Warga India menanti izin WHO bagi vaksin Covaxin
Elshinta
Rabu, 27 Oktober 2021 - 16:05 WIB |
Warga India menanti izin WHO bagi vaksin Covaxin
Arsip - Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan memegang dosis vaksin COVID-19 Bharat Biotech yang disebut Covaxin di New Delhi, India, 16 Januari 2021. (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Tertahan di sebuah desa di selatan India selama sembilan bulan, Sugathan P.R. berharap Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui vaksin Covaxin agar bisa kembali bekerja di Arab Saudi.

Seperti Sugathan, jutaan orang India telah disuntik dengan vaksin COVID-19 buatan India itu dan banyak dari mereka mengeluhkan aturan perjalanan di sejumlah negara yang belum mengakui vaksin tersebut.

"Saya tak bisa terus berdiam diri seperti ini," kata Sugathan, 57 tahun.

Dia kembali ke tengah keluarganya di desa Pandalam, Kerala, pada Januari setelah melewatkan pemakaman ayahnya tahun lalu ketika pandemi mengganggu penerbangan.

"Saya punya pilihan untuk pergi ke Saudi dan menerima (dosis tambahan) Covishield setelah karantina empat hari, tapi saya tidak yakin dengan efeknya pada kesehatan saya," kata Sugathan, merujuk pada vaksin AstraZeneca.

"Jika izin Covaxin tak diberikan, saya akan ambil risiko untuk pergi dan menerima vaksin yang disetujui Saudi," katanya sambil duduk di rumahnya yang luas dan menghadap sawah.

Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan pada Selasa bahwa para ahli independen telah meminta "klarifikasi tambahan" dari pembuat Covaxin, Bharat Biotech, untuk penilaian akhir pada 3 November.

Badan internasional itu telah mempertimbangkan data yang diberikan Bharat Biotech sejak awal Juli dan mengatakan "tidak bisa mengambil jalan pintas" dalam membuat keputusan.

Tanpa lampu hijau dari WHO, vaksin dua dosis Covaxin tak akan bisa diakui secara global dan akan menyulitkan warga India yang sudah menerima vaksin itu untuk pergi ke luar negeri.

Rajan Pallivadakethil Unnunni, 59 tahun, yang dua tahun bekerja di Kuwait sebagai tukang las sebelum pulang ke India akhir tahun lalu, mengaku tidak bisa kembali bekerja karena Kuwait tidak mengakui Covaxin.

Dia kini berjuang membayar pinjaman bank sebanyak 20 ribu dolar AS (Rp283,5 juta) dengan menjual ayam di sebuah kios kecil di Kerala dan menghasilkan 4 dolar sehari (Rp60 ribu).

"Jika saya tak bisa kembali ke Kuwait, saya tak akan mampu melunasi pinjaman dan membiayai pendidikan anak-anak saya," kata Rajan yang duduk di atas bangku plastik di depan kiosnya.

"Saya bisa membeli tiket ke Kuwait jika aplikasi pemerintah Kuwait menunjukkan sinyal hijau."

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KBRI hadirkan Pasar Indonesia sehari penuh di Pretoria Afrika Selatan
Minggu, 05 Desember 2021 - 12:11 WIB
Kedutaan Besar RI di Pretoria didukung oleh Kantor Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) Johannesburg...
Bom rakitan mengguncang Kabul
Sabtu, 04 Desember 2021 - 20:58 WIB
 Sebuah ledakan bom mengguncang Police District 4 Kabul, ibu kota Afghanistan pada Sabtu tanpa adan...
 KBRI Tokyo gelar forum bisnis kelautan dan perikanan di Kota Kesennuma Jepang
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:11 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bekerja sama dengan Kantor Walikota Kesennuma menyel...
Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai menarik ratusan ribu pengunjung
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:23 WIB
Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab, menarik ratusan ribu pengunjung sejak dua bu...
WHO: Sejauh ini belum ada kematian akibat Omicron
Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:11 WIB
Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (3/12) mengatakan bahwa sejauh ini belum ada...
Temuan Omicron di India jadi kasus pertama di regional WHO SEARO
Jumat, 03 Desember 2021 - 17:24 WIB
India mengonfirmasi dua kasus varian Omicron (B.1.1.529) sebagai kasus pertama di regional Organisas...
Novavax akan produksi vaksin Omicron mulai Januari
Jumat, 03 Desember 2021 - 12:36 WIB
Novavax Inc pada Kamis (2/12) mengatakan bahwa pihaknya akan memulai produksi komersial vaksin COVID...
Wamenlu: Presidensi Indonesia di G20 bisa berkontribusi atasi pandemi
Jumat, 03 Desember 2021 - 12:25 WIB
Presidensi Indonesia di G20 dapat memberikan kontribusi dalam penanganan masalah pandemi dan pemban...
Zimbabwe konfirmasi kemunculan Omicron
Jumat, 03 Desember 2021 - 10:54 WIB
Wakil Presiden sekaligus Menteri Kesehatan dan Perawatan Anak Zimbabwe Constantino Chiwenga mengonfi...
Indonesia-China tandatangani proyek industri migas Rp21,6 triliun
Kamis, 02 Desember 2021 - 23:11 WIB
Para pengusaha Indonesia dan China menandatangani nota kesepahaman (MoU) proyek injeksi kimia dan te...
InfodariAnda (IdA)