantunan berpolitik
Senin, 16 Mei 2022 - 18:48 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak para pengurus maupun kader pa...
Presiden Jokowi intruksikan Pj Gubernur Babel benahi tambang timah
Senin, 16 Mei 2022 - 13:39 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan B...
Presiden Jokowi ucapkan selamat Hari Raya Waisak
Senin, 16 Mei 2022 - 11:31 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2566 BE (Budhist Era...
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana tiba di Indonesia usai kunker ke AS
Senin, 16 Mei 2022 - 10:31 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo tiba di Tanah Air, Senin, usai melakukan rangkaian k...
InfodariAnda (IdA)