Disdik: 6.000 guru di Mataram belum divaksinasi COVID-19

Elshinta
Jumat, 29 Oktober 2021 - 23:15 WIB |
Disdik: 6.000 guru di Mataram belum divaksinasi COVID-19
Ilustrasi - Kegiatan vaksinasi COVID-19 massal berhadiah dilaksanakan Kepolisian Resor Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Taman Sangkareang, Kamis (28/10-2021). (ANTARA/Nirkomala)

Elshinta.com - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan sekitar 6.000 guru, terutama di sekolah swasta belum divaksinasi COVID-19 karena berbagai alasan.

"Sebanyak 6.000 guru yang belum divaksinasi itu merupakan guru di sekolah-sekolah swasta, sehingga kami kesulitan untuk menyikapinya," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali di Mataram, Jumat.

Akan tetapi, untuk cakupan vaksinasi guru di sekolah negeri sudah mencapai 91 persen dari target total sasaran sekitar 9.000 guru, sedangkan cakupan tenaga non-guru 89 persen.

Pernyataan itu disampaikannya menanggapi terungkapnya data 6.000 guru di Kota Mataram ternyata belum divaksinasi, dalam kegiatan rapat koordinasi validasi data sasaran vaksin COVID-19 di Kota Mataram, bersama jajaran TNI/Polri dihadiri Kapolresta) Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.

Menurut Fatwir, untuk mengoptimalkan cakupan vaksinasi guru di sekolah swasta ini, pihaknya sudah berulang kali mengirimkan surat izin pelayanan vaksinasi di sekolah masing-masing.

Bahkan dalam surat tersebut, dicantumkan sanksi administrasi terhadap sekolah yang tidak melaksanakan kegiatan vaksinasi.

"Sayangnya hal itu kurang mendapatkan perhatian, apalagi sekolah yang dikelola yayasan. Ada beberapa sekolah secara jelas menolak, tapi ada juga yang belum mau karena alasan masih ragu-ragu," katanya.

Terkait dengan itu, Disdik kembali akan berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, dan tim vaksinasi baik dari jajaran TNI/Polri, maupun dari Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Kalaupun guru-guru yang ada di sekolah swasta tersebut tetap tidak mau divaksinasi, maka mereka nantinya diminta untuk membuat surat pernyataan beserta alasannya.

"Ini akan menjadi tugas Satgas COVID-19, termasuk jajaran TNI/Polri agar satgas memiliki acuan riil ketika dilakukan validasi cakupan vaksinasi," katanya.

Sementara menyikapi hal itu, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi yang juga hadir dalam rapat tersebut, mengatakan, hal ini akan menjadi ranah kebijakan Wali Kota Mataram

"Jika guru di sekolah swasta ternyata ada yang tidak mau divaksinasi bahkan menolak, yang bisa menjawab kepala daerah untuk mengambil kebijakan final," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 Lima mahasiswa Universitas Majalengka lolos Program Magenta PT Pegadaian
Rabu, 10 Agustus 2022 - 16:22 WIB

Lima mahasiswa Universitas Majalengka lolos Program Magenta PT Pegadaian

Lima mahasiswa Universitas Majalengka (Unma) lolos program Magenta (Magang Generasi Emas Bertalenta)...
Dies Natalis ke-18 SMK Bancak undang pendiri sekolah
Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:48 WIB

Dies Natalis ke-18 SMK Bancak undang pendiri sekolah

SMK Bancak, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah menggelar Dies Natalis ke-18 dengan berbagai kegiatan sa...
Lima Guru Besar kembali dikukuhkan Universitas Negeri Malang
Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:34 WIB

Lima Guru Besar kembali dikukuhkan Universitas Negeri Malang

Lima Guru Besar kembali dikukuhkan Universitas Negeri Malang (UM). Pengukuhan dilakukan dalam Sidang...
 Anak-anak Papua gembira dapat perlengkapan sekolah dari Pos Satgas
Rabu, 10 Agustus 2022 - 12:55 WIB

Anak-anak Papua gembira dapat perlengkapan sekolah dari Pos Satgas

Satgas Pamtas RI PNG Yonif Raider 142/KJ membagikan peralatan sekolah berupa baju, tas dan alat tuli...
Sebanyak 21 orang Pramuka asal Langkat ikuti Jambore Nasional XI/2022
Rabu, 10 Agustus 2022 - 12:05 WIB

Sebanyak 21 orang Pramuka asal Langkat ikuti Jambore Nasional XI/2022

Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Amril, mewakili Plt Bupati Langkat, melepas keberangkatan pesert...
Siswa tunarungu dan wicara menyapa Gubernur Jateng dengan isyarat
Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:24 WIB

Siswa tunarungu dan wicara menyapa Gubernur Jateng dengan isyarat

Keceriaan tampak sekali di wajah Riska Nur Aini, siswa kelas XI SLB B Yakut Purwokerto. Saat teman-t...
 Satgas Yonif 126/KC jadi tenaga pendidik di perbatasan Papua
Selasa, 09 Agustus 2022 - 14:46 WIB

Satgas Yonif 126/KC jadi tenaga pendidik di perbatasan Papua

Meningkatkan motivasi dan semangat belajar generasi muda di perbatasan, Satgas Yonif 126/KC Pos Tata...
 Antisipasi kenakalan remaja, Kapolresta Bandung berikan penyuluhan ke sekolah
Selasa, 09 Agustus 2022 - 11:05 WIB

Antisipasi kenakalan remaja, Kapolresta Bandung berikan penyuluhan ke sekolah

Guna mencegah kenakalan remaja khususnya terhadap pelajar SMK dan SMA. Kapolresta Bandung Kombes Pol...
Digelar `offline`, Untidar luluskan 300 wisudawan
Senin, 08 Agustus 2022 - 19:47 WIB

Digelar `offline`, Untidar luluskan 300 wisudawan

Universitas Tidar (Untidar) meluluskan 300 wisudawan pada Wisuda ke 61, akhir pekan kemarin. Wisuda...
Sepi peminat, Panitia Pilrek UM siapkan perpanjangan pendaftaran
Senin, 08 Agustus 2022 - 15:45 WIB

Sepi peminat, Panitia Pilrek UM siapkan perpanjangan pendaftaran

Panitia pendaftaran  pilihan rektor siapkan perpanjangan pendaftaran bakal calon rektor Universitas...

InfodariAnda (IdA)