Kisah 3 pemuda Indonesia yang bawa produk lokal mendunia
Elshinta
Kamis, 28 Oktober 2021 - 09:34 WIB |
Kisah 3 pemuda Indonesia yang bawa produk lokal mendunia
Monica Amadea (25), Kevin Naftali (28), dan Pocut Yasmine (25) yang memilih untuk mendirikan usaha di usia muda dan kini sudah berhasil mendunia (ANTARA/Instagram)

Elshinta.com - Semangat #SumpahPemuda masa kini bisa dimaknai dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan membawa nama Indonesia ke mancanegara melalui produk-produk kreatif karya anak negeri.

Para pemuda masa kini, semakin terdepan dalam mengembangkan berbagai produk kreatif, seperti yang dilakukan oleh Monica Amadea (25), Kevin Naftali (28), dan Pocut Yasmine (25) yang memilih untuk mendirikan usaha di usia muda, dan kini sudah berhasil mendunia.

Berikut ini adalah beberapa kisah inspirasi dari para pemuda dan pemudi yang membawa nama Indonesia melalui produknya di mancanegara.

Kisah #1: Hadirkan pilihan pakaian perempuan inklusif bagi seluruh ukuran tubuh
Monomolly merupakan produk fesyen perempuan yang didirikan oleh Monica Amadea saat ia berusia 20 tahun. Semua ini dimulai karena dia harus membiayai kuliahnya sendiri.

Monica saat itu membangun bisnis kecil-kecilan, menjadi reseller baju-baju wanita trendi. Wanita lulusan Hubungan Internasional ini mempelajari tentang strategi bisnis secara otodidak. Kegigihan mendorongnya untuk membuat produk bajunya sendiri dan menjualnya di platform e-commerce Shopee pada tahun 2017 karena dibanjiri permintaan oleh para konsumen.

Dia memiliki misi untuk menghadirkan pilihan pakaian perempuan yang inklusif bagi semua ukuran tubuh perempuan.

"Masuk ke dalam platform digital untuk mengembangkan bisnis menjadi salah satu pilihan terbaik buat kemajuan bisnis saya," kata Monica.

Salah satu alasan yang membuatnya masuk ke platform digital adalah karena target pasarnya kebanyakan sudah melek teknologi dan terbiasa berbelanja di e-commerce.

"Kalau dari Shopee, kita biasa terima hingga ribuan pesanan, dan hingga kini bisa mendapat pesanan yang stabil hingga ratusan per harinya," ujar Monica.


Warehouse Monomolly (ANTARA/Instagram Monomolly)

Monomolly kini sudah berhasil melakukan ekspor ke Singapura, Malaysia dan Thailand. Usaha ekspornya ini tak lepas dari bantuan Shopee yang memudahkan dalam proses penjualan dan pengiriman.

"Ini semua dibantu oleh Shopee. Prosesnya mudah, sama seperti kita jual barang ke pengguna di dalam negeri. Seneng banget sih bisa go internasional," kata Monica.
 
Kisah #2: trend setter sweater rajut pertama di Indonesia yang kini mendunia
Selain Monica, ada juga Kevin Naftali yang berusia 28 tahun dengan produk fesyen pria bernama Kevasco. Tahun 2011 Kevin menjual produk knitwear yang cukup berbeda dengan produk-produk fesyen laki-laki yang di jual di pasaran kala itu.

Setelah menurunkan idealismenya dan mulai membaca pasar, pada tahun 2017-2018, Kevin mulai fokus untuk menambahkan produk life wear.

Kevin menjelaskan bagaimana kehadiran e-commerce seperti Shopee sangat membantu perkembangan merek fesyen lokal yang masih kecil untuk menjadi platform yang menyediakan permintaan yang cukup stabil, terlebih dengan adanya berbagai kampanye dengan promo-promo yang menarik.

Industri fesyen secara luas awalnya terkena dampak saat pandemi, tapi omzet Kevas di Shopee berhasil naik dua kali lipat di tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun 2019 berkat penjualan di e-commerce.

"Kita dulu pernah ekspor, tapi itu hand carry, titip sama temen kita yang memang kuliah di luar negeri. Tapi sayang jumlahnya hanya bisa sedikit saja, dan itu pun saat teman kita lagi pulang ke Indonesia saja," kata Kevin.

Kini sejak adanya Program Ekspor Shopee, Kevin bisa dengan mudah mengekspor produknya ke Singapura dan Thailand serta meraih omzet hingga 25 persen hanya dari ekspor.


Produk Tameeca (ANTARA/Instagram Tameeca)

Keikutsertaan Kevasco di Program Ekspor Shopee ke Singapura dan Thailand sejak tahun 2019 pun telah mencatatkan perkembangan yang sangat baik. Hingga kini, 20-25 persen omzet penjualan dari Shopee berasal dari ekspor.

Diakui Kevin, ada banyak hal yang dia dapatkan dari bergabung di program ekspor ini. Oleh karenanya, Kevin ingin terus menjadikan ekspor sebagai fokus untuk terus melakukan ekspansi market.
 
Kisah #3: sempat kerepotan saat ekspor manual
Berbeda dengan Pocut Yasmine yang memulai bisnisnya saat dia masih kuliah. Berbekal skill photoshop yang dimiliknya, Yasmine menjual berbagai macam stiker, pin, dan printables lainnya sambil berbagi tugas dengan jurusan arsitektur yang dia jalani.

Tahun 2018, Yasmine membuka toko di Shopee dan mulai mengekspansi produknya. Karena saat ini Yasmine sudah mendedikasikan 100 persen waktunya untuk mengembangkan Tameeca, dia memiliki misi untuk terus merambah ke pasar global.

Dalam waktu dekat, Tameeca akan melakukan ekspor ke Singapura, Malaysia dan Thailand. Yasmine mengaku memasang iklan di Instagram untuk menggaet pasar di tiga negara tersebut.

Tak sedikit dari konsumen yang terpapar iklan tersebut yang menanyakan lebih lanjut terkait produk-produk yang dia jual dan lanjut melakukan pembelian melalui Shopee.


Produk Kevasco (ANTARA/Instagram Kevasco)

Sebelumnya, Yasmine pernah melakukan ekspor secara mandiri setelah menerima pesanan di Instagram. Namun tidak sedikit calon pembeli yang akhirnya gagal karena ongkos kirim yang cukup mahal.

Menurut Yasmine, keikutsertaan Tameeca dalam Program Ekspor Shopee ini sangat membantu, terlebih terkait logistik. Kedepannya, Yasmine ingin merambah ke destinasi-destinasi lainnya, dan bisa punya anggota tim yang lebih besar dan terdedikasi supaya bisa menghasilkan pesanan yang stabil.

Berkat kemudahan yang ditawarkan oleh Program Ekspor Shopee, Monica, Kevin dan Yasmine tidak hanya mengembangkan bisnisnya secara lokal saja, namun bisa melangkah ke panggung global meskipun di usia yang cenderung muda.

Kisah mereka ini pun bisa menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya, untuk meneruskan semangat #SumpahPemuda lewat bisnis.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jenis email yang harus segera dihapus
Minggu, 05 Desember 2021 - 10:43 WIB
Pelaku kejahatan siber sudah sejak lama mengincar kotak pesan surat elektronik, terutama untuk email...
KPI harap konten lokal edukatif & inspiratif dominasi media penyiaran
Senin, 29 November 2021 - 10:00 WIB
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berharap konten lokal edukatif, insipiratif serta ramah anak ...
Spotify akan buat fitur video singkat seperti TikTok
Jumat, 26 November 2021 - 22:45 WIB
Platform musik Spotify sedang menguji coba video singkat seperti TikTok, yang akan tampil di linimas...
Kominfo imbau waspada hoaks COVID-19
Jumat, 26 November 2021 - 12:15 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta masyarakat mewaspadai hoaks tentang COVID-19 yang mas...
Kampanye Makan Tanpa Sisa, sampah makanan berkurang 20 ton tahun ini
Kamis, 25 November 2021 - 11:48 WIB
Bank DBS Indonesia mengadakan kampanye #MakanTanpaSisa yang digulirkan pada tahun 2020 untuk membang...
Kiat dari Kominfo cegah data pribadi tak tersebar di media sosial
Rabu, 24 November 2021 - 09:34 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membagikan beberapa kiat bagi masyarakat agar bisa ...
Kiat memakai IG Reels untuk kebutuhan bisnis
Sabtu, 20 November 2021 - 10:39 WIB
Semenjak pertama kali diluncurkan hampir satu tahun yang lalu, Instagram Reels telah memikat banyak ...
Grab alami gangguan layanan di Asia Tenggara
Selasa, 16 November 2021 - 12:27 WIB
Perusahaan teknologi Grab mengumumkan layanannya mengalami gangguan di kawasan Asia Tenggara terutam...
3 cara perkuat koneksi dengan diri sendiri sebelum kencan
Minggu, 14 November 2021 - 20:59 WIB
Pandemi COVID-19 dalam dua tahun terakhir rupanya memberi dampak baik untuk meningkatkan kesadaran m...
Siberkreasi bagikan enam kiat kenali pinjaman online ilegal
Minggu, 14 November 2021 - 08:55 WIB
Ketua Umum Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Yosi Mokalu, mengungkapkan enam hal...
InfodariAnda (IdA)