Wali Kota Bogor minta guru beri perhatian terhadap psikososial siswa
Elshinta
Senin, 08 November 2021 - 22:30 WIB |
Wali Kota Bogor minta guru beri perhatian terhadap psikososial siswa
Siswa SMAN 1 Kota Bogor saat melakukan ujian berbasis komputer di masa PTM terbatas. (ANTARA/Linna Susanti)

Elshinta.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta kepada guru memberi perhatian terhadap kemungkinan psikososial siswanya selama menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di semua jenjang dengan target semua sekolah sudah mendapat izin akhir November 2021.

Hal itu diungkapkan Bima saat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) menggunakan zoom meeting baru-baru ini, bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bogor.

"Hari ini dunia pendidikan Indonesia memang mengalami masa-masa yang sangat tidak mudah. Saya titip beberapa hal saja pada bapak ibu," ujar Bima Arya dalam rilis yang diterima Antara, Senin.

Menurut Bima Arya, kenyataannya di dunia pendidikan saat ini terkait dengan perkembangan psikososial siswa selama proses belajar di rumah secara daring mau tidak mau memberikan dampak yang bisa sangat serius.

Menurutnya, tidak bertatap muka selama lebih dari satu tahun berarti kehilangan masa-masa untuk berkomunikasi, berinteraksi dengan teman-teman, guru dan lain-lain.

Ini tidak saja memberikan dampak bagi berkurangnya hal-hal yang bisa membantu transfer ilmu, tetapi yang sangat penting dampak bagi perkembangan psikososial siswa.

"Satu tahun tidak berinteraksi langsung, satu tahun tidak berkomunikasi ini yang mempengaruhi apalagi di masa-masa 'golden age', di masa-masa anak itu tumbuh. Jadi ketika sekarang dilakukan PTM masih sistem bergiliran terbatas, saya kira aspek ini harus kita perhatikan bersama-sama," tuturnya.

Bima Arya menuturkan, Pemerintah Kota Bogor melakukan sensus cepat terhadap anak-anak, mengenai apakah mereka senang kembali ke sekolah atau tidak.​​​​​​

Jawabannya hampir semua menyatakan sangat senang tapi tidak sedikit pula anak-anak yang terlihat canggung karena sudah lama tidak tatap muka..​​​​​​

Bima menilai hal ini menjadi tantangan bagi para pendidik semua bagaimana di masa yang sangat terbatas ini, metode pengajaran tidak hanya berorientasi kepada transfer daring. Namun harus berekspresi, berkreasi, melakukan inovasi, menguatkan kembali aspek-aspek psikososial. 

"Cara anak-anak berkomunikasi, kerja sama dalam tim, menyampaikan pendapat, beraktualisasi dan sebagainya," jelasnya.

Wali Kota Bogor itu tidak ingin anak-anak yang seharusnya ada di masa produktif, berinteraksi secara intens dengan temannya berdampak karena adanya Pandemi COVID-19.

Ia meyakini para pendidik punya pengalaman untuk itu dan jika ada keterbatasan pemahaman atau pengetahuan tentu bisa berdiskusi dengan sesama pendidik dan guru lainnya.

"Pemerintah Kota Bogor turut ikut berkolaborasi dengan IGI Kota Bogor tidak saja dalam konteks Pandemi Covid-19, tapi ke depan untuk membentuk karakter anak yang siap menjemput masa depan," katanya.

Oleh karena itu, kata Bima, semua harus tetap siaga dan waspada mengantisipasi apapun yang terjadi dalam Pelaksanaan Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Satgas COVID-19 Kota Bogor akan bertindak jika ditemukan ada kasus positif ketika masa tatap muka ini.

 "Saya minta untuk semua selalu siaga, membangun komunikasi dengan komite sekolah dan dewan pendidikan agar tidak terjadi persoalan yang kemudian membesar. Semoga tidak ada lagi klaster terbaru atau tidak ada gelombang ketiga," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Enam dari 43 orang mahasiswa UMM raih IISMA 2022
Selasa, 17 Mei 2022 - 16:47 WIB
Enam dari 43 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses meraih beasiswa Indonesian Inter...
SBMPTN 2022, ruang UTBK UB dilengkapi metal detector  
Selasa, 17 Mei 2022 - 11:36 WIB
Untuk tahun 2022 Universitas Brawijaya Malang (UB) menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) un...
Wakapolri: Wisudawan berperan membangun generasi unggul untuk Indonesia maju
Senin, 16 Mei 2022 - 14:46 WIB
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, bersama Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo...
Wali Kota Surabaya beri penghargaan pelajar berprestasi saat Hardiknas
Jumat, 13 Mei 2022 - 22:21 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi dan beasiswa pengha...
UM kukuhkan lima Guru Besar secara serentak
Kamis, 12 Mei 2022 - 18:04 WIB
Lima Guru besar Universitas Negeri Malang (UM) dikukuhkan secara serentak.
Tiga mahasiswa ITN Malang juarai Tender Competition Nasional
Kamis, 12 Mei 2022 - 14:58 WIB
Tiga mahasiswa masing-masing Yuda Arya Pangestu, Leonardo Wijaya dan Renaldy Priya Hutama berhasil m...
2 Mei 1959: Proses penetapan Hari Pendidikan Nasional
Senin, 02 Mei 2022 - 06:00 WIB
Setiap tahunnya, pada tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau yang lebih ...
Jelang Operasi Ketupat Samrat 2022, Kapolda Sulut kunjungi Polres Mitra
Kamis, 28 April 2022 - 16:06 WIB
Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno didampingi Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulut...
Kurangi potensi pikun, mahasiswa FKIK UKSW ajak lansia menggambar
Rabu, 27 April 2022 - 20:11 WIB
Kegiatan menggambar yang lazimnya dilakukan oleh anak-anak ternyata juga memiliki beragam manfaat un...
Peduli pendidikan, Pora PDIP Jakarta gelar try out  SBMPTN
Senin, 25 April 2022 - 23:04 WIB
DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta akan menggelar Program Try Out Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) S...
InfodariAnda (IdA)