Pesisir Selatan siapkan mitigasi antisipasi La Nina
Elshinta
Rabu, 10 November 2021 - 12:05 WIB |
Pesisir Selatan siapkan mitigasi antisipasi La Nina
Petugas mengamati informasi gempa bumi terkini melalui alat Warning Receiver System (WRS) di kawasan pariwisata The Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (6/9/2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menyiapkan berbagai langkah mitigasi bencana mengantisipasi dampak La Nina, sekaligus tindak lanjut SK Gubernur tentang siaga bencana.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Doni Boy di Painan, Rabu, menyampaikan pihaknya telah membentuk kelompok siaga bencana (KSB) di tiap nagari (desa adat) dan membuat peta potensi kerawanan bencana berbasis kecamatan.

"Sebagai tindak lanjut SK gubernur, kami melalui Pusdalops telah menyampaikan bentuk mitigasi pada pemerintah provinsi," ujarnya.

Sebagai antisipasi dampak La Nina, Gubernur Mahyeldi menerbitkan SK bernomor 360/51/BPBD/2021) tentang penetapan status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah Sumbar.

Penetapan tersebut mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam yang diprediksi akan terus terjadi sampai awal Desember 2021. Status siaga bencana sendiri ditetapkan hingga 31 Desember 2021

Doni melanjutkan daerahnya juga menyiapkan posko siaga bencana. Selain itu, sosialisasi potensi kerawanan bencana di tiap nagari melalui KSB, sehingga masyarakat siap jika terjadi bencana.

"Kendala saat ini, dari 182 KSB yang telah dibentuk, hanya 34 KSB yang aktif. Salah satu pemicu adalah minimnya pembiayaan," ujarnya.

Selain itu jumlah posko siaga bencana dan peralatan pun belum memadai, menurutnya, Pesisir Selatan harus punya 15 posko, sesuai jumlah kecamatan yang ada, namun yang tersedia kini hanya empat posko saja.

Terkait dengan peralatan yang minim, imbuhnya masing-masing posko hanya tersedia satu perahu dan tidak ada kenderaan taktis, sehingga mobilisasi personil dan peralatan menjadi lambat.

Sementara, Pesisir Selatan adalah daerah dengan topografi yang sulit untuk dijangkau. Ia memiliki garis pantai sepanjang 246 Kilometer yang dilewati 22 sungai besar, dengan kepadatan penduduk 78,93 jiwa per Kilometer per segi.

Meski begitu, ia mengaku pihaknya tetap mengoptimalkan seluruh peralatan dan personil yang ada. Karena itu, ia berharap KSB sebagai ujung tombak dapat bekerja maksimal di tengah keterbatasan.

"Tentu hendaknya harus jadi perhatian bersama, sehingga mitigasi bencana lebih efektif," ujarnya.

Berdasarkan pemetaan rawan bencana, Pesisir Selatan sangat rentan dengan potensi banjir dan longsor.

Dari pemetaan per kecamatan, potensi banjir paling tinggi terdapat di Kecamatan Lunang, Lengayang, Ranah Ampek Hulu Tapan, Basa Ampek Balai Tapan dan Kecamatan IV Jurai.

Sedangkan kecamatan dengan kerawanan longsor paling tinggi adalah Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Ranah Pesisir, Ranah IV Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kerinci, Jambi.

"Itu adalah pemetaan yang dibuat pada 2020," sebutnya.

Sebelumnya, Stasiun Klimatologi Padang Pariaman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim hujan 2021 pada November ini, dengan kategori menengah dan tinggi.

Dari prakiraan itu, Pesisir Selatan termasuk salah satu daerah di Sumbar dengan tingkat potensi banjir cukup besar, selain Pasaman Barat, Kepulauan Mentawai, Agam Bagian barat, Kota Padang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dinkes Bandung catat lima orang positif hasil pelacakan omicron
Rabu, 26 Januari 2022 - 23:27 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Jawa Barat, mencatat ada lima orang terkonfirmasi positif COV...
Mukomuko kehabisan stok logistik untuk korban bencana
Rabu, 26 Januari 2022 - 23:03 WIB
Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, saat ini kehabisan stok logistik penyangga atau ...
Erick Thohir: Kasus Garuda bukan sekedar pesawat melainkan ekosistem
Rabu, 26 Januari 2022 - 22:27 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa kasus Garuda Indonesia bukan sekedar pesawat melainkan...
Produksi ikan di Agam meningkat 11.904,67 ton pada 2021
Rabu, 26 Januari 2022 - 21:51 WIB
Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyebutkan produksi ikan air ta...
Yogyakarta mendorong masyarakat mengelola sampah secara mandiri
Rabu, 26 Januari 2022 - 21:39 WIB
Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta meminta fasilitator yang ada di setiap kelurahan memotivasi d...
OJK larang lembaga jasa keuangan di Sulteng perdagangkan aset kripto
Rabu, 26 Januari 2022 - 20:39 WIB
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Gamal Abdul Kahar menegaskan ...
Kinerja Garuda Maintenance Facility diprediksi positif tahun ini
Rabu, 26 Januari 2022 - 20:03 WIB
Kinerja PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) diprediksi positif pada 2022 seiring mul...
Kasus penyalahgunaan JKN dan BOK di Purwakarta ditingkatkan ke penyidikan
Rabu, 26 Januari 2022 - 17:44 WIB
Proses hukum kasus dugaan penyalaggunaan Dana Jasa Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  dan ...
Luhut: Indonesia tak ingin lagi jadi `feeder` angkutan laut
Rabu, 26 Januari 2022 - 17:39 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia ti...
Kemenkeu alokasikan SBSN untuk 880 proyek 2022 Rp29,53 triliun
Rabu, 26 Januari 2022 - 17:15 WIB
Kementerian Keuangan mengalokasikan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp29,53 triliun unt...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI