Dosen: Wujudkan lebih banyak sekolah ramah anak jauh dari kekerasan
Elshinta
Sabtu, 13 November 2021 - 18:35 WIB |
Dosen: Wujudkan lebih banyak sekolah ramah anak jauh dari kekerasan
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Eliana Sari mengatakan perlu lebih banyak mewujudkan sekolah ramah anak di Tanah Air yang jauh dari kekerasan seksual.

"Pada sekolah anak harus ramah anak dan harus jauh dari kekerasan seksual," kata Eliana dalam Peluncuran dan Bedah Buku Sekolah Ramah Anak: Mengasah Emas Menjadi Berlian secara virtual di Jakarta, Sabtu (13/11).

Eliana menulis buku Sekolah Ramah Anak bersama dengan Komisioner KPAI yang juga dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bogor Jasra Putra, Guru Besar Pascasarjana UNJ Makruf Akbar, dan dosen Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Suhardin.

Eliana menuturkan sekolah ramah anak harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak-anak dari segala aspek yang membuat mereka merasa ketakutan seperti kekerasan atau hak mereka tidak diakomodasi dengan baik.

Menurut dia, memberikan rasa nyaman, aman dan bahagia kepada anak adalah kolaborasi dari lingkungan keluarga, lembaga pendidikan atau manajemen sekolah dan lingkungan masyarakat.

Buku tersebut fokus sekolah ramah anak dari sejumlah aspek antara lain aspek konsep, tujuan, dan kebijakan.

Ia berharap ke depan akan dapat dihasilkan buku tentang manajemen sekolah ramah anak dan model sekolah ramah anak yang baik diterapkan untuk mendukung tumbuh kembang anak dalam proses pendidikan.

Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor Edy Sukardi mengatakan anak harus dijaga, dipelihara dan tumbuh kembang dengan baik, dan semua proses itu perlu didukung semua pihak.

"Untuk dapat generasi yang kuat harus ada ikhtiar dari kita semua untuk bisa mengantarkan dan melahirkan anak-anak yang kuat, cerdas dan saleh," ujarnya.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengapresiasi buku tersebut dan mengatakan untuk mewujudkan tumbuh kembang anak yang optimal maka perlu bantuan orang dewasa.

Kalau anak selalu dikritik, dicela, dirundung, mendapatkan kekerasan maka anak seperti bunga yang layu sebelum berkembang. Itu menyebabkan tumbuh kembang anak tidak optimal dan tidak mencapai kualitas yang maksimal.

Oleh karena itu, lingkungan tempat tumbuh kembang anak baik di keluarga, sekolah atau lembaga pendidikan dan masyarakat harus bisa bersinergi mendorong optimalisasi tumbuh kembang anak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Enam dari 43 orang mahasiswa UMM raih IISMA 2022
Selasa, 17 Mei 2022 - 16:47 WIB
Enam dari 43 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses meraih beasiswa Indonesian Inter...
SBMPTN 2022, ruang UTBK UB dilengkapi metal detector  
Selasa, 17 Mei 2022 - 11:36 WIB
Untuk tahun 2022 Universitas Brawijaya Malang (UB) menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) un...
Wakapolri: Wisudawan berperan membangun generasi unggul untuk Indonesia maju
Senin, 16 Mei 2022 - 14:46 WIB
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, bersama Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo...
Wali Kota Surabaya beri penghargaan pelajar berprestasi saat Hardiknas
Jumat, 13 Mei 2022 - 22:21 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi dan beasiswa pengha...
UM kukuhkan lima Guru Besar secara serentak
Kamis, 12 Mei 2022 - 18:04 WIB
Lima Guru besar Universitas Negeri Malang (UM) dikukuhkan secara serentak.
Tiga mahasiswa ITN Malang juarai Tender Competition Nasional
Kamis, 12 Mei 2022 - 14:58 WIB
Tiga mahasiswa masing-masing Yuda Arya Pangestu, Leonardo Wijaya dan Renaldy Priya Hutama berhasil m...
2 Mei 1959: Proses penetapan Hari Pendidikan Nasional
Senin, 02 Mei 2022 - 06:00 WIB
Setiap tahunnya, pada tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau yang lebih ...
Jelang Operasi Ketupat Samrat 2022, Kapolda Sulut kunjungi Polres Mitra
Kamis, 28 April 2022 - 16:06 WIB
Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno didampingi Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulut...
Kurangi potensi pikun, mahasiswa FKIK UKSW ajak lansia menggambar
Rabu, 27 April 2022 - 20:11 WIB
Kegiatan menggambar yang lazimnya dilakukan oleh anak-anak ternyata juga memiliki beragam manfaat un...
Peduli pendidikan, Pora PDIP Jakarta gelar try out  SBMPTN
Senin, 25 April 2022 - 23:04 WIB
DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta akan menggelar Program Try Out Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) S...
InfodariAnda (IdA)