MemoRI 07 November
7 November 1963: Meninggalnya Sang Penjaga Kedaulatan Maritim
Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Calista Aziza
7 November 1963: Meninggalnya Sang Penjaga Kedaulatan Maritim
Ir. Djuanda Kartawidjaja, putra terbaik yang menjadi Perdana Menteri RI 1957-59. (Foto: Koleksi ANRI)

Elshinta.com - Wajah Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, yang punya peran besar menjaga kedaulatan maritim Indonesia di awal masa kemerdekaan, diabadikan dalam uang pecahan Rp50 ribu sejak 16 Desember 2016. Pria yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 14 Januari 1911, itu menempuh pendidikan di jurusan teknik sipil Technische Hooge School atau sekarang dikenal dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Titik awal kiprahnya di pergerakan nasional dimulai sesaat setelah kemerdekaan. Djuanda bersama barisan pemuda mengambil alih Jawatan Kereta Api dari Jepang pada 28 September 1945. Pemerintah Indonesia sempat mengangkatnya jadi Kepala Jawatan Kereta Api untuk wilayah Jawa dan Madura. Kinerja baik membuat Djuanda diangkat menjadi Menteri Perhubungan.

Dia sempat ditangkap Belanda pada Agresi Militer II tanggal 19 Desember 1948. Setelah momen itu, Djuanda beberapa kali diangkat menjadi menteri. Beberapa posisi yang pernah dijabat Djuanda adalah Menteri Keuangan pada Kabinet Kerja I dan II, Menteri Pekerjaan Umum pada Kabinet Hatta I, Menteri Perdagangan pada Kabinet RIS, dan Menteri Perhubungan pada Kabinet Syahrir III.

Puncak karier Djuanda terjadi saat ia menjabat Perdana Menteri pada 1957-1959. Saat itu, Indonesia masih mengadopsi sistem parlementer. Sukarno saat itu menjabat Presiden dengan status kepala negara.

 

Teritori maritim

Pada 1957, kedaulatan Indonesia dihadang oleh aturan Territiriale Zee Maritiem Kringen Ordonantie (Ordonasi Tentang Laut Teritorial dan Lingkungan Martitim) 1939. Aturan itu hanya mengakui batas laut teritorial hanya 3 mil dari garis pantai terendah. Djuanda tidak setuju dengan hal itu karena Negara Kesatuan Republik Indonesia bakal terpisah-pisah oleh laut internasional.

Dia pun mengeluarkan Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Dalam deklarasi itu ia menyatakan kepada masyarakat internasional bahwa segala perairan yang menghubungkan pulau-pulau Indonesia masuk dalam teritori Negara Republik Indonesia. Deklarasi itu ditentang oleh Amerika Serikat dan Australia. Namun karena kegigihan Djuanda, deklarasi tersebut bertahan dan disahkan oleh Konvensi Hukum Laut PBB (United Nation Convention on Law of Sea).

Berkat jasanya, Indonesia memiliki hamparan laut seluas 5,8 juta kilometer persegi. Nusantara terbentang sepanjang 81 ribu kilometer garis pantai dengan 17 ribu lebih pulai di dalamnya. Kini Djuanda dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Ia wafat pada 7 November 1963. Berkat jasanya, ia diberi gelar pahlawan pada 29 November 1963.

 

Sumber: cnnindonesia.com

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Komisi C DPRD, soroti prasrana dan kebersihan ruang isoter Kota Kediri
Senin, 24 Januari 2022 - 20:58 WIB
Merespon adanya informasi penolakan dari salah satu warga terpapar Covid -19 yang tidak ingin menjal...
Ganjar ajak elit politik tidak keluarkan pernyataan sakiti masyarakat
Senin, 24 Januari 2022 - 18:07 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak kalangan elit politik agar tidak mengeluarkan pernyataa...
Lukas Enembe tiba di Jayapura setelah periksa kesehatan menyeluruh
Senin, 24 Januari 2022 - 14:05 WIB
Gubernur Papua, Lukas Enembe, akhirnya kembali ke Jayapura setelah sebelumnya diperiksa kesehatannya...
Target menangkan Pemilu 2024, Partai Demokrat `panaskan` mesin partai 
Senin, 24 Januari 2022 - 11:14 WIB
Persiapkan dalam Pemilihan Legislatif dan Presiden 2024, Partai Demokrasi (PD) Kabupaten Boyolali, J...
DPRD Jatim ingatkan kembali pentingnya verifikasi dan validasi data kependudukan 
Senin, 24 Januari 2022 - 11:07 WIB
Dalam upaya mendukung program pemerintah pusat, Komisi E, DPRD Provinsi Jawa Timur menggelar sosiali...
Syah Afandin resmi menjabat Plt Bupati Langkat
Senin, 24 Januari 2022 - 10:13 WIB
Menyusul penetapan Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin (TRP) sebagai tersangka dugaan korups...
24 Januari 1916: Lahirnya perwira tinggi Indonesia, Jenderal Soedirman
Senin, 24 Januari 2022 - 06:00 WIB
Jenderal Besar Raden Soedirman lahir 24 Januari 1916, adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada m...
Menpan RB minta K/L dan pemda lakukan analisis jabatan dan beban kerja
Minggu, 23 Januari 2022 - 23:47 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meminta keme...
Anggota DPR yakin pengangkatan Pangkostrad melalui pertimbangan matang
Minggu, 23 Januari 2022 - 22:35 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menilai penunjukan Mayjen TNI Maruli Simanju...
Anggota DPR minta Pemerintah sediakan vaksin COVID-19 halal
Minggu, 23 Januari 2022 - 21:11 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Nur Nadlifah meminta Pemerintah menyediakan vaksin COVID-19 yang halal dan ...
InfodariAnda (IdA)