Membaca bisa membangkitkan kekuatan bagi generasi milenial 
Elshinta
Jumat, 05 November 2021 - 15:33 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Membaca bisa membangkitkan kekuatan bagi generasi milenial 
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Arus informasi tidak dapat dihindari dari kehidupan masyarakat. Perkembangannya bertambah pesat dan beragam. Kehadiran teknologi turut meningkatkan aktivitas masyarakat terhadap informasi. Namun, untuk dapat beradaptasi dengan teknologi informasi diperlukan kemampuan literasi informasi dan digital sebagai modal bersaing di tengah ledakan informasi. 

Masyarakat literasi merupakan pendukung efektif bagi berkembangnya budaya belajar. Itulah esensi lain dari perpustakaan yang tidak sekedar berfungsi sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga menjadi agen perubahan (agent of change) bagi masyarakat. Keberadaan perpustakaan sangat diharapkan untuk dapat berperan sebagai mitra kolaborasi pengembangan modernisasi masyarakat.

Namun, kondisi semacam tersebut hanya bisa ditemui ketika masyarakat memiliki budaya literasi yang kuat. Dalam perspektif itulah, perpustakaan berperan sebagai institusi pelopor gerakan literasi.

“Bangsa dengan kemampuan literasi yang tinggi adalah bangsa yang menjadikan perpustakaan sebagai institusi terpenting yang mempunyai peran sentral dalam membangun literate society. Dalam konteks ini, perpustakaan harus dijadikan wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat,” terang Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Deni Kurniadi pada Webinar Penguatan Budaya Literasi Dalam Mendukung SDM Manusia Kompeten, Unggul, dan Produktif, Jum’at, (5/11).

Senada dengan Perpusnas, Direktur Politeknik Internasional Bali Anastasia Sulistyawati turut menyuarakan pentingnya literasi untuk pengembangan kualitas bangsa. 

Indonesia diperkirakan mengalami bonus demografi pada 2030 mendatang. Bonus demografi merupakan kondisi sumber daya manusia produktif (15-65 tahun) di suatu bangsa lebih mendominasi wajah penduduk. Fenomena ini di satu sisi mengerek sejumlah keuntungan bagi perekonomian Indonesia. Namun, di sisi lain menghasilkan tantangan serius.

Duta Baca Indonesia (DBI) Gol A Gong mengutip hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, bahwa ada dua tantangan serius yang mesti diselesaikan seiring bonus demografi yang akan terjadi terkait sumber daya manusia yang kompetitif. 

Pertama, mayoritas masyarakat saat ini berpendidikan rendah. Tenaga kerja Indonesia sebagian besar hanya berlulusan sekolah menengah, bahkan ada yang lebih rendah sehingga berakibat pada produktivitas dan daya saing yang rendah juga. Kedua, mayoritas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri sehingga sulit untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas.      

Hal ini makin diperkuat dengan pernyataan yang pernah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan kalau Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2019, berada pada nilai 51,5 (sangat rendah). IPP adalah tolok ukur capaian-capaian kepemudaan di bidang lima dasar, yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepepimpinan, serta gender dan diskriminasi. 

“IPP Indonesia di level ASEAN berada di urutan ke-7. Dan secara global menempati peringkat 138 dari 183 dunia, dibawah Myanmar dan Laos. Ini merupakan PR besar,” jelas Gol A Gong.

Sementara itu, narasumber lain, mantan Miss Indonesia 2015 dan News Anchor SEA Today, Maria Harfanti, menambahkan keberadaan internet sangat mempengaruhi segala aspek dalam kehidupan. Di balik kemudahan ada dampak bagi generasi muda, seperti mudah terisolasi karena belum paham batasan-batasan. Penggunaan internet dan perkembangan teknologi mengubah tuntutan zaman.

“Segala hal berlangsung cepat wajib untuk beradaptasi. Ini yang disebut dengan disrupsi. Disrupsi menuntut pengguna untuk melakukan perubahan sejalan dengan tuntutan teknologi. Apabila tidak beradaptasi maka akan tertinggal jauh,” ucap Maria. 

Namun, Maria mengingatkan dalam pengetahuan literasi digital pemanfaatannya harus tepat dan bijak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Siswa terpapar Covid-19,  MAN 2 Kota Malang kembali lakukan pembelajaran online 
Kamis, 20 Januari 2022 - 16:45 WIB
Pasca seorang siswa kelas XII positif terpapar Covid-19, pihak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota M...
Pemkot Tangerang kaji PTM terkait ditemukannya kasus Omicron
Kamis, 20 Januari 2022 - 10:16 WIB
Pemerintah Kota Tangerang, Banten melakukan kajian dan pembahasan terkait kegiatan Pembelajaran Tata...
Mendikbudristek sebut seleksi PPPK terkendala UU ASN
Rabu, 19 Januari 2022 - 19:15 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebut ...
Perpusnas dan Duta Baca Indonesia sinergi kolaborasi membumikan literasi
Selasa, 18 Januari 2022 - 17:05 WIB
Seringkali ranah publik mendebatkan hasil riset/kajian yang dilakukan dunia internasional yang menya...
Anak usia SD di Kota Medan mulai divaksin
Selasa, 18 Januari 2022 - 12:25 WIB
Badan Intelijen Negara Daerah Sumatera Utara (Binda Sumut) turut berkolaborasi dalam mensukseskan pr...
Mendikbudristek pantau efektivitas PTM 100 persen di Kota Bandung
Selasa, 18 Januari 2022 - 12:06 WIB
Untuk melihat efektivitas dan evaluasi lainnya terkait PTM 100 persen, Menteri Pendidikan, Kebudayaa...
Kemendikbudristek sosialisasikan kurikulum prototipe di Banten
Sabtu, 15 Januari 2022 - 10:55 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mensosialisasikan kurik...
Ketahui daftar mata pelajaran yang akan diperhitungkan di SNMPTN 2022
Jumat, 14 Januari 2022 - 09:05 WIB
Sebentar lagi tahun ajaran baru akan dimulai, artinya pendaftaran seleksi mahasiswa baru akan segera...
Tinjau PTM di sekolah, Plt Wali Kota Bandung ingatkan siswa patuhi prokes
Rabu, 12 Januari 2022 - 11:06 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meninjau sejumlah sekolah untuk memantau pelak...
Disdik Bandung akan tingkatkan jumlah sekolah gelar PTM
Rabu, 12 Januari 2022 - 10:07 WIB
Setelah 330 sekolah di Kota Bandung, Jawa Barat dapat menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 ...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI