Ratusan mahasiswa UNS tuntut pembubaran Ormawa Menwa
Elshinta
Senin, 01 November 2021 - 21:31 WIB |
Ratusan mahasiswa UNS tuntut pembubaran Ormawa Menwa
Aksi mahasiswa UNS menuntut pembubaran Menwa UNS, di Solo, Senin (1/11/2021). ANTARA/Aris Wasita

Elshinta.com - Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menuntut pembubaran Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Korps Mahasiswa Siaga Batalion 905 Jagal Abilawa Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS, menyusul kasus meninggalnya salah satu mahasiswa saat mengikuti kegiatan menwa ini.

"Kami minta Menwa dibubarkan saja, yang pertama sudah tidak relevan dengan dunia akademik, kemudian kami melihat sudah terbukti mereka melanggar banyak hal, salah satunya Peraturan Rektor Nomor 26/Tahun 2020 tentang Organisasi Kemahasiswaan UNS," kata Presiden BEM UNS Zakky Musthofa di sela aksi mahasiswa, di Solo, Senin.

Ia mengatakan salah satu aturan yang dilanggar oleh Ormawa Menwa UNS adalah terkait jam kegiatan yang melebihi batas.

"(Sesuai Peraturan Rektor) jam kegiatan sampai jam 9 malam, mereka melebihi itu. Bahkan jam 11 malam mereka masih berkegiatan," katanya.

Tuntutan lain, dikatakannya, mahasiswa meminta ketegasan dan transparansi kampus dalam menghadirkan keadilan dalam kasus menwa ini. Selain itu, pihaknya meminta agar kampus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Kedua pihak (kampus dan menwa) ini punya tanggung jawab atas kematian Gilang, kampus secara birokrasi menghadirkan izin yang ternyata kasus ini tidak hanya di tahun ini, artinya ada pembiaran dari kampus dari tahun ke tahun," katanya.

Sementara itu, dikatakannya lagi, para mahasiswa tidak akan berhenti untuk ikut mengusut kasus kematian Gilang Endi.

"Kami akan berhimpun, konsolidasi, dan membuat tim untuk kemudian kompromi dengan kampus, dengan tim evaluasi untuk menemukan kebenaran yang paling valid," katanya.

Terkait munculnya pengakuan salah satu mantan anggota Menwa UNS tahun 2013 melalui media sosial Twitter bahwa pernah terjadi kasus serupa di tahun tersebut, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan penulis.

"Kami follow up, hubungi mbaknya (penulis) juga. Akan ada pertemuan atau komunikasi, dan nggak hanya itu, ternyata ada temuan di tahun 2008, 2020 juga. Ada yang melapor hampir meninggal," katanya pula.

Terkait hal itu, ia meminta agar kampus juga transparan terhadap kasus-kasus sebelumnya.

"Kami akan merasionalkan, kami menyayangkan kampus tidak mengondisikan menwa untuk speak up. Secara lembaga kan dibutuhkan, kecaman akan menekan mereka kalau diulur-ulur. (Menuntut) mengusut tuntas sampai ada titik terang untuk keluarga, dalam hal ini kampus juga dipertaruhkan reputasinya. Kepolisian juga kami tuntut agar transparan dan menyampaikan secara transparan," kata dia.

Saat menerima aksi mahasiswa, Wakil Rektor UNS Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ahmad Yunus mengatakan pihak universitas tidak menoleransi jenis kekerasan apa pun di dalam kampus baik yang melibatkan mahasiswa maupun pegawai.

"Kami juga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penyidikan kepada kepolisian. (Sampai saat ini) UNS belum menerima hasil autopsi dari kepolisian," katanya pula.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Luhut: Tidak ada rencana hentikan sekolah tatap muka
Senin, 24 Januari 2022 - 17:04 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan K...
 Tenaga pengajar terbatas, Satgas Yonif 126/KC jadi guru di perbatasan 
Senin, 24 Januari 2022 - 13:14 WIB
Terbatasnya tenaga pendidik di daerah perbatasan Papua, anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC me...
 Respons cepat kasus penganiayaan sesama siswi SMP, Polres Minut periksa terlapor
Minggu, 23 Januari 2022 - 18:24 WIB
Polres Minahasa Utara (Minut) merespons cepat kasus penganiayaan terhadap sesama siswi SMP yang vira...
Sekolah di Rembang gelar pembelajaran tatap muka kapasitas 50 persen
Minggu, 23 Januari 2022 - 16:24 WIB
Semua jenjang sekolah di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, masih menerapkan pembelajaran tatap muka (P...
Kemendikbudristek tambah 3 wilayah terapkan Prototipe di Bengkulu
Minggu, 23 Januari 2022 - 16:15 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menambah tiga wilayah...
Kemenagsu peringkat pertama pemutakhiran data EMIS madrasah
Minggu, 23 Januari 2022 - 13:05 WIB
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kanwil Kemenagsu), meraih peringkat pertam...
 Ribuan siswa SD di Kabupaten Aceh Utara butuh peralatan belajar
Minggu, 23 Januari 2022 - 11:35 WIB
Ribuan pelajar tingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Aceh Utara kekurangan peralatan belajar. Pasc...
 Satgas Yonif 126/KC berikan pembekalan ilmu kesehatan pada pelajar di perbatasan
Sabtu, 22 Januari 2022 - 17:06 WIB
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC Pos Somografi memberikan pembekalan ilmu kesehatan kepada Siswa SD...
UIN Palu: Kuliah tatap muka hanya bagi mahasiswa semester dua-empat
Sabtu, 22 Januari 2022 - 14:57 WIB
Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, memberlakukan kuliah tatap...
Opsi kurikulum prototipe diyakini bantu pulihkan `learning loss`
Jumat, 21 Januari 2022 - 14:16 WIB
Opsi kebijakan kurikulum prototipe yang ditawarkan Kemendikbudristek diyakini bisa membantu untuk pe...
InfodariAnda (IdA)