Kiat hilangkan bau rokok
Elshinta
Minggu, 31 Oktober 2021 - 17:23 WIB |
Kiat hilangkan bau rokok
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Rokok tidak hanya memicu risiko gangguan kesehatan, namun juga menyebabkan suasana ruangan menjadi kurang nyaman karena bau yang ditinggalkan dari asap sisa pembakaran.

Kualitas udara hunian Anda juga terganggu jika ada salah satu anggota keluarga yang merokok. Padahal, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengingatkan bahwa rokok terkandung 250 bahan kimia berbahaya dan 50 di antaranya merupakan penyebab kanker.

Jika Anda merokok di ruangan, residu asap rokok akan tetap menempel pada karpet, gorden, dan benda-benda lainnya selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Meskipun jendela telah dibuka untuk menjamin sirkulasi udara, bahan kimia pembakaran rokok tetap bisa tertinggal di ruangan tersebut.

Pakaian yang dikenakan juga tidak akan luput dari residu asap rokok, yang akan membahayakan orang terdekat Anda, misalnya anak atau pasangan. Untuk itu, bagi Anda yang ingin menjaga kualitas udara, menghilangkan bau rokok dan menjaga kesehatan keluarga, Anda bisa memperhatikan hal berikut ini:

Berhenti

Saran terbaik untuk perokok adalah berhenti merokok. Namun yang menjadi masalah adalah kebanyakan perokok sulit menghilangkan candu dari produk tembakau yang dibakar tersebut.

Apabila Anda kesulitan berhenti merokok, tidak ada salahnya mengalihkan rokok bakar yang Anda konsumsi ke produk-produk alternatif yang tidak dibakar, melainkan dipanaskan.

Berbeda dengan rokok bakar yang menghasilkan residu asap, produk tembakau yang dipanaskan tidak menghasilkan residu asap melainkan uap. Dengan demikian, kadar bahan kimia berbahaya yang dihasilkan rokok bisa ditekan secara signifikan dan uapnya tidak mengandung partikel padat, sehingga tidak akan menempel di tubuh maupun perabotan.

"Tidak seperti rokok, tidak ada asap yang dihasilkan oleh produk tembakau alternatif ke udara, hanya uap yang dihembuskan,” kata Duncan Selbie, mantan Kepala Eksekutif Public Health England (PHE) seperti dikutip dari UK Health Security Agency, dikutip Minggu.

Membersihkan tubuh dan pakaian

Jika Anda masih dalam proses untuk berhenti merokok dan tidak ingin orang terdekat Anda mengendus bau rokok, jangan lupa untuk sering mencuci tangan dengan sabun.

Rokok yang terselip di jari tangan Anda tidak hanya menyebabkan bau, namun juga meninggalkan noda kuning sebagai paparan residu asap yang mengenai tangan Anda saat merokok.

Studi terbaru dari King’s College London mengungkap bahwa 50 persen perokok pasif berisiko terkena kanker mulut dan tenggorokan. Maka dari itu, perokok aktif dengan risiko yang lebih tinggi sebaiknya lebih rajin menyikat gigi, lidah dan menggunakan penyegar mulut. Selain menghilangkan bau rokok, kebiasaan itu juga baik untuk kesehatan mulut Anda.

Setelah merokok, Anda disarankan mandi dan keramas karena residu asap rokok bisa menempel pada tubuh hingga rambut Anda. Hal itu juga perlu dilakukan guna mencegah anak Anda terkena residu asap rokok yang menempel pada tubuh Anda.

Terakhir, jangan kenakan kembali baju yang Anda gunakan saat merokok karena bau dan partikel residu asapnya masih menempel pada pakaian Anda. Sebaiknya, segeralah rendam atau cuci baju yang ada pakai saat merokok.

Memang tidak praktis untuk mandi dan mencuci baju setelah merokok. Untuk itu, pikirkan kembali dan perkuat niat Anda untuk segera berhenti merokok demi kesehatan diri dan keluarga.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Epidemiolog: Waspadai peningkatan kasus DBD saat musim hujan
Minggu, 23 Januari 2022 - 15:23 WIB
Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Yudhi Wibowo mengingatkan p...
Satgas Yonif 126/KC gandeng Puskesmas Model laksanakan pelayanan Posyandu
Minggu, 23 Januari 2022 - 12:46 WIB
Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif 126/KC bersama Puskesmas Model memberikan pelayanan kesehatan posya...
Tanggap malaria, Satgas Yonif 126/KC beri pengobatan warga perbatasan RI-PNG 
Sabtu, 22 Januari 2022 - 19:44 WIB
Atas perhatian Dansatgas kepada seluruh personel Satgas Yonif 126/KC jangan tanggung-tanggung memban...
Kenali gelaja MIS-C pada anak pasca-positif COVID-19
Jumat, 21 Januari 2022 - 13:15 WIB
Multisystem inflammatory syndrom in children (MIS-C) merupakan kondisi medis ketika bagian organ-or...
Tumor jinak primer tulang bisa ditangani lewat operasi `limb salvage`
Kamis, 20 Januari 2022 - 23:19 WIB
Giant cell tumor yakni tumor jinak primer pada tulang yang memiliki kecenderungan lokal agresif kin...
Kenali risiko pada tubuh bila minum soda setiap hari
Kamis, 20 Januari 2022 - 20:07 WIB
Perpaduan rasa manis, karbonasi dan kafein membuat soda menjadi minuman favorit sebagian orang. Namu...
`Gaslighting`, kekerasan psikis dalam hubungan tak sehat
Rabu, 19 Januari 2022 - 10:31 WIB
Dalam sebuah hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship, ada kalanya seseorang menjadi korba...
Tingkatkan pelayanan kesehatan, RSUDPA Boyolali tambah tiga gedung pelayanan 
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:24 WIB
Upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal, Rumah Sakit Umum Daerah Pan...
Cara atasi jerawat anti rumit dengan produk lokal
Selasa, 18 Januari 2022 - 11:11 WIB
Pembahasan mengenai kesehatan kulit terutama wajah dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkat...
Ahli: Kekurangan cairan dapat terlihat dari kesehatan kulit
Minggu, 16 Januari 2022 - 06:01 WIB
Ahli nutrisi dari Herbalife Nutrition Aria Novitasari mengatakan kekurangan cairan dalam tubuh atau ...
InfodariAnda (IdA)