Jadi wajah dunia pendidikan, perpustakaan jangan dianaktirikan
Elshinta
Senin, 15 November 2021 - 14:37 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Jadi wajah dunia pendidikan, perpustakaan jangan dianaktirikan
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Perpustakaan sebaiknya jangan dianaktirikan karena perpustakaan wajah dunia pendidikan. Namun, jangan pula setengah hati dikelola. Malah, justru berikan anggaran yang memHal ini yang ditekankan anggota Komisi X DPR-RI MY Esti Wijayati kala menjadi narasumber pada kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) di Kabupaten Bantul, Senin, (15/erihal dukungan

anggaran, pihak Komisi X DPR-RI mengaku sudah lama mengajukan peningkatan anggaran perpustakaan, namun pandemi Covid-19 menjadi kendala. Sekedar informasi, untuk tahun anggaran 2022, Perpustakaan Nasional dibanderol Kementerian Keuangan sebesar Rp600 miliar saja. 
 
"Setidaknya perlu anggaran minimal Rp2 triliun untuk mengejar indeks literasi. Ini yang terus kami dorong," ungkap Esti. 
 
Namun, jika upaya tersebut belum berhasil, Esti mengharapkan pemerintah daerah bisa membantu Perpustakaan Nasional dengan dukungan dan kebijakan anggaran yang memihak literasi, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. 
 
Cara lain yang bisa dilakukan bersama antara pemerintah pusat dan daerah yakni dengan melakukan pemerataan perpustakaan dan penguatan koleksi tepat sasaran seperti di titik-titik Posyandu. Layanan perpustakaan bisa ditempatkan disitu agar Posyandu tidak sekedar menjadi tempat timbang bayi dan ukur badan.
 
Senada dengan Komisi X DPR-RI, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, mengatakan literasi bukan perkara sepele. Karena akibat literasi yang rendah, masyarakat gampang tersulut emosi, termakan berita hoax. Oleh karena itu, literasi harus jadi gerakan nasional. 
"Semuanya harus di-tabayyun- kan, jangan dimakan mentah-mentah," ucap Bupati. 
 
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando menegaskan persoalan literasi sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional terbaru. Di situ disebutkan bahwa salah satu cara meningkatkan sumber daya manusia adalah dengan literasi. 
 
"Ini sudah tertulis dalam Undang-Undang 1945 bahwa secara tersirat aspek literasi menjadi kewajiban bersama pemerintah pusat dan daerah sebagai upaya untuk mencerdaskan anak bangsa," tambah Syarif Bando. 
 
Rasio buku dengan penduduk di Indonesia masih rendah, yakni 1:90. Satu buku ditungguin 90 orang. Oleh karena itu, Perpusnas mengharapkan keberpihakan kebijakan dan anggaran dari sisi hulu, seperti eksekutif, legislatif, TNI/Polri, penulis, akademisi, budayawan, sehingga tercipta pemerataan bahan bacaan dan tepat sasaran kebutuhan masyarakat. 
 
Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk salah satu provinsi yang tinggi rasio buku dengan penduduknya, yakni tinggi, 1:6. Identitas Yogyakarta sebagai kota pendidikan menjadi perhatian gubernur, bupati dan walikota kotanya. Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah lainnya yang masih perlu disentuh untuk pemerataan bahan bacaan. 
 
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengukuhan Emi Masruroh sebagai Bunda Literasi Kab. Bantul periode 2021-2026, penandatanganan nota kesepakatan Perpusnas dengan Pemkab Bantul, bantuan 5.000 buku bagi perpustakaan komunitas serta penyerahan Pojok Baca Digital (Pocadi) kepada Desa Selurejo. Pocadi adalah replika perpustakaan dan bersifat digital.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemendikbudristek terbitkan 27 SK pembukaan prodi D-2 Jalur Cepat
Rabu, 25 Mei 2022 - 19:15 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menerbitkan sebanyak 27 ...
Toleransi di UB masuk kategori sedang 
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:16 WIB
Semua pengambil kebijakan di Universitas Brawija Malang harus segera mengambil langkah cepat untuk ...
Satgas Yonif 126/KC bangun karakter anak-anak di perbatasan Papua
Selasa, 24 Mei 2022 - 11:34 WIB
Satgas Yonif 126/KC Pos Tatakra mengajarakan pendidikan karakter kepada anak-anak SD Inpres Fafinimb...
Polsek Muara Satu amankan UTBK di Kampus Unimal
Senin, 23 Mei 2022 - 11:15 WIB
Polsek Muara satu melakukan kawal ujian Terbuka Berbasis Komputer (UTBK) di Kampus Unimal Bukit Inda...
ITN Malang siap jadi universitas
Minggu, 22 Mei 2022 - 15:06 WIB
Universitas di Kota Malang, Jawa Timur bakal bertambah, salah satunya yang tengah dilakukan Institut...
Prof Widodo terpilih jadi Rektor UB Periode 2022-2027
Sabtu, 21 Mei 2022 - 19:35 WIB
Untuk kali pertama dalam sejarah pemilihan rektor UB berhasil memilih rektor melalui musyawarah untu...
Dekan FEB UWG raih Excellent Figures di ajang RMA ke-7
Sabtu, 21 Mei 2022 - 19:28 WIB
Satu diantara yang dinobatkan sebagai peraih award adalah Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Un...
 Balon ketua IKA Universitas Airlangga janji sinergiskan potensi alumni
Sabtu, 21 Mei 2022 - 16:57 WIB
Syaiful Maarif bakal calon ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga akan sinergiskan semua potensi ...
Tujuh peserta difabel ikuti UTBK di UB Malang
Sabtu, 21 Mei 2022 - 16:05 WIB
Sedikitnya 7 orang peserta disablitas mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas ...
Cegah radikalisme, Kesbangpol gandeng mantan teroris ke sekolah
Sabtu, 21 Mei 2022 - 15:36 WIB
Puluhan siswa SMA Muhammadiyah 1 Weleri Kendal tertegun saat Machmudi Hariono alias Yusuf menceritak...
InfodariAnda (IdA)