Korban minta pemilik arisan daring G`Mes kembalikan modal mereka
Elshinta
Kamis, 28 Oktober 2021 - 07:30 WIB |
Korban minta pemilik arisan daring G`Mes kembalikan modal mereka
Dua korban arisan daring G`Mes Gemilang saat melapor di Satrekrim Polres Tanjungpinang. ANTARA/dokumen pribadi

Elshinta.com - Sejumlah korban minta V, pemilik arisan daring G'Mes Gemilang di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau untuk mengembalikan modal mereka yang sempat ditanam.

Dwi, salah seorang korban arisan daring G'Mes di Tanjungpinang, Rabu, minta V untuk mengembalikan modalnya sebesar Rp9,5 juta.

Dwi sudah menunggu etikad baik dari V sejak 28 September 2021. Namun uang tersebut tidak dikembalikan setelah V menutup arisan tersebut secara sepihak.

Padahal 27 September 2021 atau sehari setelah V menyatakan tidak mau mengelola lagi arisan itu, wanita itu masih membuka beberapa grup baru arisan.

Dwi bersama korban lainnya, akhirnya memutuskan untuk melaporkan arisan daring itu ke Satreskrim Polres Tanjungpinang.

"Ya benar, dua hari lalu saya sudah laporkan kasus itu kepada pihak kepolisian," katanya.

Kepala Satreskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan dugaan penipuan atas nama ALS alias V.

"Ada laporan dugaan penipuan arisan daring," ucapnya.

Ia mengungkapkan, para pelapor itu melaporkan yang hal yang sama yakni merasa dirugikan pada transaksi arisan online G'Mes Gemilang.

"Kami masih mendalami kasus itu," ujarnya.

Berdasarkan data, lebih dari 100 orang ikut dalam arisan itu. Mereka berasal dari berbagai daerah.

"Nilai investasinya dalam arisan itu lebih dari Rp500 juta," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polda Jateng ringkus komplotan perampok spesialis perkantoran
Sabtu, 27 November 2021 - 06:31 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah meringkus lima anggota komplotan perampok yang me...
Polisi beri pembinaan bagi pelajar di Tangerang cegah tawuran
Jumat, 26 November 2021 - 22:09 WIB
Kepolisian Sektor (Polsek) Cisoka, Polresta Tangerang memberikan pembinaan dan bimbingan kepada para...
Polisi tetapkan anggota PP jadi tersangka pengeroyokan perwira Polri
Jumat, 26 November 2021 - 21:33 WIB
Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) berinisial RC sebagai tersa...
Kapolda NTB beberkan catatan evaluasi perhelatan WSBK 2021
Jumat, 26 November 2021 - 19:57 WIB
Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal membeberkan catatan e...
KPK setor Rp800 juta pembayaran denda eks Gubernur Bengkulu dan istri
Jumat, 26 November 2021 - 19:45 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetor uang Rp800 juta ke kas negara pembayaran pidana denda da...
Polresta Cirebon pastikan 278 anggota tak terima bantuan sosial
Jumat, 26 November 2021 - 18:57 WIB
Kapolresta Cirebon, Jawa Barat, Kombes Pol Arif Budiman memastikan 278 anggotanya yang masuk data te...
Pembentukan Satpamobvit mulai dikaji jelang MotoGP Mandalika
Jumat, 26 November 2021 - 17:09 WIB
Menjelang ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 2022, pembentukan Satuan pengamanan obyek vital (Sa...
Pengusaha khawatir banyak isu soal putusan MK terhadap UU Cipta Kerja
Jumat, 26 November 2021 - 16:45 WIB
Kalangan pengusaha mengaku khawatir terkait banyaknya pandangan dan isu yang berkembang seiring deng...
Tiga perkara di Kejati Sumsel dicabut diselesaikan secara restoratif
Jumat, 26 November 2021 - 16:23 WIB
Sebanyak tiga perkara yang penuntutanya ditangani oleh tiga satuan kerja (satker) Kejaksaan Tinggi S...
KKP tegaskan larangan perdagangan karang hias ilegal
Jumat, 26 November 2021 - 14:08 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan tidak boleh ada lagi perdagangan karang hias ile...
InfodariAnda (IdA)