Pemainan ideal bagi anak adalah yang bersifat aktif
Elshinta
Sabtu, 06 November 2021 - 16:25 WIB |
Pemainan ideal bagi anak adalah yang bersifat aktif
Ilustrasi orangtua dan anak aktif bermain (ANTARA/Shutterstock/Olesia Bilkei)

Elshinta.com - Psikolog klinis dan keluarga dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Pritta Tyas Mangestuti mengatakan bahwa permainan yang ideal untuk anak adalah yang bersifat aktif baik secara fisik maupun motorik.

Pritta menjelaskan inti penting dari bermain adalah membuat anak bergerak secara fisik dan aktif untuk berpikir. Jika obyek atau mainannya yang lebih aktif dan menjadikan pasif lebih baik dihindari.

"Jadi permainan yang ideal adalah yang membuat anak aktif, bukan malah mainannya yang aktif anaknya pasif. Bermain itu melibatkan fisiknya dia, berpikir dan bergerak," ujar Pritta dalam acara "Bebas Mainkan Sesukamu" pada Sabtu (6/11).

Untuk membuat anak mengekspresikan emosi dan imajinasinya, orangtua perlu untuk memiliki sudut pandang seperti anak-anak. Jika tidak, orangtua dan anak akan kesulitan untuk melakukan permainan bersama.

"Orangtua kadang tidak bisa melihat artinya mainan buat anak. Kayak misalnya dia melompat-lompat atau menirukan suara tertentu, orangtua yang tidak mau mengerti akan bilang ngapain sih," kata Pritta.

"Gerakan-gerakan ini sangat berarti buat dia. Terus bermain ini kalau semakin sederhana alatnya, bisa menstimulasi anak untuk membuat imajinasinya dia menjadi nyata jadi simbol buat dia, ada kan anak yang suka main dengan peralatan dapur," imbuhnya.

Lebih lanjut Pritta menjelaskan bahwa ide bermain dengan anak bisa disesuaikan berdasarkan tahap perkembangannya. Yang terpenting, orangtua harus membiarkan anak untuk memilih permainan.

Selain itu, sebisa mungkin orangtua tidak memaksakan anak harus bermain mainan tertentu lantaran sedang tren atau ingin membuat si kecil memiliki bakat tertentu.

"Untuk menentukan ide bermain adalah amati dulu anaknya, jangan terlalu banyak memasukkan agenda kita nanti jadi belajar bukan bermain. Kalau dia lagi ingin role play ya kita ikuti, kalau dia senang lari-lari berarti kebutuhannya ingin lebih banyak gerak," kata Pritta.

Menurut Pritta, orangtua juga harus menikmati momen saat bermain dengan anak. Jika orangtua acuh tidak acuh bermain, maka anak pun akan merasa bahwa bermain bukanlah hal yang menarik.

"Kalau main sama anak nikmati saja prosesnya, jangan diagendakan harus ini harus itu. Bermain adalah inisiatif dari anaknya," ujar Pritta.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter: Orang tua yang merokok pengaruhi pemberian gizi pada anak
Kamis, 20 Januari 2022 - 22:19 WIB
Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Anak Brawijaya Klinik Kemang Bernie Endyarn...
Vaksinasi demi masa depan pendidikan anak
Jumat, 14 Januari 2022 - 22:59 WIB
Pagi itu, ruangan laboratorium SD Negeri 2 Palembang, Sumatera Selatan terasa riuh. Anak-anak usia ...
Apa akibatnya jika anak terlalu banyak melihat konten `spirit doll`?
Sabtu, 08 Januari 2022 - 11:01 WIB
Anak yang terlalu banyak melihat konten spirit doll di media sosial dapat mempercayai keyakinan y...
Dokter RSCM ajak orang tua kenali keterlambatan perkembangan anak
Jumat, 07 Januari 2022 - 13:29 WIB
Dokter spesialis anak dan konsultan neurologi anak FKUI/RSCM Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, ...
`Mental First Aid Kit`, pendampingan anak di masa transisi belajar
Senin, 20 Desember 2021 - 14:55 WIB
Kesehatan mental anak-anak di masa pandemi seringkali luput dari perhatian, terutama dalam kegiatan ...
Motor listrik buka akses buku untuk anak-anak pesisir tanpa berisik
Minggu, 19 Desember 2021 - 06:31 WIB
Sore itu, angin tidak begitu kencang. Namun, awan hitam beringsut datang dari utara ke selatan memay...
Psikolog: Perhatikan kebutuhan tidur anak di masa pandemi
Sabtu, 11 Desember 2021 - 23:15 WIB
Para orang tua perlu memperhatikan kebutuhan tidur anak-anaknya di masa pandemi COVID-19, jangan sam...
Peran rehabilitasi medis pada disabilitas anak
Sabtu, 11 Desember 2021 - 11:45 WIB
Disabilitas atau gangguan fungsi yang menyebabkan seseorang tidak mampu melakukan aktivitas sehari-h...
Dokter ajak orang tua kenali empat indikator perkembangan anak
Sabtu, 11 Desember 2021 - 11:01 WIB
Dokter spesialis rehabilitasi medis dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Amien Suharti...
Psikolog ungkap pentingnya orang tua bisa bermain bersama anak
Jumat, 10 Desember 2021 - 13:08 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari Universitas Indonesia, Vera Itabiliana, S.Psi. mengungkapkan penting...
InfodariAnda (IdA)